Liga Italia: Pedro Ungkap Kekesalan Terhadap Jose Mourinho, Penyebab Pergi dari AS Roma dan Gabung Lazio?

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 27 Jun 2023, 19:00 WIB
Pemain Lazio, Pedro Rodriguez (kanan), berselebrasi setelah membobol gawang AS Roma pada pertandingan Liga Italia 2021/2022 di Stadion Olimpico, Minggu (26/9/2021). (AP Photo/Andrew Medichini)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Lazio, Pedro Rodriguez, memiliki hubungan yang buruk dengan pelatih AS Roma, Jose Mourinho. Sang pemain pun mengingat kembali kekecewaan dengan sikap kekanak-kanakan Mourinho.

Pedro Rodriguez adalah satu dari sejumlah pemain yang ditendang Jose Mourinho dari AS Roma pada musim panas 2021. Sebagai informasi, itu adalah musim pertama Jose Mourinho bersama Giallorossi.

Advertisement

Situasi kontrak Pedro saat itu sudah habis. AS Roma yang mendatangkan sang pemain secara gratis dari Chelsea hanya mengingatnya selama satu tahun.

Pemain asal Spanyol itu sebenarnya masih berkenan melanjutkan kariernya di AS Roma. Jose Mourinho ternyata tidak merestui.

"Dia memutuskan untuk mendepak saya," ujar Pedro kepada koran ABC.

2 dari 5 halaman

Penyebab Kekecewaan

Pedro adalah bagian dari masa keemasan Barcelona dan Timnas Spanyol. Pada 2015, ia memutuskan untuk menjalani petualangan baru bersama Chelsea dan sukses meraih gelar Liga Inggris. Setelah kontraknya habis di London, Pedro kemudian merapat ke AS Roma dengan status bebas transfer. Meski tak muda lagi, sang pemain masih mampu menunjukkan performa terbaiknya dengan mencetak 6 gol dan 7 assist. Sayangnya, ia tersingkir di era kepelatihan Jose Mourinho. Pedro pun akhirnya memilih menyeberang ke klub rival, Lazio pada musim panas 2021 dengan status gratis. (AFP/Alberto Pizzoli)

 

Bagi Pedro, tidak masuk skema pelatih baru bukanlah hal baru. Ia memaklumi hal tersebut. Hanya saja, ada hal yang membuatnya kecewa saat harus angkat kaki dari Roma, dan itu karena Jose Mourinho.

“Yang bikin saya kecewa adalah saya mencoba berbicara dengannya dan mencari tahu, kenapa saya dilepas,” jelas pemain berusia 35 tahun itu.

“Saya ingin dia mengatakannya di hadapan saya langsung. Toh, kita kan bukan anak-anak lagi,  tapi dia tidak mau. Bahkan saat itu klub tidak membiarkan saya bertemu dengannya. Hal itu sedikit aneh,” lanjutnya.

 

3 dari 5 halaman

Membelot dan Balas Dendam

Mantan pemain AS Roma yang kini berseragam Lazio yakni Pedro pun ikut merayakan kemenangan bersama burung Elang di depan para pendukung Biancocelesti yang bersorak. (AFP/Vincenzo Pinto)

Diperlakukan seperti itu tidak membuat Pedro peduli soal sejarah dan rivalitas AS Roma dan Lazio. Pedro memilih membelot ke rival sekota.

Kepindahannya ke Lazio sampai membuat Jose Mourinho dan Roma gigit jari tiga kali. Dari empat pertemuan Lazio dan Roma dalam dua musim, Roma kalah tiga kali dan hanya menang sekali.

Pedro bermain di empat laga derbi tersebut. Ia mencetak satu-satunya gol ke gawang AS Roma di pertemuan pertamanya dengan mantan klubnya itu di musim 2021/2022. Balas dendam yang menarik.

 

4 dari 5 halaman

Masih Kesal

Bek Spezia, Jakub Kiwior (dua dari kanan) ketika mencoba menahan tembakan penyerang Lazio, Pedro Rodriguez. (AFP/Vincenzo Pinto)

Semua itu membuat Pedro tidak bisa mengakui kehebatan Jose Mourinho sebagai seorang manajer.

“Jadi, kalau saya harus memilih manajer terbaik yang pernah bekerja sama dengan saya. Kalian tahu jawaban saya: Pep Guardiola,” terangnya.

Sumber: ABC

Disadur dari: Bola.net (Abdi Rafi Akmal, published 27/6/2023)

5 dari 5 halaman

Persaingan di Liga Italia

Berita Terkait