PSSI Klaim Tidak Instruksikan Shin Tae-yong Mundur dari Timnas Indonesia Bila Iwan Bule Meletakkan Jabatannya

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 13 Okt 2022, 20:15 WIB
Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, memenuhi undangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Kamis (13/10/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengklaim tidak menginstruksikan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong untuk mundur jika Ketua PSSI, Mochamad Iriawan melepaskan posisinya.

Shin Tae-yong juga membela Iriawan yang didesak netizen untuk meletakkan jabatannya, dalam unggahan di akun Instagram, @shintaeyong7777 pada Rabu (12/10/2022).

Advertisement

Warganet meminta Iriawan untuk turut bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 dengan mundur dari Ketua PSSI.

"Enggak ada instruksi. Wong dia yang inisiatif," ujar Yunus Nusi di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022).

 

 

 

2 dari 4 halaman

Solidaritas Shin Tae-yong

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sonhadji menduga bahwa Shin Tae-yong bersimpati dengan Iriawan sehingga mengancam akan mundur sebagai pelatih Timnas Indonesia.

"Soal unggahan Shin Tae-yong, itu terserah beliau. Kalau mau lebih didalami, silakan tanya langsung," imbuh Sonhadji di Kantor Komnas HAM.

"Mungkin itu bentuk solidaritas Shin Tae-yong kepada Ketua PSSI. Tapi, saya tidak tahu. Silakan tanya yang bersangkutan," jelasnya.

 

 

 

3 dari 4 halaman

PSSI Dipanggil Komnas HAM

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, memenuhi undangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Kamis (13/10/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

PSSI baru saja memenuhi panggilan dari Komnas HAM untuk dimintai keterangan terkait tragedi Kanjuruhan.

Rombongan PSSI dipimpin oleh Iriawan yang beranggotakan Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, hingga Sonhadji.

PSSI datang ke Kantor Komnas HAM sekitar pukul 15.00 WIB dan keluar sekitar pukul 18.00 WIB. Iriawan kembali menghindar dari wartawan.

 

4 dari 4 halaman

Sikap Shin Tae-yong

Pertama-tama saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Saya juga seorang suami dari istri dan seorang bapak dari dua anak. Saya ingin memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga korban.

Saya ingin memberikan harapan kepada semua orang Indonesia yang tersakiti karena tragedi kali ini walaupun dukungan saya tidak dapat menjadi kekuatan yang besar bagi keluarga korban. Cara saya untuk memberi harapan adalah memberikan hasil baik dengan berprestasi di sepak bola yang masyarakat sukai.

Seseorang yang sangat mencintai sepak bola Indonesia dengan kesungguhan hati dan memberikan dukungan penuh dari belakang agar sepak bola Indonesia bisa berkembang adalah Ketua PSSI.

Menurut saya, jika Ketua PSSI harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dan mengundurkan diri, maka saya pun harus mengundurkan diri. Karena saya pikir, jika terdapat kesalahan dari rekan kerja yang bekerja sebagai satu tim, maka saya pun memiliki kesalahan yang sama.

Kita adalah satu tim. Sepak bola tidak bisa sukses jika hanya performa sebelas pemain inti saja yang bagus, bukan janya staf pelatih saja yang bagus.

Kita bisa mencapai kesuksesan ketika semuanya menjadi satu tim mulai dari pemain inti, pemain cadangan, ofisial, semua karyawan PSSI, hingga Ketua PSSI. Itulah filosofi sepak bola saya.

Sepak bola adalah satu di antara olahraga yang tidak akan bisa menang dengan hanya satu orang yang bagus kinerjanya. Saya dengan masyarakat Indonesia dapat mengembangkan sepak bola Indonesia bersama setelah saya datang ke Indonesia pada 2020. Ini adalah prestasi atau hasil yang dibuat oleh para pemain, fans, dan Ketua PSSI yang memilih saya.

Sangat disayangkan nyatanya semua tanggung jawab dialihkan ke Ketua PSSI. Dia telah mengembangkan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Dia pasti bisa mengatasi keadaan ini dengan baik.

Saya pun akan berusaha lebih keras agar sepak bola Indonesia lebih maju lagi. Saya ingin mengucapkan bahwa saya ingin memberikan dukungan penuh kepada para korban, keluarga korban, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Berita Terkait