Reaksi Media Thailand terkait Sanksi AFC untuk Keributan di SEA Games 2023: Hukuman Tambahan

oleh Hery Kurniawan diperbarui 13 Jul 2023, 15:15 WIB
Papan skor yang menunjukkan skor akhir 5-2 untuk kemenangan Timnas Indonesia U-22 atas Thailand pada laga final cabor sepak bola SEA Games 2023 di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023). (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Konfederasi sepak bola Asia (AFC) menjatuhkan hukuman kepada Timnas Indonesia U-22 dan Timnas Thailand U-22. Sanksi itu sebagai buntut keributan di final SEA Games 2023 Mei lalu.

Laga yang dijuluku Battle of Phnom Penh itu memang berlangsung dengan keras. Ada 13 kartu kuning dan 7 kartu merah yang keluar dari saku wasit.

Advertisement

Timnas Indonesia U-22 meraih kemenangan besar 5-2 pada laga itu. Kemenangan yang membuat Garuda Muda membawa pulang medali emas dari ajang SEA Games 2023.

Itu adalah medali ketiga Indonesia dari cabang olahraga sepak bola dalam sejarah SEA Games. Medali yang terakhir kali diraih di Filipina 1991.

2 dari 3 halaman

Hukuman Tambahan

Sejumlah pemain dan official Timnas Indonesia U-22 bersitegang dengan pemain dan official Timnas Thailand U-22 pada laga final sepak bola SEA Games 2023 yang berlangsung di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/05/2023). (Bola.com/Abul Aziz)

Hukuman dari AFC itu memancing reaksi dari banyak pihak. Beberapa media Thailand, termasuk Matichon pun bereaksi setelah hukuman dari AFC dijatuhkan.

Mereka menyebut hukuman dari AFC sebagai hukuman tambahan. Sebab, Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) sebelumnya telah membentuk tim khusus untuk menyelediki dan mengeluarkan hukuman kepada pemain dan ofisial mereka.

"Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Thailand telah membentuk kelompok kerja untuk menyelidiki insiden tersebut dan telah menghukum lima orang. Mereka adalah Prasokchok Chokmoh, pelatih penjaga gawang, Mayed Madadada, ofisial tim, Patrawut Wongsripuek, ofisial tim. Mereka ditangguhkan dari tugas atas nama Timnas Thailand, masing-masing ditetapkan selama 1 tahun," jelas Matichon.

"Sophonwit Rakyart dan Teerapa Prueangna, pemain sepak bola, diskors dari mengikuti semua pertandingan timnas Thailand selama 6 bulan," sambung media tersebut.

3 dari 3 halaman

Hukuman dari AFC untuk Thailand

Manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji (tengah kanan) dikeroyok oleh official Timnas Thailand U-22 pada laga final SEA Games 2023 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/05/2023). (AFP/Mohd Rasfan)

Pemain Timnas Thailand U-22

  • Chayapipat Suphanphat (larangan 6 laga)
  • Purachet Todsanit (larangan 6 laga)
  • Teerapak Pruengna (larangan 6 laga)
  • Sophonwit Rakkin Rakyart( larangan 6 laga plus 1.000 dollar)

Ofisial

  • Pawchok Chokmoh (larangan 6 laga plus 1.000 dollar)
  • Bamrung Boonprom (larangan 6 laga)
  • Mayed Maddada (larangan 6 laga plus 1.000 dollar)
  • Patrawut Wongsripuek (larangan 6 laga plus 1.000 dollar)
  • Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) harus membayar denda 10.000 dollar