5 Pelatih di Piala Dunia 2022 yang Gajinya Paling Gila-gilaan: Demi Trofi, Cuan Mengalir Deras

oleh Choki Sihotang diperbarui 23 Nov 2022, 15:15 WIB
Piala Dunia 2022 - Gareth Southgate dan Tite (Bola.com/Bayu Kurniawan Santoso)

Bola.com, Jakarta - Oh Argentina, nasibmu Lionel Messi. Mau menang di laga perdana Piala Dunia 2022 malah meradang. Apa kabar, Lionel Scaloni?

Argentina dan Messi jadi perbincangan di seluruh dunia. Bukan karena gol, assist, atau liukan mautnya, tapi karena kekalahan memalukan dari Arab Saudi.

Advertisement

Bertanding di Stadion Lusail, Selasa (22/11), dalam laga perdana Grup C Piala Dunia 2022, Argentina takluk 1-2.

Sempat leading lebih dulu pada menit ke-10 via tendangan penalti Messi, La Albiceleste akhirnya terkubur hidup-hidup setelah Arab Saudi menyengat lewat gol balasan Saleh Al-Shehri pada menit ke-49 dan Salem Al Dawsari tiga menit berselang.

Argentina memang belum kiamat. Masih ada asa untuk lolos ke fase selanjutnya. Namun, kekalahan ini benar-benar meremukkan hati Messi cs.

Scaloni, mana Scaloni? Sebagai pelatih, pria 44 tahun ini sosok yang paling bertanggung jawab di balik aib yang mencoreng nama besar Tim Tango di kenduri tertinggi kali ini.

Soalnya, menurut Daily Star, Scaloni merupakan salah satu pelatih bergaji selangit yang datang ke Qatar. Untuk membawa pulang trofi balbalan FIFA paling bergengsi, PSSI-nya Argentina rela membayar Scaloni  2,65 juta dolar AS atau setara Rp 41,65 miliar.

Dengan pendapatan segokil itu, juara adalah harga mati bagi Scaloni. Maklum, Argentina ingin mengulang romantisme indah seperti di edisi 1978 dan 1986. Scaloni sepertinya harus paham peribahasa ini: ada uang ada barang.

Lupakan Scaloni. Kasih dia waktu buat berpikir, meracik, dan membidik kemenangan dari dua pesaing lagi yakni Meksiko dan Polandia.

Oke, sekarang yuk kita intip isi dompet pelatih lainnya di Piala Dunia 2022 yang juga digaji gila-gilaan yang membuat kamu bakal geleng-geleng kepala.

 

2 dari 7 halaman

6. Gerardo Martino (Meksiko)

Gerardo Martino datang ke Camp Nou menjelang musim 2013/2014. Meski tampil apik di awal musim, Barcelona tiba-tiba melorot di paruh kedua musim hingga akhirnya gagal menyabet gelar Liga Spanyol dan tersingkir dari perempatfinal Liga Champions. (AFP/Filippo Monteforte)

Mantan pelatih Barcelona ini digaji  2,85 juta dolar per tahun. Kalau dirupiahkan, nembus Rp44,7 miliar bos. Target jelas, Meksiko harus melangkah lebih jauh dari edisi sebelumnya.

Empat tahun lalu, Meksiko hanya bisa bertahan sampai babak 16 besar Piala Dunia 2018.

 

3 dari 7 halaman

5. Louis van Gaal (Belanda)

Louis van Gaal. Pelatih Timnas Belanda ini menjadi pelatih tertua yang akan berlaga di Piala Dunia 2022 Qatar. Saat ini ia telah menginjak usia 71 tahun dan telah membesut Timnas Belanda sebanyak 3 periode. Di periode ketiganya ini ia mulai menjabat sejak 4 Agustus 2021 menggantikan posisi Frank De Boer. Dari total 15 laga, Louis van Gaal berhasil membawa Timnas Belanda 11 kali menang dan 4 kali imbang tanpa pernah kalah. (AP/Patrick Post)

Belanda bertekad mengkahiri kutukan. Setelah tiga kali tersandung di final Piala Dunia, Belanda bernazar menaklukkan dunia di Qatar.

Memori kelam 1974, 1978, dan 2010 tak lagi jadi beban. Yang lalu biarlah berlalu. Demi ambisi, sang pelatih, dimanjakan dengan pendapatan 2,95 juta dolar atau Rp 46,2 miliar per tahun.

 

4 dari 7 halaman

4. Tite (Brasil)

Pelatih tim nasional, Adenor Leonardo Bacchi alias Tite, menetapkan sebanyak 26 pemain yang akan membela panji Selecao. Nama-nama seperti Neymar, Antony, hingga Thiago Silva masuk ke dalam skuat dan diprediksi menjadi andalan. (AFP/Carl De Souza)

Kakek tajir melintir, itulah Tite. Taktisi berusia 61 tahun ini diguyur 3,65 juta dolar atau setara Rp57,2 miliar setahun.

Wajar sih. Pasalnya, Tite mengusung misi berat ke Qatar. Neymar cs harus kembali ke kampung halaman dengan gelar juara. Tak mudah tentunya, mengingat Piala Dunia kerap diwarnai kejutan. Kekalahan Argentina dari Arab Saudi pastilah membuat tidur malam Tite terganggu.

 

5 dari 7 halaman

3. Didier Deschamps (Prancis)

Didier Deschamps pernah membawa Timnas Prancis memenangi Piala Dunia 2018. Namun, catatan gemilang tersebut tak mampu diulangi saat perhelatan Euro 2020. Les Bleus harus tersingkir di babak 16 besar. Deschamps tercatat sebagai pelatih dengan gaji tertinggi ketiga di Piala Dunia Qatar, yaitu 3,2 juta pound per tahun. (AFP/Valery Hache)

Untuk sementara, Deschamps bisa bernafas lega. Les Bleus mengawali laga Grup D dengan sempurna. Sang juara bertahan melahap Australia 4-1.

Tapi jangan senang dulu. Deschamps masih punya pekerjaan rumah yang tak ringan. Jalan masih panjang dan menegangkan. Kalau lagi sport jantung begini, cuan 3,85 juta dolar (Rp60,3 miliar) per tahun terkadang tak ada artinya.

 

6 dari 7 halaman

2. Gareth Southgate (Inggris)

Catatan terbaik Gareth Southgate saat menukangi Timnas Inggris adalah mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan runner up Euro 2020. Dengan banyaknya pemain bintang di Skuad The Three Lions, ia diharapkan mampu berbicara lebih di Piala Dunia 2022 Qatar nanti. Southgate diketahui merupakan salah satu pelatih dengan gaji paling mahal di perhelatan terbesar di dunia itu. Ia tercatat menerima upah sebesar 4,9 juta pound per tahun. (AFP/Paul Ellis)

Southgate lagi berbunga-bunga. Itu karena Inggris melimpah gol saat bentrok kontra Iran di Grup B beberapa waktu lalu.

Mengamuk, Tiga Singa menang telak 6-2. Bisa jadi, Southgate berjanji mentraktir Harry Kane dkk jika bisa tampil konsisten sepanjang turnamen.

Uang tak jadi masalah. Wong rekening Southgate setiap tahun bertambah 5,85 juta dolar (Rp 91,77 miliar) setahun.

 

7 dari 7 halaman

1. Hansi Flick (Jerman)

Hansi Flick akan menggantikan posisi Joachim Loew sebagai pelatih Timnas Jerman di Piala Dunia 2022 Qatar. Ia memiliki catatan yang cukup mentereng dengan membawa Bayern Munchen memenangi Treble Winner saat musim pertamanya menjadi juru taktik Die Roten. Sejak ditunjuk sebagai pelatih Der Panzer pada Agustus 2021, skuat asuhan Flick belum pernah merasakan kekalahan. (AFP/Christof Stache)

Nah, ini dia pelatih dengan gaji tertinggi. Flick per tahunnya disiram 6,55 juta dolar atau sekitar Rp102,7 miliar.

Dengan cuan berkarung-karung, Flick so pasti tak perlu pusing dengan harga sembako dan BBM yang terus meroket. Fokusnya cuma satu yakni Jerman juara Piala Dunia 2022. Titik.

Sumber: Daily Star

Berita Terkait