Curhat Gianluigi Donnarumma Setelah Jadi Penyebab PSG Terdepak dari Liga Champions

Gianluigi Donnarumma dianggap sebagai penyebab kegagalan Paris Saint-Germain di Liga Champions musim ini.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 12 Maret 2022, 12:15 WIB
Kiper PSG Gianluigi Donnarumma gagal menghentikan tembakan striker Real Madrid Karim Benzema pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (10/3/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Paris - Gianluigi Donnarumma dianggap sebagai penyebab kegagalan Paris Saint-Germain di Liga Champions musim ini. PSG gagal lolos ke perempat final turnamen elite tersebut setelah takluk dari Real Madrid.

Menjalani laga leg kedua 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (11/3/2022) dini hari WIB, Les Parisiens mengawali duel dengan baik. PSG unggul lebih dulu lewat aksi Kylian Mbappe pada menit ke-39.

Advertisement

Gol Mbappe tersebut membuat Paris Saint-Germain unggul agreat 2-0. Kualitas pemain yang dimiliki seharusnya membuat PSG bisa mempertahankan margin skor, bahkan menambahnya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, Real Madrid bisa memperkecil agregat skor menjadi 2-1 berkat gol yang dicetak Karim Benzema pada menit ke-61.

Gol tersebut disebabkan oleh Donnarumma yang mengontrol bola terlalu lama di kotak penalti PSG hingga berhasil direbut Benzema. Striker asal Prancis itu mencetak dua gol tambahan pada menit ke-76 dan 78' yang membuat Real Madrid menang 3-1.

Kemenangan tersebut membuat Real Madrid berbalik unggul dalam agregat skor menjadi 3-2. Mereka pun berhak melaju ke babak perempat final, sementara Gianluigi Donnarumma dkk. harus pulang dengan tangan hampa.

 


Kata-kata Donnarumma

Gianluigi Donnarumma menggegerkan Melanisti usai dirinya memilih hengkang dari AC Milan menuju PSG. Namun, kiper utama Italia ini, harus kalah bersaing dengan Keylor Navas. Ia tercatat baru bermain sebanyak lima kali dengan menorehkan satu clean sheet. (AFP/Franck Fife)

Seandainya Gianluigi Donnarumma tidak melakukan kesalahan fatal tersebut, Real Madrid mungkin takkan kepikiran mampu keluar sebagai pemenang. Alhasil, kiper asal Italia tersebut menjadi sasaran kritik dari berbagai penjuru.

Hari pertandingan telah berlalu, dan Donnarumma akhirnya angkat suara. "Tersingkir dari Liga Champions adalah sebuah pukulan. Dua hari terakhir tidak mudah, tapi justru di masa-masa sulit ini kami menjadi lebih kuat."

"Sekarang, kami harus memikirkan masa sekarang, menjuarai Ligue 1, memberikan semua seperti yang selalu saya lakukan untuk seragam ini, klub ini, dan fans kami. Mari memulai dari awal lagi, bersama! Allez Paris," tulisnya di Instagram.

 


Membahayakan Karier

Pemain Club Brugge Noa Lang (kanan) bereaksi setelah rekan setimnya mencetak gol ke gawang Paris Saint-Germain yang dijaga Gianluigi Donnarumma pada pertandingan sepak bola Grup A Liga Champions di Parc des Stadion Princes, Paris, Prancis, 7 Desember 2021. (Anne-Christine POUJOULAT/AFP)

Kesalahan fatal semacam ini seringkali menghancurkan karier seorang pesepak bola, utamanya penjaga gawang. Tekanan yang mereka hadapi akan menjadi lebih berat dan membuat potensinya terkubur dalam-dalam.

Loris Karius tahu persis perasaan itu. Dua blunder fatalnya pada final Liga Champions 2018 membuat Liverpool kalah dari Real Madrid. Sejak saat itu, performanya di bawah mistar gawang tak pernah lagi sama.

Ini membahayakan karier Gianluigi Donnarumma. Apalagi, ia bakal tampil dalam panggung yang menentukan bersama Timnas Italia pada play-off kualifikasi Piala Dunia 2022. Dia tidak boleh melakukan kesalahan lagi di fase hidup dan mati itu.

Sumber: Instagram

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis/Published: 12/03/2022)

Berita Terkait