6 Pemain yang Diyakini Pantas Menangi Ballon d'Or tetapi Malah Gagal: Rasanya Seperti Dirampok

Berikut enam pemain yang entah bagaimana dinilai dirampok dalam pemilihan Ballon d’Or.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 27 Februari 2025, 08:15 WIB
Robert Lewandowski - Bomber Bayern Munchen ini tak perlu diragukan lagi dalam urusan mencetak gol. Saking rajinnya membobol gawang lawan, penyerang asal Polandia ini kemudian dijuluki Lewangoalski dari rekan-rekan setimnya. (AFP/Christof Stache)

Bola.com, Jakarta - Ballon d'Or adalah penghargaan individual paling bergengsi di kancah sepak bola. Namun, penghargaan tersebut tak selalu berujung diterima sosok yang tepat. 

Ballon d'Or diberikan kepada pemain yang dianggap terbaik di dunia atas penampilan sepanjang musim sebelumnya. Sayangnya, pemilihan pemenang tidak pernah semudah yang dibayangkan.

Advertisement

Selama dua dekade terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi penghargaan bergengsi tersebut. Selain mereka, ada beberapa pemain yang muncul mewarnai daftar pemenang. 

Ada pemenang yang kadang dinilai sebenarnya tidak layak mendapatkannya.

Berikut enam pemain yang entah bagaimana dinilai dirampok dalam pemilihan Ballon d’Or, seperti dikutip dari Planet Football


Vinicius Junior

Laga El Clasico yang mempertemukan Real Madrid dan Barcelona hingga kini tercatat telah berlangsung dalam 256 laga resmi di semua kompetisi yang dimulai pertama kali pada 13 Mei 1902 hingga laga terakhir pada 14 Januari 2024 lalu. Berbagai rekor pun tercipta baik di kubu Real Madrid maupun Barcelona. Di kubu Real Madrid, salah satu rekor langka yang tercipta adalah hanya ada 3 pemain Los Blancos yang mampu mencetak hattrick ke gawang Barcelona sepanjang sejarah El Clasico. Siapa saja? Ini dia daftar ketiga pemain tersebut. (AFP/Giuseppe Cacace)

Ketika Vinicius berlari melewati pertahanan Borussia Dortmund dan mencetak gol untuk memastikan Liga Champions untuk Real Madrid, Rio Ferdinand yang agak bersemangat bereaksi dengan mengatakan ia layak merebut 'Ballon d'Or 2024. Ia mengatakannya pada delapan kesempatan terpisah.

Ferdinand mendapat banyak diejek karena komentar tersebut. Namun, memang banyak yang meyakini Ballon d'Or akan jatuh ke tangan Vinicius. 

Ternyata, pada hari pengumuman pemenang, sudah bocor informasi Rodri (Manchester City dan Timnas Spanyol) yang akan merengkuh trofinya. 

Vinicius maupun delegasi Real Madrid bereaksi dengan menolak menghadiri acara di Paris. Kegagalan Brasil di Copa America mungkin yang membuat Vinicius kehilangan trofi Ballon d'Or. 


David Beckham

David Beckham sering dianggap sebegai gelandang terbaik pada generasinya. Sepanjang kariernya di Old Trafford, ia berjasa membawa 6 gelar Liga Inggris, 1 trofi Liga Champions, dan 6 piala domestik. Namun, pertikaiannya dengan Sir Alex Ferguson membuatnya hengkang dari Setan Merah. (AFP/Paul Barker)

Beckham menjadi instrumen penting buat Manchester United saat menjadi tim Inggris pertama yang memenangi treble pada 1999. 

Dia mengambil sepak pojok yang berujung gol penentu kemenangan di Liga Champions melalui Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer melawan Bayern Munchen. Dia juga mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur yang mengunci gelar Liga Champions.  

Secara keseluruhan, Beckham merampungkan musim itu dengan sembilan gol dan 20 assist di semua kompetisi. Namun, Ballon d’Or dianugerahkan kepada Rivaldo yang menjuarai La Liga bersama Barcelona.   


Thierry Henry

3. Thierry Henry - Pemain bernomor punggung 14 ini adalah mesin gol andalan The Gunners. Kesuksesan Arsenal era Arsene Wenger saat itu tak lepas dari peran kunci nya sebagai striker yang sangat mematikan di depan gawang lawan. (AFP/Odd Andersen)

Perdebatan terus berlanjut mengenai siapa yang seharusnya memenangi Ballon d’Or pada 2003. Banyak orang meyakini Henry seharusnya menang, bukan Pavel Nedved. 

Henry menampilkan performa Player of the Match di final untuk membantu Arsenal menjuarai Piala FA dan secara umum tampil elite sepanjang tahun. Nedved berperan penting dalam kemenangan Juventus di Serie A dan mencapai final Liga Champions, yang berarti Henry kehilangan posisi teratas dengan hanya 62 poin.

Fans merasa pemain Prancis itu semakin dirampok pada Ballon d'Or 2004, yang dimenangi oleh Andriy Shevchenko dari AC Milan. 


Franck Ribery

Gelandang Bayern Munchen, Franck Ribery dan Arjen Robben, merayakan gol ke gawang Sevilla pada laga leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa (3/4/2018). (AFP/JORGE GUERRERO)

Salah satu dari banyak pemain yang sayangnya menjadi korban kesuksesan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ribery bisa dibilang sebagai pemain sayap murni terbaik di dunia pada musim 2012/2013, bahkan mungkin bisa dibilang selevel dengan dua pemain besar tersebut.

Statistik bukanlah segalanya. Namun, faktanya Ribery mencatatkan 11 gol dan 23 assist dari hanya 43 pertandingan.

Ribery seperti berada di planet lain dan berperan penting saat Bayern memenangkan treble. Namun, ia hanya mampu menempati posisi ketiga, di belakang Messi yang berada di posisi kedua dan Ronaldo yang berada di posisi pertama. Tentu saja.

 

   


Robert Lewandowski

Robert Lewandowski telah menjadi salah satu pemain terbaik di dunia dalam dua tahun terakhir meski gagal mendapatkan gelar Ballon d'Or. Ia juga merupakan kunci lolosnya Bayern Munchen ke fase gugur Liga Champions. Lewi saat ini tercatat mengoleksi 9 gol dalam 6 penampilannya. (AFP/Christof Stache)

Robert Lewandowski punya karier yang sangat gemilang saat bermain untuk Bayern Munchen. Selain meraih banyak gelar, Lewandowski juga mencetak banyak gol untuk raksasa Jerman tersebut.

Setelah membawa Bayern meraih sextuple pada tahun 2020, Lewandowski tidak berhasil mendapatkan Ballon d'Or. Ketika itu France Football selaku penyelenggara memutuskan untuk membatalkan edisi tahun itu akibat pandemi COVID-19.

Setelah itu, Lewandowski masih tampil sangat impresif bersama Bayern pada 2021. Sayangnya, Lewandowski kemudian kalah dari Lionel Messi yang berhasil merengkuh trofi Bola Emas yang ketujuh. Padahal saat itu Lewandowski mencetak 62 gol di semua kompetisi dalam semusim. 


Erling Haaland

Selebrasi striker Manchester City, Erling Haaland di akhir laga menghadapi Chelsea pada laga Liga Inggris 2022/2023 di Stamford Bridge, London (5/1/2023). Erling Haaland baru saja membawa Manchester City meraih Treble Winners pada musim 2022/2023. Di Liga Inggris ia total mencetak 36 gol dan menjadi total gol terbanyak dari seluruh liga di Eropa. Meski tanggal pasti penganugerahan Sepatu Emas Eropa tahun 2023 belum ditentukan, namun dipastikan Erling Haaland yang akan menyandangnya. (AFP/Glyn Kirk)

Sejak momen Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar, banyak orang meyakini Ballon d'Or 2023 akan menjadi miliknya. 

Anggapan itu menjadi nyata setelah Messi merengkuh trofi Ballon d'Or untuk kedelapan kali, meskipun Erling Haaland mengoleksi 52 gol dalam 53 pertandingan sepanjang musim debutnya di Manchester City. Saat itu, Haaland mengantar City meraih treble.  

Dalam prosesnya, Haaland mengukir rekor mencetak gol di Premier League dan menjadi top skorer di Liga Champions. Namun, Messi tetap yang menjadi pemenangnya meski Messi tampil buruk di kancah domestik. 

Sumber: Planet Football  

Berita Terkait