4 Tim Tangguh yang Gagal ke Semifinal UEFA Nations League 2022 / 2023

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 28 Sep 2022, 23:03 WIB
UEFA Nations League - Prancis, Portugal, Belgia, Inggris (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah kejutan terjadi pada pekan terakhir babak penyisihan UEFA Nations League 2022/2023. Banyak tim tangguh gagal menembus semifinal karena menelan hasil negatif.

Seluruh tim sudah memainkan pertandingan pekan terakhir di babak penyisihan UEFA Nations League 2022/2023. Hasilnya adalah empat tim dinyatakan lolos ke babak semifinal.

Advertisement

Mereka adalah Kroasia sebagai juara Grup A1, Spanyol yang jadi pemuncak Grup A2. Kemudian ada Italia yang finis di pucuk Grup A3, dan Belanda yang merupakan jawara Grup A4.

Lantas, siapa saja tim top Eropa yang gagal menembus semifinal UEFA Nations League 2022/2023? Berikut ini empat di antaranya.

2 dari 5 halaman

Belgia

Kevin De Bruyne. Pada putaran final Piala Dunia 2022, Grup F dihuni oleh Belgia, Kanada, Maroko dan Kroasia. Gelandang serang Belgia berusia 31 tahun, Kevin De Bruyne menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi dari seluruh pemain di Grup F dengan nilai 85 juta Euro atau hampir setara Rp1,3 triliun. Bersama Timnas Belgia ia telah mengoleksi 91 caps dengan torehan 24 gol dan 45 assist sejak melakukan debut pada 11 Agustus 2010. (AFP/Pool/Andreas Gebert)

Belgia gagal melaju ke babak semifinal UEFA Nations League 2022/23 setelah finis di peringkat kedua,  tertinggal enam poin dari Belanda. The Red Devils hanya meraih hasil tiga kali menang dari enam pertandingan dan dua kali kalah serta satu kali imbang.

Selain gagal di UEFA Nations League, pada awal tahun ini timnas Belgia resmi turun dari peringkat ranking FIFA. Sebelumnya, Kevin De Bruyne dan kolega hampir empat tahun selalu berada di ranking teratas FIFA.

3 dari 5 halaman

Prancis

Prancis. Timnas Prancis sebagai peringkat ke-3 FIFA lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar dengan nilai skuat mencapai 978,80 juta euro atau setara sekitar Rp15,7 triliun. Di antara para pemain berusia emas, Kylian Mbappe menjadi yang paling tinggi nilainya mencapai 160 juta euro. (AFP/Franck Fife)

Prancis tak berdaya saat melawat ke markas Denmark di matchday terakhir UEFA Nations League A Grup 1. Antoine Griezmann dan kolega dipaksa bertekuk lutut oleh tuan rumah dengan skor 0-2.

Dengan demikian, Les Bleus finis di urutan ketiga Grup 1 dengan raihan lima poin dari enam laga. Juara bertahan UEFA Nations Leage itu gagal melaju ke tahapan selanjutnya. Untungnya, tim asuhan Didier Deschamps ini tetap bertahan di level teratas.

Kekalahan atas Tim Dinamit ternyata mengulang catatan buruk Prancis (1996, 1981, 2008 dan 2010), yakni menelan tiga kekalahan dalam pertandingan kompetitif dalam satu tahun.

4 dari 5 halaman

Portugal

Cristiano Ronaldo. Striker Timnas Portugal berusia 35 tahun yang sejak awal musim 2021/2022 kembali memperkuat Manchester United ini menjadi salah satu pemain aktif dengan koleksi gol terbanyak di ajang Piala Dunia dengan 7 gol dari total 17 laga dalam 4 edisi Piala Dunia. Rinciannya adalah masing-masing 1 gol dicetaknya pada Piala Dunia 2006, 2010 dan 2014, ditambah 3 gol lagi pada edisi terakhir di Rusia 2018 lalu. (AP/Luis Vieira)

Cristiano Ronaldo dan kolega gagal mengantar Portugal lolos ke semifinal UEFA Nations League 2022/2023. Selecao secara dramatis tersingkir usai kalah 0-1 dari Spanyol pada laga terakhir babak penyisihan Grup 2 di Stadion Braga

Padahal, Portugal hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos. Namun, gol Alvaro Morata di pengujung laga jadi petaka bagi skuat asuhan Fernando Santos. Kekalahan tersebut amat menyakitkan bagi Portugal. Terlebih Selecao punya banyak peluang.

Dengan hasil itu, Portugal harus puas mengakhiri UEFA Nations League A Grup 2 dengan raihan 10 poin dan bertengger di posisi runner-up.

5 dari 5 halaman

Inggris

Harry Kane. Striker Timnas Inggris berusia 35 tahun yang sejak awal kariernya pada 2010/2011 menjadi milik Tottenham Hotspur ini menjadi salah satu pemain aktif dengan koleksi gol terbanyak di ajang Piala Dunia dengan 6 gol dari total 6 laga dalam 1 edisi Piala Dunia, yaitu edisi 2018 di Rusia lalu. (AP/Alastair Grant)

Inggris menjadi tim paling nelangsa. Bukan hanya tidak bisa lolos dari fase grup, tim asuhan Gareth Southgate ini malah terdegradasi dari Liga A ke Liga B.

Kekalahan dari Italia menyebabkan timnas Inggris turun kasta ke Liga B UEFA Nations League musim depan. The Three Lions degradasi lantaran mendekam di dasar klasemen Grup C dengan raihan tiga poin dari enam laga di fase grup.

Hasil seri lawan Jerman di matchday terakhir semakin memperburuk tren performa timnas Inggris yang sudah dipastikan terdegradasi ke Liga B pada UEFA Nations League musim depan. Harry Kane dan kolega, menyelesaikan kampanye di UEFA Nations League dengan catatan tidak pernah menang enam laga beruntun.

Disadur dari: Bola.net (Yoga Radyan, Published 28/9/2022)

Berita Terkait