7 Manajer Belanda yang Pernah Ditendang Klub Liga Inggris, Erik ten Hag Berikutnya?

oleh Rizki Hidayat diperbarui 16 Agu 2022, 09:15 WIB
Manchester United - Erik ten Hag lesu (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Erik ten Hag mengawali kariernya sebagai manajer Manchester United dengan dua kekalahan beruntun di Premier League. Jika MU kembali menelan hasil minor, Ten Hag pun terancam dipecat.

Tim Setan Merah baru saja menderita kekalahan memalukan 0-4 dari Brentford di Gtech Community Stadium, Sabtu (13/8/2022) malam WIB. Mereka kebobolan empat gol dalam kurun waktu 35 menit.

Advertisement

Ini merupakan kekalahan kedua Manchester United di Premier League musim ini. Pada laga pertama, MU dipaksa menyerah 1-2 dari Brighton and Hove Albion di Old Trafford.

Kekalahan dari Brentford membuat MU belum meraih poin di Premier League musim ini. Cristiano Ronaldo dkk. terpuruk di posisi juru kunci klasemen dengan nol poin.

Hasil buruk tersebut memunculkan spekulasi baru terkait posisi Erik ten Hag di Old Trafford. Paddy Power, dilansir The Sun, memprediksi Ten Hag bakal menjadi manajer pertama yang dipecat di Premier League musim ini.

Jika hal itu terjadi, Erik ten Hag akan meneruskan jejak pelatih Belanda yang dipecat klub Premier League. Sebelumnya, sudah ada beberapa pelatih Belanda yang gagal dan dipecat klub Premier League.

 

2 dari 9 halaman

Frank de Boer

Frank de Boer. Pelatih berusia 51 tahun yang kini berstatus tanpa klub ini terakhir menjadi pelatih Timnas Belanda di ajang Euro 2020. Di Liga Inggris, ia sempat membesut Crystal Palace pada awal musim 2017/2018. Hanya bertahan 4 laga, ia dipecat pada 11 September 2017. (AFP/Paul Ellis)

Frank de Boer datang ke Crystal Palace pada musim panas 2017. Dia menggantikan Sam Allardyce yang pergi setelah membantu Palace terhindar dari degradasi pada musim sebelumnya.

Namun, De Boer gagal mengangkat performa timnya. The Eagles menelan empat kekalahan beruntun di Premier League dan tidak bisa mencetak gol.

De Boer akhirnya diberhentikan meski baru bekerja 77 hari di Selhurst Park. Dia dianggap menjadi satu di antara pelatih terburuk pada era Premier League.

 

3 dari 9 halaman

Martin Jol

Martin Jol memberi instruksi kepada Robbie Keane ketika masih bekerjsama di Tottenham Hotspur, 8 April 2006. AFP PHOTO/ODD ANDERSEN

Martin Jol pertama kali berkarier di Premier League bersama Tottenham Hotspur. Dia total membuat 148 pertandingan bersama Spurs.

Setelah menangani Hamburger SV dan Ajax, Jol kembali ke Premier League dengan Fulham pada 2011. Namun, kariernya di Craven Cottage tidak berlangsung lama.

Jol dipecat pada Desember 2013 setelah Fulham menerima serangkaian hasil buruk. Kekalahan 0-3 dari West Ham menjadi laga terakhirnya bersama Fulham.

 

4 dari 9 halaman

Rene Meulensteen

Rene Meulensteen. Eks asisten Alex Ferguson di Manchester United pada periode 2007-2013 ini diangkat sebagai pelatih Fulham pada November 2013 menggantikan Martin Jol yang dipecat. Ia bertahan hanya 75 hari dengan meraih 3 kemenangan, 1 hasil imbang dan 9 kali kalah dari 13 laga. (AFP/Glyn Kirk)

Rene Meulensteen pernah bekerja sama dengan Sir Alex Ferguson di Manchester United. Dia kemudian diangkat menjadi manajer Fulham pada 2013.

Meulensteen datang ke Craven Cottage untuk menggantikan Martin Jol yang dipecat. Tetapi, Meulensteen hanya sanggup meraup 10 poin dari 13 pertandingan di Premier League.

Hal itu membuat Meulensteen digantikan Felix Magath setelah 75 hari. Pada akhir musim, Fulham harus terdegradasi setelah menempati posisi ke-19 di Premier League.

 

5 dari 9 halaman

Dick Advocaat

Dick Advocaat. Pelatih berusia 74 tahun yang baru saja diangkat sebagai penasihat teknik FC Utrecht pada Maret 2022 ini pernah membesut Sunderland di Liga Inggris mulai Maret hingga Oktober 2015. Ia sukses menghindarkan tim dari degradasi pada akhir musim 2014/2015. (AFP/Lindsey Parnaby)

Dick Advocaat pernah mengantarkan PSV Eindhoven, Rangers, dan Zenit St Petersburg meraih sejumlah gelar. Meski begitu, kariernya di Premier League bersama Sunderland tak terbilang bagus.

Advocaat melatih Sunderland pada 17 Maret 2014 menggantikan Gustavo Poyet yang dipecat. Dia berhasil menyelamatkan The Black Cats dari degradasi pada akhir musim.

Musim berikutnya, Advocaat justru dipecat setelah Sunderland terpuruk di zona degradasi. Mereka hanya meraih tiga poin dari delapan pertandingan.

 

6 dari 9 halaman

Louis van Gaal

Louis van Gaal. Pelatih berusia 70 tahun yang kini menangani Timnas Belanda sejak Agustus 2021 dan baru saja diketahui mengidap kanker prostat ini pernah membesut Manchester United di Liga Inggris. Ia menggantikan David Moyes pada awal musim 2014/2015 dan bertahan hingga Mei 2016. (AFP/Oli Scarff)

Manchester United merekrut Louis van Gaal setelah menangani Timnas Belanda di Piala Dunia 2014. Dia menggantikan David Moyes yang dinilai gagal meneruskan kejayaan Sir Alex Ferguson di Old Trafford.

Kedatangan Van Gaal membawa harapan baru. Namun, performa Manchester United di bawah asuhan meneer berusia 71 tahun tersebut dianggap kurang memuaskan.

Louis van Gaal akhirnya dipecat pada 2016 setelah mengantarkan Tim Setan Merah meraih gelar Piala FA. Itu merupakan satu-satunya trofi yang berhasil dipersembahkan Van Gaal untuk MU.

 

7 dari 9 halaman

Ruud Gullit

Sukses bersama AC Milan dengan meraih tiga gelar trofi Serie A sebagai pemain, Ruud Gullit justru gagal meraih trofi sebagai pelatih saat menukangi Chelsea dan Feyenord. (Doug Pensinger/Getty Images/AFP)

Rudd Gullit menjadi manajer Chelsea pada 1996. Dia dipilih untuk menggantikan Glenn Hoddle yang menangani Timnas Inggris.

Tahun pertama, Gullit mampu meraih kesuksesan secara instan. Dia berhasil mempersembahkan Piala FA untuk klub pada 1997 dan finis di tempat keenam di Premier League.

Memasuki musim kedua, hubungan Gullit dengan manajemen klub merenggang. Pada Februari 1998, dia akhirnya dipecat dan digantikan Gianluca Vialli.

 

8 dari 9 halaman

Ronald Koeman

Ronald Koeman. Pelatih berusia 59 tahun yang kini berstatus tanpa klub ini telah resmi ditunjuk menggantikan posisi Louis van Gaal sebagai pelatih Timnas Belanda usai Piala Dunia 2022 nanti. Di Liga Inggris, ia sempat membesut Everton di awal musim 2016/2017 hingga Oktober 2017. (AFP/Oli Scarff)

Ronald Koeman mengawali karier kepelatihannya di Premier League dengan menangani Southampton pada 2014. Di bawah asuhannya, The Saints mampu finis di peringkat keenam sekaligus memastikan satu tiket ke Liga Europa.

Koeman kemudian dipercaya untuk membesut Everton pada 2016. Namun, dia gagal mengangkat performa tim asal Merseyside tersebut pada musim keduanya.

Alhasil, Koeman harus angkat kaki dari Goodison Park pada Oktober 2017. Ketika Koeman dipecat, The Toffees tengah berada di zona degradasi.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta/Published: 15/08/2022)

9 dari 9 halaman

Simak Posisi Klub Favorit Kamu di Bawah Ini:

Berita Terkait