Kumpulan Fakta Menarik Piala AFF 2004: Timnas Indonesia Ukir Hattrick ke Final tetapi Tetap Gagal

oleh Rizki Hidayat diperbarui 27 Nov 2021, 09:00 WIB
Flashback Piala AFF - Piala Tiger 2004 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia tampil moncer di Piala AFF 2004. Skuad Garuda berhasil melenggang hingga ke final, tetapi tetap gagal meraih trofi juara.

Pada perhelatan Piala AFF 2004, Timnas Indonesia diasuh pelatih asal Inggris, Peter Withe. Ditangani pelatih yang sukses membawa Timnas Thailand meraih trofi Piala AFF 2000 dan 2002, Indonesia mengincar titel juara.

Advertisement

Diperkuat nama-nama top mulai dari Hendro Kartiko, Ortizan Solossa, Ilham Jaya Kesuma, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga sang wonderkid Boaz Solossa, Timnas Indonesia tampil moncer. Indonesia berhasil lolos ke semifinal dengan status juara Grup A Piala AFF 2004.

Timnas Indonesia mendulang 10 poin hasil dari tiga kemenangan dan sekali imbang. Indonesia unggul dua poin atas Singapura di tempat kedua dan tiga angka atas tuan rumah Vietnam di urutan ketiga.

Performa impresif Timnas Indonesia berlanjut ke semifinal. Menghadapi Malaysia dalam pertandingan dua leg, Indonesia sukses memetik kemenangan agregat 5-3.

Pada pertandingan pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 28 Desember 2004, Timnas Indonesia menyerah dengan skor 1-2. Namun, Indonesia berhasil membalas kekalahan tersebut pada laga kedua, dengan melumat Timnas Malaysia 4-1 di Stadion Nasional Bukit Jalil, 3 Januari 2005.

Dalam partai puncak, Timnas Indonesia berhadapan dengan Singapura yang merupakan lawan di penyisihan grup. Akan tetapi, Timnas Merah-Putih dibuat tak berkutik dan kalah agregat 2-5.

Pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 8 Januari 2005, Timnas Indonesia menyerah 1-3. Adapun pertemuan kedua di National Stadium pada 16 Januari 2005 takluk 1-2.

Kegagalan tersebut memperpanjang kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF. Dalam dua edisi sebelumnya, yakni 2000 dan 2002, Indonesia juga lolos ke final tetapi gagal menjadi juara.

Sejumlah fakta menarik tersaji pasca-Piala AFF 2004, termasuk sejumlah catatan Timnas Indonesia. Apa sajakah itu? Berikut ini adalah ulasannya.

 

 

2 dari 3 halaman

Data dan Fakta

Eko Purjianto menghadang Lee Cong Vinh di depan Hendro Kartiko saat melawan Vietnam di penyisihan grup Piala AFF 2004. (AFP/Hoang Dinh Nam)

1. Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2004 dengan catatan mengesankan. Skuad Garuda menorehkan tiga kemenangan dan sekali imbang dari empat laga fase grup, serta sekali menang menang dan menelan satu kekalahan pada semifinal.

2. Timnas Indonesia gagal melanjutkan tren bagus tersebut pada partai final. Tim Merah-Putih kalah dari Timnas Singapura pada laga puncak dengan agregat 2-5.

3. Bagi Timnas Singapura, gelar tersebut adalah yang kedua diraih di ajang Piala AFF. Sebelumnya, mereka menjadi juara pada 1998 ketika masih bernama Piala Tiger. Selepas itu, Singapura kembali menjadi kampiun pada 2007 dan 2012.

3 dari 3 halaman

Data dan Fakta:

Timnas Indonesia mengheningkan cipta untuk korban tsunami Desember 2004 jelang menghadapi Malaysia di semifinal Piala AFF 2004. (AFP/Str)

4. Timnas Indonesia menyandang status sebagai tim paling produktif di Piala AFF 2004 dengan koleksi 24 gol. Disusul Singapura dengan koleksi 23 gol dan Malaysia dengan 14 gol.

5. Skuad Garuda juga menjadi tim yang paling sedikit kebobolan, yakni delapan gol dari delapan pertandingan. Bahkan, Timnas Indonesia mencatatkan clean sheet dari empat laga di Grup A.

6. Striker Timnas Indonesia, Ilham Jaya Kesuma, meraih status top skorer Piala AFF 2004 dengan koleksi tujuh gol. Namun, status pemain terbaik turnamen diberikan kepada kiper Timnas Singapura, Lionel Lewis.

7. Timnas Myanmar yang kala itu diasuh Ivan Kolev tampil mengejutkan di Piala AFF 2004. Myanmar berhasil lolos ke semifinal sebagai pemuncak Grup B, mengungguli Malaysia di urutan kedua, dan Thailand di posisi ketiga. Sayangnya, Myanmar kalah dari Singapura dengan agregat 5-8.

Berita Terkait