Kisah Pelanggaran Super Kocak di Piala Dunia: Kiper Peru Sampai Dijuluki Si Gila

oleh Suharno diperbarui 02 Agu 2022, 08:25 WIB
Trofi Piala Dunia FIFA Qatar dipamerkan saat Trophy Tour by Coca-Cola kick-off hari ini dengan first stop event di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (12/5/2022). (AP Photo/Kamran Jebreili)

Bola.com, Jakarta - Pelanggaran super lucu pernah terjadi di Piala Dunia 1978. Pelakunya adalah penjaga gawang Timnas Peru, Ramon Quiroga, yang meiliki julukan El Loco atau Si Gila.

Di Amerika Selatan julukan El Loco akan tersemat pada pesepak bola yang memiliki momentum aneh dalam sejarah kariernya. Julukan El Loco secara negatif pernah tersemat kepada striker Argentina Martin Palermo.

Advertisement

Palermo pernah gagal mengeksekusi tiga kali tendangan penalti dalam satu pertandingan. Momentum ini yang membuat publik sepak bola Amerika Latin menyebutnya dengan El Loco.

Lalu untuk sisi positif julukan El Loco pernah disandang striker Uruguay, Sebastian Abreu. Tendangan penalti panenka-nya di Piala Dunia 2010 menjadi penentu Uruguay masuk ke semifinal sejak terakhir kali 40 tahun lalu.

Meski julukan Si Gila identik dengan seorang striker, kiper Peru Ramon Quiroga mendapatkannya karena pelanggaran terlucu. Mari kenang sejenak apa yang dilakukannya di Piala Dunia.

 

2 dari 5 halaman

Aksi Ramon Quiroga

Julukan El Loco bagi seorang penjaga gawang tentu bukan berkonotasi positif seperti Sebastian Abreu. Akan tetapi, julukan yang disandang Ramon Quiroga lebih berkonotasi negatif serupa Martin Palermo.

Ramon Quiroga tampil penuh dalam tiga babak penyisihan grup melawan Skotlandia, Belanda, dan Iran. Peru akhirnya menduduki juara grup setelah meraih 5 poin dari dua kemenangan dan sekali hasil imbang.

Gawang Peru juga hanya kebobolan dua gol berkat aksi brilian Ramon Quiroga. Tidak hanya pertahanan yang bagus, Peru juga tampil produktif dengan mencetak 6 gol.

 

3 dari 5 halaman

Jadi Bulan-bulanan

Di babak penyisihan grup kedua, permainan Peru berubah drastis. Ramon Quiroga jadi bulan-bulanan Argentina, Brasil, dan Polandia.

Mereka selalu kalah di tiga pertandingan tersebut. Peru akhirnya gagal lolos ke babak final atau perebutan tempat ketiga serta harus angkat koper dari Argentina.

Namun ada momen unik pada babak penyisihan kedua atau 8 besar ini yang membuat Quiroga mendapat sebutan Si Gila. Momen tersebut terjadi saat Peru menghadapi Polandia.

 

4 dari 5 halaman

Quiroga Panik

Setelah kalah telak 0-3 dari Brasil, Peru harus menghadapi Polandia. Mereka  tertinggal 0-1 dan berusaha mengejar dengan mengurung pertahanan Polandia.

Sang penjaga gawang Ramon Quiroga juga maju ke depan untuk mengurung pertahanan lawan. Petaka datang di menit ke-89, saat striker Polandia Grzegorz Lato yang lolos dari pengawalan berusaha mengejar bola.

Quiroga yang panik karena bisa saja Lato melepaskan tendangan jarak jauh untuk menjebol gawang yang kosong memutuskan melakukan pelanggaran. Dia menarik baju Lato hingga lawannya itu tidak bisa mengejar bola.

 

5 dari 5 halaman

Pelanggaran Terlucu

Quiroga tidak mempedulikan bakal mendapat kartu kuning akibat pelanggarannya ini. Hal tersebut supaya Peru tidak kebobolan lagi meski akhirnya harus kalah 0-1 dari Polandia.

Di laga terakhir, Peru akhirnya kalah telak 0-6 dari tuan rumah Argentina. Hal tersebut membuat Quiroga dan skuad Peru harus pulang cepat.

Setelah laga melawan Polandia, media di Peru dan Amerika Selatan memberikan julukan El Loco kepada Quiroga.

Sumber: Planet Football 

Berita Terkait