Piala Dunia 2022: Herve Renard, Pelatih Arab Saudi yang Suka Bikin Pemain Gemetar seperti Anjing dan Jimat Kemeja Putih

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 23 Nov 2022, 10:40 WIB
Pelatih asal Prancis, Herve Renard tersenyum usai menandatangani kontrak dengan Timnas Arab Saudi di Jeddah (5/8/2019). Pria berusia 50 tahun ini resmi menangani Timnas Arab Saudi setelah sebelumnya menangani Zambia (2012) dan Pantai Gading (2015) dan Maroko. (AFP Photo/Amer Hilabi)

Bola.com, Jakarta - Arab Saudi secara mengejutkan meraih kemenangan fantastis atas Argentina pada laga pertama mereka di Grup C Piala Dunia 2022, Selasa (22/11/2022) sore WIB. Pelatih Herve Renard patut mendapatkan pujian atas apa yang anak asuhnya raih pada pertandingan tersebut.

Argentina sebetulnya tampil mendominasi sejak awal pertandingan. Tim Tango bahkan memimpin lebih dulu pada menit 10' melalui titik putih, dan jika bukan karena VAR, mereka bisa menjauh lebih dari tiga gol.

Advertisement

Arab Saudi kemudian bangkit pada babak kedua. Wakil Asia ini membukukan dua gol untuk berbalik memimpin hingga laga bubaran.

Buat Argentina, ini menghentikan 36 catatan tak terkalahkan di semua kompetisi. Sementara bagi Arab Saudi, ini adalah kemenangan keempat sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Pelatih Herve Renard adalah sosok di balik kemudi Arab Saudi. Siapakah sosok satu ini? Mengapa ia dikenal karena suka membuat pemain gemetar seperti anjing? Kenapa dirinya suka mengenakan kemeja putih?

 

2 dari 8 halaman

Dari Prancis, Inggris, Lalu ke Vietnam

Pelatih asal Prancis, Herve Renard (kanan) dan ketua Federasi Sepakbola Saudi Yasser Almisehal (kiri) saat konferensi pers di Jeddah (5/8/2019). Sebelumnya Timnas Arab Saudi ditangani oleh Juan Antonio Pizzi. (AFP Photo/Amer Hilabi)

Herve Renard menghabiskan sebagian besar tahun-tahun awalnya sebagai pelatih di tim papan bawah. Dia mulai pada tahun 1999 di klub Prancis yang kurang dikenal SC Draguignan.

Setelah membantu mereka mendapatkan tiga promosi berturut-turut, dia mengambil alih Cambridge United yang saat itu berada di divisi ketiga sepak bola Inggris. Dari sana, karier pekerja harian membawanya ke Vietnam untuk melatih Nam Dinh. Setelah beberapa bulan di Asia Tenggara, dia kembali ke Prancis di mana dia bergabung dengan tim divisi lima AS Cherbourg.

Tidak peduli di mana dia berada atau level apa yang dia latih, Renard selalu mengembangkan gaya khasnya, yakni sepak bola berbasis penguasaan bola adalah yang terpenting. Ketika para pemainnya kehilangan penguasaan bola, pressing ketat langsung diterapkan.

Untuk bermain dengan intensitas seperti itu, dia sangat menekankan pada peningkatan kebugaran, dan kemanapun dia pergi, ada perubahan dalam budaya di luar lapangan, baik dalam hal makanan dan nutrisi atau pemulihan pasca-pertandingan.

 

3 dari 8 halaman

Membuat Pemainnya Gemetar seperti Anjing

Pelatih Timnas Arab Saudi, Herve Renard, berhasil membawa timnya membungkam Argentina dengan skor 2-1 pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2022 di Lusail Iconic Stadium, Lusail, Selasa (22/11/2022) sore WIB. (AFP/JUAN MABROMATA)

Menerapkan garis pertahanan tinggi membutuhkan fisik yang kuat. Ketika menghadapi Argentina, Arab Saudi benar-benar menunjukkan hal itu. Siapa lagi biangnya kalau bukan Herve Renard.

Dalam sebuah wawancara dengan Guardian, mantan pemain Cambridge United, John Ruddy, bercerita betapa Renard begitu keras saat memberikan porsi latihan kepada anak asuhnya.

"Salah satu kenangan terbesar yang saya miliki tentang Herve Renard adalah kecepatan kerja yang tidak hanya dia tuntut dari kami, tetapi juga menunjukkan dirinya di gym. Pramusim di bawahnya adalah dan masih merupakan yang tersulit yang pernah saya lakukan," kata Ruddy.

"Herve Renard dulu meminta kami di gym melakukan plank selama dua menit dan saya ingat dibikin gemetar seperti anjing. Yang dia lakukan hanyalah tertawa dan berteriak, 'Ayo John!' Dia juga biasa melakukan sit-up selama lima menit dan dalam kondisi yang luar biasa. Sepertinya dia masih suka begitu," katanya lagi.

 

4 dari 8 halaman

Gacor saat Jadi Pelatih Tim Nasional

Pelatih asal Prancis, Herve Renard berpose dengan jersey Timnas Arab Saudi dengan nama dirinya di Jeddah (5/8/2019). Renard mundur dari kursi pelatih Maroko setelah berada tiga setengah musim dan gagal melaju di babak 16 besar Piala Afrika. (AFP Photo/Amer Hilabi)

Menang atas Argentina adalah momen lain untuk pelatih yang sering mengubah underdog menjadi pemenang, terutama tim nasional. Renard tidak selalu sukses di level klub, di mana Sochaux yang dilatih Renard terdegradasi dari divisi teratas Prancis pada tahun 2014, dan pada tahun berikutnya, dia dipecat oleh Lille setelah 13 laga.

Tetapi dengan tim nasional, ceritanya berbeda. Dia adalah satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala Afrika dengan dua negara berbeda. Pertama dengan Zambia pada 2012 dan tiga tahun kemudian dengan Pantai Gading.

Pada tahun 2016, Renard menjadi manajer dengan bayaran tertinggi di Afrika ketika dia menjadi pelatih Maroko, yang dia bimbing ke penampilan Piala Dunia pertama sejak 1998 pada 2018.

 

5 dari 8 halaman

Takhayul Kemeja Putih

Herve Renard saat masih melatih Timnas Maroko. (AFP)

Bukan hanya seragam hijau milik Arab Saudi yang bertarung di lapangan, kemeja putih Renard sepertinya akan menjadi salah satu ikon sepak bola dunia. Kemeja putih yang dikenakan tanpa kancing di bagian atas adalah semacam takhayul bagi Renard.

Dia memberi tahu Espire bagaimana dan mengapa dia mulai mengenakan kaus itu selama pertandingan.

"Zambia bermain di pertandingan kedua Piala Afrika 2010 melawan Kamerun,” kenang Renard kepada Esquire. “Saya memakai baju biru muda, tapi kami kalah 2-3, jadi di pertandingan berikutnya, saya memakai baju putih. Kami menang dan finis pertama di grup, di depan Kamerun."

"Tentu saja, saya telah kalah dalam beberapa pertandingan sejak saat itu," kata pria Prancis itu sambil tertawa.

"Mungkin saya bahkan kalah banyak. Tapi saya juga memenangkan banyak. Saya suka gaya ini tapi menurut saya cuacanya harus bagus. Ketika saya melatih di Inggris, kemeja putih pada bulan Desember tidak memungkinkan. Atau mungkin inilah alasan saya tidak berhasil di Inggris!"

6 dari 8 halaman

Persaingan di Grup C Piala Dunia 2022

8 dari 8 halaman

Video Keren