BRI Liga 1: Ridho Pakai Nomor Punggung 88 di Bali United karena Pilihan Sang Ibunda

oleh Alit Binawan diperbarui 05 Mei 2022, 09:15 WIB
Penjaga gawang Bali United Nadeo Arga Winata bertukar jersey dengan mantan penjaga gawang Madura United M. Ridho usai pertandingan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Kompyang Sujana Denpasar. (Bola.com/Maheswara Putra)

Bola.com, Jakarta - Perlahan tapi pasti, Bali United mulai mengumumkan pemain anyar mereka untuk musim depan. Yang pertama adalah penjaga gawang asal Pekalongan, Jawa Tengah, M. Ridho Djazulie.

Ridho diperkenalkan pada Rabu sore (8/5/2022). Di Bali United, Ridho akan memakai nomor punggung 88. Menurut Ridho, nomor punggung tersebut baru pertama kali digunakan selama dia menjadi pesepak bola profesional.

Advertisement

Alasannya adalah nomor punggung tersebut belum memiliki tuan di Bali United. Alasan lain yaitu nomor punggung 88 adalah pilihan dari Ibundanya.

"Ini nomor punggung untuk saya seumur hidup. Waktu itu Pak Yabes (CEO Bali United) memberikan nomor yang tersedia. Ada beberapa pilihan. lalu saya teruskan ke ibu saya agar dia yang memilih. Akhirnya ibu saya memilih nomor punggung 88," terangnya.

Angka delapan cukup spesial bagi Ridho. Sebab menurut kepercayaan, angka delapan tidak terputus dan bisa mendatangkan rezeki yang mengalir tanpa henti. "Dari situ juga saya pilih nomor punggung tersebut," ungkapnya.

Disamping itu, Ridho mengingat wejangan dari mantan pemain Timnas Indonesia Elie Aiboy yang pada tahun 2014-2015 berada dalam satu tim dengan Ridho di Persip Pekalongan.

"Bang Elie waktu itu beritahu kalau nomor delapan adalah nomor keramatnya. Kepercayaannya, rezeki tidak terputus," terang penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Motivasi dan Kompetisi Internal

Penjaga gawang Madura United, Muhammad Ridho Djazulie. (Bola.com/Aditya Wany)

Terlepas dari pemilihan nomor punggung 88, ada motivasi besar Ridho untuk memantapkan pilihan berlabuh ke Serdadu Tridatu. Bermain di Piala AFC menjadi salah satu motivasi tersendiri untuknya.

Pada akhirnya, dia merasakan bertarung di kompetisi antarklub Asia untuk pertama kalinya. "Perdana ini saya bermain di AFC Cup. Jadi motivasi tersendiri untuk saya dan saya wajib memberikan performa terbaik," ujarnya.

Langkah yang tidak mudah bagi Ridho berada di skuad Serdadu Tridatu. Persaingan akan lebih kompetitif karena sosok Nadeo Arga Winata, Rakasurya, dan penjaga gawang muda jebolan Bali United U-18 Komang Aryanta.

Dia sadar akan persaingan yang cukup ketat. Disamping itu dia harus bisa menjadi pengayom yang baik untuk Komang Aryanta sebagai penjaga gawang muda.

"Pastinya mereka berdua (Nadeo dan Rakasurya) mempunyai karakter permaian yang berbeda. Saya tahu perkembangan Nadeo seperti apa karena sempat satu tim dengan dia. Bagaimana kami berproses, itu jadi salah satu faktor penting," jelas mantan penjaga gawang Borneo FC dan Madura United ini.

"Di sisi lain, saya ingin memberikan yang terbaik untuk Bali United. Saya ingin memberikan tekanan kepada Nadeo dan Raka agar bisa terus semangat serta kerja keras dalam latihan. Di rumus hidup saya, tidak ada persaingan. Saya mau itu semua penjaga gawang bisa bekerja keras sama-sama dan bekerjasama di Bali United agar menjadi lebih baik lagi," tutupnya.

3 dari 3 halaman

Posisi Bali United Musim Lalu

Berita Terkait