Jelang Persipura Vs Bali United di BRI Liga 1, Jacksen dan Teco Sama-sama Ingin Sepak Bola Indonesia Lebih Baik

oleh Alit Binawan diperbarui 04 Nov 2021, 17:30 WIB
Gestur pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago saat melawan Persela dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (10/09/2021). (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Indonesia tercoreng kembali. Lagu lama tentang pengaturan skor setelah kompetisi sepak bola Indonesia hiatus hampir dua tahun lamanya akibat pandemi COVID-19 akhirnya muncul lagi.

Tercatat ada lima pemain Perserang Serang dan satu pemain Persic Cilegon mendapat sanksi dari komisi disiplin (Komdis) PSSI akibat terbukti terlibat dalam pengaturan skor. Hukumannya pun bervariasi. Mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan larangan beraktivitas di dunia sepak bola.

Advertisement

Tentu kejadian ini mencoreng persepakbolaan Tanah Air. Kasus ini pun sampai ke telinga Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra dan pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. Kebetulan kedua tim akan bertemu di pekan ke-11 seri kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat sore (5/11/2021).

Teco sendiri sadar apa yang terjadi sekarang bisa meredupkan semangat dari pemain. Tapi dia tidak mau memusingkan hal tersebut. Baginya, kerja profesional sudah lebih dari cukup untuk memberantas mafia di dunia sepak bola secara tidak langsung.

“Kami profesional saja dan kerja keras dalam setiap pertandingan. Kami ingin hasil positif saja,” terangnya singkat saat sesi konferensi pers daring jelang pertandingan, Kamis siang (4/11/2021).

 

 

2 dari 2 halaman

Junjung Tinggi Sportifitas

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago saat melawan Arema FC dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). Persipura kalah 0-1. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Disisi lain sebenarnya Jacksen F Tiago enggan terlalu berkomentar mengenai kasus pengaturan skor yang kembali terjadi. Tapi dia menjelaskan apapun yang terjadi untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia harus menjunjung tinggi sportivitas.

Berkarier sejak 1994 di Indonesia, membuatnya tahu betul tentang atmosfer sepak bola Tanah Air. Harapannya pun besar. "Saya ingin sepak bola Indonesia semakin dicintai, terlepas dari hal tersebut (pengaturan skor) dan saya ingin sepak bola Indonesia semakin sehat,” terangnya.

Dia sadar sepak bola Indonesia sangat dicintai hampir seluruh elemen masyarakat. Bahkan euforianya lebih besar dibanding masyarakat di negara asalnya, Brasil.

“Antusiasme dan kecintaan masyarakat Indonesia untuk sepak bola, jauh lebih besar daripada negara saya. Di sana (Brasil), laga-laga besar yang banyak penonton," ungkap Jacksen. 

"Misalnya Sao Paulo melawan Santos. Kalau di sini, Liga 3 saja banyak penontonnya. Semoga suatu saat nanti, sepak bola Indonesia jauh dari hal tersebut dan lebih menjunjung nilai sportivitas,” tutupnya.

Berita Terkait