Pelatih Persija Pasang Badan untuk Allano Lima: Kita Cuma Fokus ke Kartu Kuningnya, Apakah Mau Dikritik Terus?

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, pasang badan terhadap pemainnya, Allano Lima, yang dianggap kerap tidak bisa mengontrol emosi di atas lapangan.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 25 Februari 2026, 10:20 WIB
Allano Lima, winger Persija Jakarta. (Bola.com/Dok.Instagram Allano Lima).

Bola.com, Ternate - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, pasang badan terhadap pemainnya, Allano Lima, yang dianggap kerap tidak bisa mengontrol emosi di atas lapangan.

Untuk kesebelas kalinya di BRI Super League 2025/2026, Allano Lima mendapatkan kartu kuning, menjadikannya yang terbanyak di antara pemain lainnya.

Advertisement

Anomalinya adalah, Allano seorang winger, yang secara job desk seharusnya tidak perlu sering melanggar pemain lawan.

Namun, untuk kasus Allano berbeda. Terkadang, ia acap terpancing, baik ketika sedang berduel dengan pemain lawan atau beradu argumentasi via wasit.


Ungkapan Mauricio Souza

Allano Lima cetak gol di laga Persija Jakarta vs Bhayangkara FC. (X Persija)

Terbaru, Allano diganjar kartu kuning ketika Persija menang 3-2 atas tuan rumah Malut United dalam pekan ke-23 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Selasa (24-2-2026) malam WIB.

Namun, Allano juga memberikan dua assist bagi Persija. Selain itu, pemain jebolan Liga Portugal dan Serie A Brasil tersebut juga dinobatkan sebagai man of the match (MOTM).

"Allano tidak bicara apa pun dengan wasit, dengan siapa pun. Ada beberapa pemain terlibat masalah, justru pemain yang mendapatkan kartu itu Allano," ujar Souza.

"Jadi, di satu momen, kita tidak menghargai kemenangan Persija. Jadi, selalu ada kritik dari wartawan untuk pemain kami," kata Souza.


Pembelaan kepada Allano Lima

Pemain Persija Jakarta, Allano Lima mencoba mempertahankan bola dari pemain Persita Tangerang, Bae Sin-yeong pada pekan perdana BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium, Minggu (10/8/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Statistik menunjukkan di musim ini bahwa Allano telah merangkum enam gol, tujuh assist, tujuh MOTM, sebelas kartu kuning, dan satu kartu merah untuk tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

Souza gerah karena yang dilihat dari Allano hanya kartu kuningnya saja, bukan kontribusi maksimalnya untuk tim ibu kota, selain statistik, juga pengaruh di atas lapangan.

"Sepertinya yang sudah kami lakukan tidak bisa memuaskan wartawan. Memang beberapa klub yang sedang bersaing jadi juara, kami datang ke sini dengan laga susah, kami bisa dapat kemenangan," ucap Souza.

"Mungkin ketujuh kalinya Allano jadi pemain terbaik. Tapi, kita cuma fokus ke kartu kuningnya dia, sedih sekali saya. Jadi, apakah Allano seperti itu, dia dapat kartu terus, atau kita mau kritik terus?" tuturnya.


Sudah Minta Allano Lima Jaga Emosi

Pemain Persija Jakarta, Allano Lima, berebut bola dengan pemain Bali United, Ricky Fajrin, dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (14/9/2025) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Souza mengaku pihaknya telah mencoba melakukan pendekatan terhadap Allano, dan mengklaim bahwa pesepak bola berusia 30 tahun tersebut sudah menjaga emosinya.

"Kami sudah berbicara dengan dia, dan dia menjaga dirinya, emosinya. Tapi, dia adalah pemain bagus dan mau lakukan yang terbaik untuk tim," ungkap Souza.

"Tapi, kali ini, dia tidak melakukan apa-apa dan diberikan kartu kuning. Fokus kami di laga adalah kemenangan, jangan fokus ke kartu Allano. Saya pikir The Jakmania selalu kasih dukunga yang positif untuk kami," lanjutnya.


Persaingan Musim Ini

Berita Terkait