3 Comeback Menawan Liverpool di Panggung Eropa: Pernah Bikin AC Milan dan Barcelona Mewek, Bisakah Terulang Vs Real Madrid?

oleh Aryo Atmaja diperbarui 15 Mar 2023, 06:30 WIB
Penyerang Liverpool, Mohamed Salah (tengah) berselebrasi dengan rekan satu timnya setelah mencetak gol ke gawang Rangers selama pertandingan lanjutan Grup A Liga Champions di stadion Ibrox di Glasgow, Skotlandia, Kamis, 13 Oktober 2022. Salah mencetak tiga gol dan mengantar Liverpool menang telak atas Rangers 7-1. (AP Photo/Scott Heppell)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid giliran akan menjamu Liverpool pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2022/2023 di Santiago Bernabeu, Kamis (16/3/2023) dini hari WIB. Liverpool butuh perjuangan ekstra untuk menyingkirkan sang juara bertahan.

Satu kaki Real Madrid sudah berada di perempat final berkat kemenangan telak 5-2 pada leg pertama di Anfield. Akan tetapi, Madrid tetap harus berhati-hati. Pasalnya, Liverpool siap habis-habisan di Bernabeu nanti.

Advertisement

Liverpool punya sejarah tak kalah panjang sebagai tim sukses di Liga Champions. Real Madrid boleh bangga dengan koleksi trofi terbanyak, namun The Reds juga kerap membuat kejutan sebagai tim kuda hitam.

Berbicara panggung Eropa khususnya Liga Champions, Liverpool tidak sekali dua kali melakukan comeback istimewa. Liverpool telah mencatat beberapa kesempatan mampu lolos dari lubang jarum.

Yuk simak tiga comeback menawan yang pernah dicatat Liverpool di ajang Liga Champions berikut ini:

2 dari 4 halaman

Liverpool Vs Barcelona (2019)

Barcelona. Lionel Messi dkk pernah 17 kali tampil di semifinal Liga Champions saat berseragam Barcelona. Terakhir kali mereka tampil di semifinal adalah di musim 2018/2019. Saat itu Barcelona disingkirkan Liverpool dalam dua leg dengan agregat 3-4. (AFP/Oli Scarff)

Ini adalah momen terepik yang pernah dialami oleh Liverpool. Sebelum merengkuh trofi Liga Champions, mereka sempat nyaris tersingkir ketika menghadapi Barcelona di babak semifinal.

Publik meragukan kans Liverpool melaju ke final setelah menelan kekalahan telak di leg pertama dengan skor 0-3. Tetapi, keajaiban datang pada pertemuan kedua di mana Liverpool mengalahkan Barcelona dengan skor telak 4-0.

Kemenangan the Reds diawali gol cepat Divock Origi pada menit ke-7. Liverpool sudah unggul tiga gol saat pertandingan berjalan selama 56 menit berkat berkat Brace Giorginio Wijnaldum. Origi mencetak gol lagi di menit ke-79 dan mengantarkan Liverpool ke babak final.

3 dari 4 halaman

Liverpool Vs Villarreal (2016)

Bek Villarreal Pervis Estupinan (tengah) berebut bola dengan bek Liverpool Ibrahima Konate pada leg kedua semifinal Liga Champions di Estadio de la Ceramica atau El Madrigal, Rabu (4/5/2022) dini hari WIB. Liverpool lolos ke final usai hampir kena comeback sebelum menang 3-2. (AP Photo/Alberto Saiz)

Liverpool pernah berada di situasi kritis ketika bertemu Villarreal dalam babak semifinal Liga Europa tahun 2016. Di pertemuan pertama, the Reds tumbang dengan skor tipis 0-1 setelah Adrian Lopez mencetak satu-satunya gol pada masa injury time.

Membalikkan situasi dalam keadaan tertinggal satu gol sejatinya bukan perkara yang terlalu sulit untuk dilakukan, dan Liverpool berhasil membuktikannya. Pada leg kedua yang digelar di Anfield, mereka keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0.

Kemenangan Liverpool dibuka oleh gol bunuh diri Bruno Soriano pada menit ke-7. Lalu, gol keduanya didapatkan pada menit ke-63 melalui aksi Daniel Sturridge. Adam Lallana memastikan langkah the Reds ke babak final dengan gol Adam Lallana di menit ke-81.

4 dari 4 halaman

Liverpool Vs AC Milan (2005)

"The Miracle of Istanbul" menjadi kata-kata yang selalu diingat dari final Liga Champions 2005 yang mengagumkan. Kisah perjuangan tak kenal lelah dari penggawa Liverpool dalam 120 menit pertandingan untuk mengalahkan AC Milan dalam duel adu penalti. (AFP/Filippo Monteforte)

Inilah comeback sensional paling bersejarah yang pernah dilakukan oleh Liverpool. Keajaiban terjadi di Istanbul tatkala Liverpool menaklukkan AC Milan.

Liverpool tertinggal 0-3 di babak pertama lewat gol Paolo Maldini dan brace Hernan Crespo. Pendukung The Reds kala itu telah tertunduk lesu melihat kondisi yang ada.

Meski begitu, tim asuhan Rafael Benitez tidak menyerah. Perlahan, Liverpool mulai menyicil gol demi gol, mulai dari gol  tandukan Steven Gerrard, sepakan Vladimir Smicer, hingga akhirnya gol penyama kedudukan Xabi Alonso.

Di menit 60, tanpa sadar pasukan Carlo Ancelotti telah kebobolan tiga gol dan skor kembali imbang 3-3. Pertandingan akhirnya berlanjut ke perpanjangan waktu hingga penalti.

Pada penalti penentuan, Jerzy Dudek berhasil menahan tendangan Andriy Shevchenko dan memastikan gelar juara Liverpool.

Berita Terkait