Deretan Wonderkid Timnas Indonesia Sepanjang Sejarah Piala AFF: Kejutan Boaz, Penampilan Matang Witan

oleh Hery Kurniawan diperbarui 08 Des 2022, 08:00 WIB
Timnas Indonesia - Okto Maniani, Witan Sulaeman, Boaz Solossa, Evan Dimas (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Wonderkid alias pemain muda dengan kemampuan spesial kerap menjadi pembicaraan dalam setiap turnamen. Begitu pula yang terjadi pada Piala AFF.

Timnas Indonesia memiliki wonderkid tersebut pada setiap Piala AFF. Kita kembali lagi pada edisi 1996 alias pagelaran pertama turnamen tersebut.

Advertisement

Kurniawan Dwi Yulianto yang masih berusia 20 tahun tampil menarik perhatian saat itu. Pria yang dijuluki Si Kurus itu mampu mencetak empat gol sepanjang turnamen. Bersama dengan Peri Sandria, ia menjadi top skorer Timnas Indonesia di Piala AFF 1996.

Kurniawan pun tumbuh menjadi legenda Timnas Indonesia dan legenda Piala AFF. Kurniawan mampu mencetak 13 gol di turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.

Ia menjadi pemain Indonesia dengan catatan gol terbanyak pada ajang itu. Namun, selain Kurniawan Dwi Yulianto terdapat beberapa wonderkid Timnas Indonesia yang bersinar dalam sejumlah edisi Piala AFF. Berikut ini ulasannya. 

2 dari 7 halaman

Sengatan Zaenal Arief

Zaenal Arief (kanan) total telah mengoleksi 7 gol bersama Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Ia mampu membawa skuat merah putih ke babak final pada Piala AFF 2002 dengan mencetak 6 gol. Satu gol tambahannya dilesatkan saat Piala AFF edisi 2006. (AFP/World Sport Group/Stanley Chou)

Timnas Indonesia tak pernah kekurangan striker lokal berkelas di era 1990-an hingga 2000-an. Ketika Bambang Pamungkas dan Kurniawan Dwi Yulianto masih pada era keemasan, muncul sosok Zaenal Arief di Piala AFF 2002.

Saat itu, Arief masih berusia 21 tahun. Ia menunjukkan potensi sengatan yang luar biasa. Total enam gol berhasil dicetak pemain asal Garut, Jawa Barat itu di Piala AFF 2002.

Zenal Arief dibekali skill yang mumpuni. Instingnya dalam mencetak gol pun sudah terasah sejak muda.

Sayangnya, Zaenal Arief gagal tampil konsisten. Ia hanya memiliki 23 caps di Timnas Indonesia dengan 14 gol sepanjang kariernya.

3 dari 7 halaman

Kejutan Boaz

Boaz Solossa melakukan selebrasi dengan Ilham Jaya Kesuma saat melawan Laos di penyisihan grup Piala AFF 2004. (AFP/STR)

Berbicara mengenai wonderkid sepak bola Indonesia, rasa-rasanya masih sulit untuk bisa menyaingi cerita Boaz Solossa. Pemain satu ini begitu fenomenal.

Peter Withe tiba-tiba memanggil Boaz ke skuad Piala AFF 2004. Saat itu Boaz bahkan belum lulus SMA dan belum memiliki klub profesional.

Namun, Boaz Solossa menampilkan permainan yang luar biasa. Empat gol berhasil dicetak pemain kelahiran, Sorong, Papua Barat itu.

Jika saja Boaz tidak mendapatkan tekel kejam dari Baihakki Khaizan pada leg pertama partai final, cerita Timnas Indonesia di Piala AFF 2004 sepertinya akan berbeda.

4 dari 7 halaman

Okto yang Layu Sebelum Berkembang

Pemain sayap Sriwijaya FC dan tim nasional Oktovianus Maniani seusai menjalani latihan bersama timnas Pra-Olimpiade di Senayan, Jakarta.

Okto Maniani menjaga tradisi pemain Papua di Timnas Indonesia pada Piala AFF 2010. Okto yang ketika itu masih berusia 20 tahun tampil begitu apik.

Pemain yang identik dengan kepala plontos itu punya kecepatan. Skill yang ia miliki pun di atas rata-rata.

Namun, Okto layu sebelum berkembang. Ia justru meredup ketika memasuki usia emas sebagai pesepak bola.

Selain itu, Okto pun kerap bermasalah di luar lapangan. Sesuatu yang sangat berkontribusi menghambat perkembangan kariernya.

5 dari 7 halaman

Evan Dimas Menjanjikan

Evan Dimas dkk. merayakan gol ke gawang Laos pada penyisihan Grup A Piala AFF 2014. (AFP/STR)

Piala AFF 2014 akan diingat sebagai satu di antara penampilan terburuk Timnas Indonesia. Skuad Garuda yang berisi banyak nama besar gagal lolos dari fase grup saat itu.

Padahal di Timnas Indonesia ada para pemain bintang seperti Cristian Gonzales, Sergio Van Dijk, Firman Utina, Kurnia Meiga, dan banyak nama lain.

Dari deretan bintang itu, muncul satu pemuda dengan penampilan menjanjikan. Pemuda yang dimaksud adalah Evan Dimas yang saat itu masih berusia 19 tahun.

Evan mencetak satu gol di Piala AFF 2014. Saat ini, Evan masih bermain di level tertinggi sepak bola Indonesia. Meski ia tampak harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa kembali ke Timnas Indonesia.

6 dari 7 halaman

Witan Semakin Komplet

Witan Sulaeman. Pemain sayap milik Lechia Gdansk berusia 20 tahun ini tampil penuh 90 menit. Selain menyumbang gol, pergerakannya juga mampu merepotkan dan kadang harus dijatuhkan hingga menghasilkan beberapa kali tendangan bebas. Ia layak mendapat nilai 7,5. (AFP/Roslan Rahman)

Timnas Indonesia memiliki banyak pemain muda pada Piala AFF 2020. Rataan usia skuad Garuda saat itu bahkan tidak sampai menyentuh angka 24 tahun.

Ada satu pemain muda yang menarik perhatian. Sosok yang dimaksud adalah Witan Sulaeman. Witan tampil apik di sepanjang turnamen dengan mencetak tiga gol.

Witan yang saat itu masih berusia 19 tahun tampil begitu dewasa. Ia berani dan mampu mengambil peran sebagai kreator serangan utama Skuad Garuda.

Witan Sulaeman kembali masuk ke Timnas Indonesia pada Piala AFF 2022. Peran serupa diharapkan kembali hadir dari pemain kelahiran Sulawesi Tengah ini. 

7 dari 7 halaman

Daftar Lengkap Wonderkid Timnas Indonesia di Setiap Edisi Piala AFF

- Piala AFF 1996: Kurniawan Dwi Yulianto (20 tahun)

- Piala AFF 1998: Uston Nawawi (20 tahun)

- Piala AFF 2000: Bambang Pamungkas (20 tahun)

- Piala AFF 2002: Zaenal Arief (21 tahun)

- Piala AFF 2004: Boaz Solossa (18 tahun)

- Piala AFF 2007: Atep Rizal (21 tahun)

- Piala AFF 2008: Muhammad Roby (23 tahun)

- Piala AFF 2010: Okto Maniani (20 tahun)

- Piala AFF 2012: Andik Vermansyah (21 tahun)

- Piala AFF 2014: Evan Dimas (19 tahun)

- Piala AFF 2016: Hansami Yama (21 tahun)

- Piala AFF 2018: Irfan Jaya (22 tahun)

- Piala AFF 2020: Witan Sulaeman (19 tahun)

Berita Terkait