Cerita Kiper Timnas Indonesia Hadapi Argentina, Gugup Jumpa Tim Juara Dunia

oleh Aditya Wany diperbarui 22 Jun 2023, 13:30 WIB
Timnas Indonesia - Ilustrasi Ernando Ari (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Surabaya - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi, menyimpan pelajaran berharga saat menghadapi Argentina. Dia tampil penuh 90 menit dalam FIFA Matchday yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/6/2023).

Ernando sebenarnya tampil apik dengan melakukan enam penyelamatan dalam pertandingan ini. Namun, dia harus kebobolan dua kali dan pertandingan itu berakhir dengan skor 2-0 untuk Tim Tango.

Advertisement

Kiper milik Persebaya itu mengaku banyak mendapat pelajaran berharga dari Argentina. Maklum saja, para pemain yang tampil di laga itu terhitung bintang dunia meski berstatus pemain lapis kedua.

“Pelajaran yang saya ambil itu lebih banyak cepat ambil keputusan. Kami melawan negara juara Piala Dunia. Banyak-banyak baca bola. Salah satu yang penting itu harus lebih banyak memainkan bola dengan kaki,” ungkap Ernando.

2 dari 4 halaman

Hadapi Julian Alvarez

Pemain Timnas Argentina, Julian Alvarez (kiri) mengontrol bola dibayangi pemain Timnas Indonesia, Ivar Jenner dalam pertandingan FIFA Matchday 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/6/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ernando dipaksa cermat mengamati upaya serangan Argentina. Dia beberapa kali berhadapan dengan striker Julian Alvarez. Barisan pemain lain juga memberi tekanan penuh ke pertahanan Timnas Indonesia.

Di antaranya adalah Giovani Lo Celso, Leandro Paredes, Facundo Buonanotte, hingga Giovanni Simeone. Deretan pemain ini terbiasa memainkan permainan sepak bola kelas dunia karena mereka bermain di Eropa.

“Mereka tidak selalu memaksakan peluang itu ada. Kalau tidak bisa, pindah lagi, putar-putar begitu saja. Itulah kelebihan mereka. Passing dan lengket sama bola itu gila. Saya cuma melongo melihat mereka, kanan kiri, gila sekali ini,” ujar Ernando.

Argentina membuka keunggulan lewat gol yang dicetak oleh Leandro Paredes lewat tendangan jarak jauhnya pada menit ke-38. Giliran Cristian Romero (56’) yang menjebol gawang Timnas Indonesia lewat tandukan setelah memanfaatkan umpan sepak pojok Giovano Lo Celso.

3 dari 4 halaman

Timpang tapi..

Pemain Argentina, Alejandro Garnacho (kiri) berebut bola dengan pemain Timnas Indonesia, Marc Klok pada laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (19/06/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Secara permainan, Timnas Indonesia tentu saja kalah jauh dibanding Argentina. Maklum saja, tim tamu berstatus juara Piala Dunia 2022 sekaligus penghuni peringkat tertinggi FIFA, sedangkan tuan rumah hanyalah menduduki posisi ke-149.

Akan tetapi, Asnawi Mangkualam dkk. mampu tampil solid menghalau serangan yang coba dibangun oleh pemain Argentina. Para pemain Timnas Indonesia mampu bekerja sama dengan apik saat tim lawan mencoba merangsek ke pertahanan.

Timnas Indonesia juga sempat mengancam gawang Argentina pada akhir babak pertama. Ivan Jenner yang berada di dalam kotak penalti, mendapatkan bola hasil umpan dari Dimas Drajad dan langsung melepaskan tembakan ke gawang Argentina.

Namun, tembakan yang terbilang pelan itu masih berhasil dihalau oleh Emiliano Martinez meski sang kiper harus sampai terjatuh untuk mengamankan gawangnya.

4 dari 4 halaman

Babak Kedua Lumayan

Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan melakukan lemparan ke dalam pada laga FIFA Matchday melawan Argentina yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (19/06/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di babak kedua, aksi lemparan ke dalam yang dilakukan Pratama Arhan cukup efektif untuk menciptakan peluang. Para pemain Argentina juga cukup kesulitan memenangkan second-ball.

Setelah menit ke-80, Marselino Ferdinand dkk. terlihat lebih nyaman dalam memainkan bola. Argentina memang mulai menurunkan intensitas tekanannya menjelang akhir laga.

“Senang, bangga, dan juga pasti ada rasa gugup juga. Ini juga saya buat pengalaman baru di karier sepak bola saya melawan juara dunia. Saya harus mengembangkan diri untuk pertandingan yang akan datang,” ucap Ernando.

Pertandingan yang tersaji ini memang menunjukkan bahwa kedua tim sebenarnya beda kelas. Namun, hanya kebobolan dua gol saja sudah menjadi bukti bahwa Timnas Indonesia mulai bermain rapi menghadapi lawan.

Berita Terkait