Sadio Mane, Pahlawan Senegal di Piala Afrika 2021 yang Rendah Hati dan Dermawan

oleh Rizki Hidayat diperbarui 08 Feb 2022, 17:45 WIB
Sadio Mane berhasil membantu Timnas Senegal menjuarai Piala Afrika 2021, setelah mengalahkan Mesir pada laga final. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)

Bola.com, Jakarta - Sadio Mane berhasil membantu Timnas Senegal menjuarai Piala Afrika 2021. Prestasi itu membuat Mane semakin dicintai dan dipuja oleh publik Senegal.

Senegal bersua Mesir dalam laga final Piala Afrika 2021 di Olembe Stadium, Yaounde, Senin (7/2/2022) dini hari WIB. Sama-sama menerapkan formasi 4-3-3, kedua tim tampil menyerang sejak bola digulirkan.

Advertisement

Namun, tidak ada gol yang tercipta selama 120 menit. Alhasil, penentuan pemenang harus dilakukan lewat adu penalti.

Sadio Mane menjadi eksekutor kelima ketika Timnas Senegal unggul 3-2 atas Mesir. Bola hasil tembakan 12 pas Mane ke pojok kiri bawah tak bisa dihentikan kiper Mesir, Mohamed Abougabal.

Senegal akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 4-2. Hasil tersebut membuat Timnas Senegal berhak atas trofi Piala Afrika 2021, sekaligus yang perdana di turnamen tersebut.

Bagi Sadio Mane, titel juara ini terasa spesial. Selain membawa Timnas Senegal meraih trofi perdana di Piala Afrika, dia juga menuntaskan kegagalan pada 2019.

Pada Piala Afrika 2019, tim berjulukan The Lions of Teranga itu juga berhasil menembus final. Namun, Sadio Mane dkk. gagal keluar sebagai kampiun karena takluk 0-1 dari Aljazair.

 

2 dari 4 halaman

Dukungan Rekan Satu Tim

Kiper Mesir, Mohamed Abogabal (tengah) menangkap bola dari ancaman striker Senegal, Sadio Mane dalam laga final Piala Afrika 2021 di Stade d'Olembe, Yaounde, Kamerun (6/2/2022). (AP/Themba Hadebe)

Sadio Mane menyebut keberhasilan Timnas Senegal di Piala Afrika 2021 tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain. Selain itu, Mane mendapat dukungan dari rekan satu timnya ketika gagal membobol gawang Mesir lewat titik putih pada menit ketujuh.

"Ketika saya gagal mengeksekusi penalti pertama pada menit ketujuh, itu merupakan pukulan besar bagi saya. Tetapi rekan satu tim datang kepada saya dan berkata 'Sadio, kita kalah bersama dan kita menang bersama. Kami tahu kamu. Kamu telah melakukan terlalu banyak untuk tim, ayo teruskan," kata Mane.

"Itu membuat saya lebih kuat dan saya pikir itu membuat perbedaan ketika saya mendapatkan penalti yang kedua," lanjutnya.

"Semua pemain datang kepada saya dan berkata 'Sadio, kami mempercayai kamu' dan itu memberi saya lebih banyak motivasi. Trofi ini milik seluruh tim Senegal - semua orang pantas mendapatkannya," ucap Sadio Mane.

 

3 dari 4 halaman

Sosok yang Rendah Hati dan Dermawan

Senegal sukses melangkah ke final Piala Afrika 2021 usai mengalahkan Burkina Faso di Ahmadou Ahidjo Stadium, Yaounde, Kamis (3/2/2022) dini hari WIB. Penyerang Liverpool, Sadio Mane jadi aktor penting usai tampil gemilang pada laga tersebut. (AFP/Kenzo Tribouillard)

Meski telah bergelimang prestasi dan kekayaan, Sadio Mane dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dermawan. Dia kerap kali memberikan donasi untuk kampung halamannya.

Mane pernah menyumbangkan 45 ribu euro untuk komite nasional penanggulangan COVID-19 di Senegal. Selain itu, Sadio Mane memberikan uang 450 ribu poundsterling untuk membangun rumah sakit di sebuah desa di Senegal.

Mantan pemain Southampton tersebut juga memberikan 200 ribu poundsterling untuk membiayai sekolah anak-anak di desarnya, Bambali.

"Pendidikan sangat penting. Inilah yang akan memungkinkan kamu untuk memiliki karier yang bagus," kata Mane dalam pidato yang dibacakan oleh sang paman, Sana Toure.

Meski banyak membantu Senegal, Sadio Mane tak ingin aksi sosialnya tersebut diketahui media. Bahkan, Mane pernah menolak wawancara yang ingin dilakukan media Inggris, The Telegraph, terkait donasinya tersebut.

"Saya tidak ingin melakukan donasi itu untuk publisitas," kata Sadio Mane singkat.

 

4 dari 4 halaman

Aksi Terpuji Lainnya

Penyerang Senegal, Sadio Mane bermain dengan bola saat latihan untuk pertandingan semifinal Piala Afrika 2021 di stadion Ahmadou Ahidjo di Yaounde, Kamerun, Selasa (1/2/2022). Senegal akan menghadapi Burkina Faso di babak semifinal Piala Afrika 2021, Kamis 3 Februari 2022. (AP Photo/Sunday Alamba)

Tak hanya memberikan sumbangan, Sadio Mane juga tak segan menolong dengan tenaganya. Pemain berusia 29 tahun tersebut pernah tertangkap kamera membersihkan area kamar mandi dan tempat wudhu sebuah masjid di Liverpool pada September 2018.

Mane juga menolong staf Timnas Senegal dengan membawakan air untuk rekan setimnya, jelang duel kontra Kongo pada kualifkasi Piala Afrika, November 2019.

Selain itu, Sadio Mane tak terlalu menyukai barang-barang mewah dan juga pernah menyumbangkan 300 jersey Liverpool untuk anak-anak di Senegal jelang final Liga Champions 2018.

Sumber: Sportbible, BBC Sport

Berita Terkait