Cerita Heru Joko Mendirikan Viking Persib Club: Berawal dari Hasrat Away Ramai-ramai

oleh Erwin Snaz diperbarui 18 Feb 2022, 12:00 WIB
Ketua Viking Persib Club, Heru Joko. (Bola.com/Muhammad Faqih)

Bola.com, Bandung - Viking Persib Club tentu sudah tidak asing lagi di kalangan suporter sepak bola Indonesia. Pendukung Persib Bandung ini tidak pernah absen dalam mendukung tim kesayangan mereka.

Terlebih sebelum virus corona melanda Tanah Air, anggota Viking yang sudah tersebar di mana-mana itu, selalu ada mendampingi Persib saat berlaga, baik kandang maupun tandang.

Advertisement

Viking Persib Club merupakan sebuah organisasi sekelompok bobotoh yang berdiri pada 17 Juli 1993. Berdirinya Viking ini tidak lepas dari peran para bobotoh yang cukup fanatik, salah satunya Heru Joko dan Alm. Ayi Beutik.

Kenapa dibentuk Viking Persib Club? Dalam channel Youtube Tiento, Heru Joko sebagai Ketua Umum Viking Persib Club membeberkan awal berdirinya Viking.

Semua itu kata Heru berawal dari sekelompok orang yang sama-sama mencintai Persib Bandung dan selalu menyaksikan tim berjulukan Maung Bandung saat berlaga di Stadion Siliwangi Bandung.

"Rumah saya dekat Stadion Siliwangi, di daerah Cibangkong, waktu saya kecil itu kalau nonton Persib Bandung ke Stadion Siliwangi tinggal jalan kaki. Itu sudah keseharian saya kalau Persib main selalu berbondong-bondong dari daerah saya, Cibangkong dan menjadi tradisi," kata Heru Joko.

2 dari 4 halaman

Kenangan di Solo dan Stadion Siliwangi

Heru Joko, Ketua Viking Persib Club. (Bola.com/Erwin Snaz)

Pada tahun 90-an lanjut Heru, bersama rekan-rekannya di Cibangkong memiliki hasrat untuk menyaksikan Persib Bandung di luar Kota Bandung yakni ke Solo. Itu menjadi nonton kali pertamanya Persib di luar kota Bandung.

"Ketika di Stasiun Kereta Api, ternyata banyak suporter Persib juga yang mau berangkat, saya baru tahu kalau away banyak juga. Dari situ terbersit lah harus bikin yang teroganisasi, waktu itu saya masih remaja SMA kelas 3," kata Heru.

Terlebih saat tiba di Solo kata Heru ada sekelompok suporter dengan tulisan Arseto Fans Club. Dari situ kata Heru semakin terbesit untuk membuat kelompok suporter, tepatnya tahun 1993.

"Apalagi waktu itu Stadion Siliwangi lagi ramai-ramainya banyak suporter di mana-mana dan sampai sekarang Alhamdulillah Viking sudah berdiri 30 tahun lebih," seloroh Heru sambil tersenyum.

3 dari 4 halaman

Menjamur

Bobotoh Persib saat pertandingan melawan Arema FC pada laga persahabatan di Stadion GBLA, Bandung, Minggu (18/3/2018). Persib menang 2-1 atas Arema. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sampai akhirnya kelompok suporter Persib Bandung yang lain juga muncul seperti halnya Bomber, The Bombs, dan ada juga bobotoh yang tidak masuk organisasi.

"Tetapi walaupun beda kami kenal dekat sama semuanya dan berhubungan baik karena pada prinsipnya mendukung Persib," cetus Heru.

Heru mengaku sejak memimpin Viking Persib Club banyak suka duka yang dialami, terlebih dalam perjalananya dari tahun 90an hingga saat ini banyak anggota Viking gabung dari generasi ke genarasi.

Meski demikian ayah dari dua anak ini senang menjalaninya dalam memimpin Viking Persib Club karena itu kata dia merupakan dunianya sejak masa remaja.

"Di Viking saya bisa mengenal banyak orang, bisa lebih dekat dengan dunia persupoteran Indonesia. Menjalaninya ya mengalir saja karena awal berdirinya sama saya, jadi saya paham dengan keadaan Viking," kata Heru.

"Riak-riak dalam kelompok itu pasti ada, tapi karena niat kami ujung-ujungnya mendukung Persib, jadi gampang untuk memfasilitasi keinginan mereka semua," tambah Heru.

Heru berharap Viking yang dipimpinnya tumbuh semakin besar sebagai suporter yang solid, kompak, dan tetap cinta damai dalam mendukung tim kebanggaannya, Persib Bandung.

4 dari 4 halaman

Intip Posisi Tim Favoritmu