Karier Hancur Berantakan Karena Narkoba dan Temperamental, Ini 6 Pemain yang Tak Layak Jadi Panutan

oleh Choki Sihotang diperbarui 12 Okt 2022, 08:43 WIB
5. Ricardo Quaresma - Pemain asal Portugal ini terbilang gagal bersinar di Barcelona dan juga Chelsea. Di Barca hanya bertahan selama satu musim dengan 26 laga sedangkan bersama The Blues cuma mampu menorehkan lima penampilan. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Berusia 37 tahun, Cristiano Ronaldo masih terus berjuang menampilkan permainan terbaiknya. Meski usianya sudah tidak muda lagi, Ronaldo tidak ingin kalah dibandingkan pemain lainnya.

Ronaldo memang memiliki bakat yang luar biasa, tetapi hal itu tentu saja juga berkat kerja kerasnya. Daya juang dan determinasi ini yang membuat CR7 tetap tampil sebagai pemain papan atas di senja kariernya.

Advertisement

Karier Ronaldo bisa menjadi contoh bagi para pemain muda. Mereka harus memerhatikan kalau bakat dan cepat puas dengan pencapaian adalah dua hal yang harus diatur agar tak merugikan.

 

2 dari 8 halaman

Tak Sekadar Bakat

Jika hanya mengandalkan bakat tanpa kerja keras dan cepat puas dengan pencapaiannya, sang pemain menuju ke ambang akhir karirnya. Hal ini pernah dirasakan sejumlah pemain sepak bola asal Eropa.

Berikut enam pemain berbakat di Eropa yang gagal memanfaatkan potensinya karena alasan tertentu, terutama tersandung narkoba dan emosional :

 

3 dari 8 halaman

1. Ricardo Quaresma

Ekspresi Cristiano Ronaldo (kanan) saat pemanasan dengan Ricardo Quaresma dan Ricardo Pereira (kiri) pada sesi latihan di Kratovo, Moskow, (12/6/2018). Portugal akan mejalani laga perdana grup B melawan Spanyol. (AFP/Francisco Leong)

Saat Cristiano Ronaldo muda merintis karier di Manchester United, ada pemain Portugal lain yang sangat berbakat. Pria bernama Ricardo Quaresma membuat lompatan dari Sporting Lisbon ke Barcelona.

Quaresma merupakan pemain yang lengkap dengan berbagai keterampilan yang mempesona. Sayangnya dia tidak bisa mengendalikan emosi dan bertengkar dengan manajer Barcelona, Frank Rijkaard hingga akhirnya terbuang ke FC Porto.

Sikap egois dan emosional membuat Quaresma sering berpindah klub. Saat di Inter Milan, Quaresma juga sempat menjadi pemain terburuk di Liga Italia Serie A tahun 2008.

 

4 dari 8 halaman

2. Antonio Cassano

Antonio Cassano. Striker berusia 39 tahun yang pensiun bersama Hellas Verona pada Oktober 2018 ini pernah berseragam Real Madrid selama dua musim pada 2005/2006 dan 2006/2007. Ia meraih 1 gelar Liga Spanyol bareng Real Madrid pada musim debutnya 2006/2007. (AFP/Philippe Desmazes)

Jika ada pemain sepak bola Italia yang gaya permainannya menakjubkan adalah Antonio Cassano. Namun dia juga sangat tempramental, yang mulai menghancurkan kariernya.

Saat pindah dari Bari ke AS Roma, Cassano juga sempat bertengkar dengan Francesco Totti dan sang manajer Fabio Capello. Meski demikian, bakatnya tetap membuat sejumlah klub besar seperto Real Madrid terpikat.

Sayangnya, dia lebih sering beraktivitas dengan dunia malam daripada sepak bola. Pada bulan Juli 2017, dia bergabung dengan Hellas Verona tetapi memutuskan pensiun beberapa hari kemudian.

 

5 dari 8 halaman

3. Royston Drenthe

Karier Royston Drenthe jadi peringatan bagi setiap pemain muda Belanda agar selalu tetap rendah hati dengan karier cemerlang. Setelah menjadi pemain muda berbakat di Feyenoord, dua beralih ke Real Madrid.

Namun penampilan pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini menurun hingga pindah ke Everton dan kini ke klub asal Abu Dhabi, Baniyas. Di Madrid, pemain yang digadang-gadang serupa Roberto Carlos tidak kuat dengan nama besar yang disandangnya.

 

6 dari 8 halaman

4. Adrian Mutu

Adrian Mutu ketika memperkuat Fiorentina menghadapi Liverpool di Liga Champions pada 29 September 2009 di Artemio Franchi, Florence. AFP PHOTO/FABIO MUZZI

Pecinta sepak bola Italia tentu tidak asing dan tak kaget dengan nama Adrian Mutu. Nama besarnya membuat Chelsea menggelontorkan dana besar demi memboyongnya dari Parma.

Striker asal Rumania ini memang memiliki bakat dan namanya bersanding dengan legenda Gheorghe Hagi. Namun, awal yang menjanjikan untuk karier Chelsea-nya hancur berkeping-keping ketika Mutu diskors klub karena penggunaan kokain.

Meski sempat kembali ke Italia bersama Fiorentina, Mutu harus menjalani larangan bermain setahun karena gagal tes doping. Kariernya menukik tajam hingga pindah ke sejumlah tim kecil. Mutu memutuskan pensiun tahun 2016 usai menjadi pemain di klub Rumania.

 

7 dari 8 halaman

5. Adam Johnson

Adam Johnson jadi pembicaraan saat meninggalkan Middlesbrough untuk Manchester City pada tahun 2010. Dia merupakan anak muda cerdas dalam sepak bola Inggris dan juga pernah memperkuat Timnas Inggris hingga 12 caps.

Kabarnya, pemain sayap ini lebih memilih gaya hidup glamour dengan pesta yang membuat kariernya menurun. Dia sempat masuk penjara karena kasus penganiayaan.

 

8 dari 8 halaman

6. Mario Balotelli

Mario Balotelli. Saat menerima Golden Boy edisi 2010, striker asal Italia ini berusia 20 tahun dan baru setengah musim menjadi pemain Manchester City usai didatangkan dari Inter Milan di awal musim 2010/2011. Pada musim 2009/2010 ia turut membawa Inter merebut treble winners. (AFP/Graham Stuart)

Seorang fenomena dari sepak bola Italia, Mario Balotelli seperti pemain yang sulit ditandingi. Hal ini yang membuat sang pemain pernah merasakan berkostum di sejumlah klub besar seperti Inter Milan, Manchester City hingga Liverpool.

Akan tetapi, sifatnya yang tidak baik, tempramental dan tidak mau diatur mulai menghancurkan kariernya. Bahkan Balotelli harus memasukkan janji untuk berprilaku baik dalam klausul kontraknya ketika banyak klub tidak menginginkannya.

Berita Terkait