IOC Sempat Ingin Selidiki Gianni Infantino setelah Hadiri Board of Peace Bentukan Donald Trump, tapi Dibatalkan

Komite Olimpiade Internasional atau IOC segera melakukan penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait dugaan pelanggaran piagam organisasi.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 22 Februari 2026, 18:45 WIB
(Kiri/Kanan) Presiden AS, Donald Trump, memperhatikan saat menerima Hadiah Perdamaian FIFA (FIFA Peace Award) dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pengundian Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, di Kennedy Center, Washington, DC, pada 5 Desember 2025. (Brendan SMIALOWSKI/AFP)

Bola.com, Milan - Komite Olimpiade Internasional atau IOC membatalkan rencana penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait dugaan pelanggaran piagam organisasi.

Infantino menghadiri pertemuan perdana The Board of Peace di Washington, D.C., Amerika Serikat. Dalam acara tersebut, ia terlihat mengenakan topi merah bertuliskan "USA" dengan angka "45-47".

Advertisement

Angka tersebut merujuk pada masa jabatan Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, yang tidak berurutan.

Kehadiran Infantino di tengah sejumlah tokoh politik memunculkan pertanyaan mengenai netralitasnya sebagai anggota IOC.

Infantino bukan hanya menjabat Presiden FIFA, tetapi juga tercatat sebagai anggota IOC. Status tersebut membuat tindakannya berada dalam lingkup pengawasan Piagam Olimpiade.

"Saya tidak mengetahui bahwa ada anggota IOC yang berada di posisi utama dalam acara itu," ujar Kirsty Coventry, Presiden IOC, dinukil dari The Athletic.

"Sekarang setelah Anda semua memberi tahu kami, kami akan kembali dan meninjaunya. Piagam IOC sangat jelas mengenai apa yang diharapkan dari para anggotanya. Kami akan meneliti dugaan penandatanganan dokumen tersebut," jelasnya.


Anggota IOC Harus Independen

Presiden FIFA, Gianni Infantino, bereaksi saat resepsi dengan para pemimpin bisnis di sela-sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026. Forum Ekonomi Dunia berlangsung di Davos dari 19 Januari hingga 23 Januari 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Pernyataan itu disampaikan Kirsty Coventry dalam konferensi pers saat berlangsungnya Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. 

Dalam Piagam Olimpiade disebutkan bahwa anggota IOC harus bertindak independen dari kepentingan politik maupun komersial. Anggota juga tidak diperkenankan menerima mandat atau instruksi dari pemerintah atau pihak lain yang dapat memengaruhi kebebasan bertindak dan memberikan suara.

"Saya pikir dari sudut pandang IOC kami akan terus bersikap netral secara politik," jelas Coventry.

"Itulah satu-satunya cara bagi kami sebagai organisasi untuk memastikan adanya keadilan di arena pertandingan. Itulah yang akan terus kami lakukan ke depan," imbuhnya.


The Board of Peace

(Kiri/Kanan) Presiden Argentina, Javier Milei, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri pertemuan perdana "Board of Peace" yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Donald Trump, di Institute of Peace AS di Washington, DC, pada 19 Februari 2026. (SAUL LOEB/AFP)

Dalam pertemuan tersebut, Infantino juga mengumumkan bahwa FIFA telah menandatangani kemitraan yang disebut sebagai perjanjian penting dengan The Board of Peace. Forum tersebut membahas rencana pembangunan kembali Gaza.

FIFA menyatakan ingin membangun 50 lapangan mini di dekat sekolah dan kawasan permukiman di Gaza. Selain itu, direncanakan pembangunan lima lapangan berukuran penuh di berbagai distrik.

FIFA turut merencanakan pembangunan akademi FIFA berstandar modern. Tidak hanya itu, stadion nasional berkapasitas 20 ribu penonton masuk rencana pembangunan.


Gianni Infantino Mesra dengan Donald Trump

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara tentang Piala Dunia 2026 bersama Presiden AS, Donald Trump, dan Wakil Presiden, JD Vance, di Ruang Oval Gedung Putih pada 22 Agustus 2025 di Washington, DC. Trump mengumumkan bahwa pengundian Piala Dunia FIFA 2026 akan berlangsung di Kennedy Center. (Chip Somodevilla/Getty Images via AFP)

Sebelumnya, Infantino diketahui memiliki hubungan yang dekat dengan Trump sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih pada Januari 2025.

Pada Desember 2025, Trump menerima penghargaan perdana FIFA Peace Prize dalam pengundian Piala Dunia 2026 di Washington, D.C.

Pada November 2025, mantan Ketua Komite Tata Kelola FIFA, Miguel Maduro, menuduh Infantino melakukan pelanggaran nyata terhadap prinsip netralitas FIFA. Tuduhan itu muncul setelah Infantino dinilai mendukung agenda politik Trump dalam suatu pidato di Miami.

Sebulan berselang, organisasi advokasi FairSquare mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA. Pengaduan tersebut menuding adanya pelanggaran berulang terhadap kewajiban netralitas politik oleh Infantino.

Namun, kabar terbaru dari ESPN, IOC menyatakan bahwa masalah ini telah selesai dan upaya pengembangan FIFA di Gaza "sepenuhnya sesuai dengan peran federasi olahraga internasional."

 

Sumber: The Athletic, ESPN

Berita Terkait