Rumor Piala Dunia 2026 Dipindah dari Meksiko Menguat, FIFA Belum Buka Suara

Kerusuhan setelah tewasnya El Mencho, benarkah Piala Dunia 2026 terancam hengkang dari Meksiko?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 Februari 2026, 21:40 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara saat pengumuman jadwal pertandingan resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Washington, DC, pada 6 Desember 2025. (Roberto SCHMIDT/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kabar mengenai potensi pencabutan status tuan rumah Piala Dunia 2026 dari Meksiko langsung ramai beredar di media sosial, tak lama setelah gelombang kekerasan pecah pada Minggu waktu setempat (Senin dini hari WIB).

Isu tersebut mencuat menyusul tewasnya gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan nama El Mencho.

Advertisement

Spekulasi pun berkembang: apakah mungkin FIFA benar-benar mempertimbangkan memindahkan pertandingan Piala Dunia 2026 dari Meksiko, setelah bertahun-tahun persiapan dilakukan?

Gelombang Kekerasan Meluas ke Sejumlah Negara Bagian

Kerusuhan terjadi setelah El Mencho, pemimpin kartel Jalisco New Generation (CJNG), tewas dalam sebuah operasi penangkapan di Tapalpa pada Minggu.

Peristiwa itu memicu aksi kekerasan yang meluas dari negara bagian Jalisco ke sedikitnya 12 negara bagian lain.


Jadi Zona Perang

Pasukan khusus Garda Nasional Meksiko berpatroli di sekitar markas Kantor Kejaksaan Khusus untuk Kejahatan Terorganisir (FEMDO) di Mexico City pada 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari 2026 bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Alfredo ESTRELLA / AFP)

Dampaknya terasa hingga Guadalajara, satu di antara kota tuan rumah Piala Dunia 2026. Sejumlah video di media sosial memperlihatkan kepulan asap membumbung tinggi di berbagai titik kota.

CJNG dilaporkan memblokir sejumlah ruas jalan dengan kendaraan yang dibakar.

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, menetapkan status siaga merah (code red), menghentikan seluruh layanan transportasi publik, membatalkan acara-acara berskala besar, serta meniadakan kegiatan belajar tatap muka.

Kantor berita Reuters mengutip sejumlah wisatawan yang menggambarkan Puerto Vallarta, kota resor populer di wilayah tersebut, sebagai "zona perang".

Dalam operasi penangkapan itu, empat anggota CJNG dilaporkan tewas, sementara tiga personel militer mengalami luka-luka.


FIFA Belum Beri Pernyataan Resmi

Warga berjalan melewati kendaraan yang hangus terbakar di sebuah jalan di Cointzio, Negara Bagian Michoacan, Meksiko, Minggu, (22/2/2026). Kendaraan tersebut dibakar menyusul tewasnya pemimpin Kartel Narkoba CJNG El Mencho. (Dok. AP/Armando Solis)

Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait situasi tersebut. Namun, di media sosial beredar klaim bahwa jadwal Piala Dunia 2026 bisa saja mengalami perubahan akibat kondisi keamanan di Meksiko.

Menanggapi rumor yang beredar, News 18 melaporkan pada Senin ini:

"Meski unggahan serupa telah beredar secara daring, semuanya berasal dari akun yang tidak terkait atau tidak dapat dipercaya. Baik FIFA maupun otoritas Meksiko tidak mengeluarkan pernyataan apa pun yang mengisyaratkan bahwa pertandingan Piala Dunia akan dipindahkan dari negara tersebut setelah kematian pemimpin kartel."

Dengan demikian, sejauh ini belum ada indikasi resmi bahwa Meksiko akan kehilangan hak sebagai tuan rumah.


Sejumlah Laga Liga Ditunda

Personel Garda Nasional tiba ketika para penumpang meninggalkan Bandara Internasional Guadalajara di Tlajomulco, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Ulises Ruiz / AFP)

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif, sejumlah pertandingan domestik turut terdampak. Empat laga Liga MX pada Minggu ditunda akibat kerusuhan.

Pertandingan Queretaro melawan FC Juarez di kompetisi putra serta laga Chivas kontra America di liga putri dibatalkan. Dua pertandingan divisi dua yang dijadwalkan pada hari yang sama juga ikut ditunda, menurut laporan media lokal.

Sementara itu, laga putri antara Necaxa dan Queretaro sempat dihentikan ketika para pemain berlarian meninggalkan lapangan setelah mendengar suara keras dari luar Estadio Victoria. Pertandingan tersebut kemudian dilanjutkan dan tetap dimainkan hingga tuntas.

Timnas Meksiko dijadwalkan menghadapi Islandia dalam laga persahabatan pada Rabu di Stadion Corregidora, Queretaro.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait