Liga Italia: Juventus Dipermalukan Sassuolo, Massimiliano Allegri Jadi Bulan-Bulanan Media Italia

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 28 Okt 2021, 20:00 WIB
Massimiliano Allegri datang ke Juventus pada tahun 2014, Allegri datang menggantikan Antonio Conte yang pada saat itu memutuskan pergi dari Turin untuk menuju Chelsea. (AFP/Isabella Bonotto)

Bola.com, Turin - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, banjir kritikan dari media Italia setelah Bianconeri takluk dari Sassuolo pada lanjutan Serie A, Kamis (28/10/2021) dini hari WIB. Pahitnya, kekalahan itu dialami Juventus di kandang sendiri. 

Juventus sudah tiga kalah tiga kali pada Liga Italia musim ini, dua di antaranya di kandang. Yang pertama melawan Empoli, dan yang kedua kontra Sassuolo. 

Advertisement

Si Nyonya Tua sudah defisit 13 poin dari pemuncak klasemen Serie A, AC Milan. Tetapi, Napoli bisa menggeser AC Milan dari puncak jika berhasil memenangi laga kandang malam ini. 

Juventus sekali lagi menyerah di kandang dan Massimiliano Allegri dipandang sebagai penyebab utama kekalahan Bianconeri melawan Sassuolo.

Massimiliano Allegri diberi rating 5 oleh La Gazzetta dello Sport, Tuttosport, dan Il Corriere dello Sport. Namun, komentar atas kinerja pelatih Juventus itu bahkan lebih kejam daripada rating tersebut. 

2 dari 4 halaman

Allegri Tidak Sadar Sepak Bola Berubah?

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. (AFP/Marco Bertorello)

La Gazzetta dello Sport mengkritik pedas. Mereka menyebut Allegri tampaknya tidak sadar sepak bola sudah berubah. 

"Apa yang berjalan dengan baik dalam lima tahun periodenya yang lain, sekarang sudah tidak bagus lagi," tulis La Gazetta dello Sport

"Juventus tidak layak kalah dari Sassuolo, tetapi mereka tidak tahu caranya menang," imbuh media olahraga berpengaruh di Italia tersebut. 

 

3 dari 4 halaman

Taktik Allegri Dianggap Aneh

Pemain Sassuolo Maxime Lopez berselebrasi setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Juventus pada laga lanjutan Liga Italia di Allianz Stadium, Turin, Rabu (27/10/2021) malam WIB.(Fabio Ferrari /LaPresse via AP)

Allegri mengatakan setelah pertandingan Juventus terlalu panik mencoba mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir pertandingan. La Gazzetta dello Sport setuju dengan analisisnya. Namun, sebagian besar pilihan taktis Allegri dipertanyakan oleh media tersebut.

“Apa gunanya 4-4-2 yang aneh dengan Rabiot bermain sebagai pemain sayap, Chiesa hampir di lini tengah dan Locatelli sendirian di depan pertahanan? Apakah dia ingin bertahan melawan Sassuolo?" tulis La Gazetta

“Juventus memainkan sepak bola kasual, mereka bingung dan tanpa striker, mengingat apa yang tidak dilakukan Morata. Tidak ada proyek yang jelas, tetapi hanya komitmen oleh masing-masing pemain,” imbuhnya. 

Sumber: Football Italia 

 

4 dari 4 halaman

Yuk Tengok Posisi Juventus

Berita Terkait