Kisah Heroik Bodo/Glimt di Liga Champions: Gaji Kecil Tim Jadi Bukti Tak Harus Habiskan Banyak Uang untuk Sukses

Bodo/Glimt kembali membuktikan sahihnya julukan sebagai si pembunuh raksasa di Liga Champions.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 26 Februari 2026, 06:15 WIB
Pemain Bodo/Glimt Jens Petter Hauge (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Bodo/Glimt kembali membuktikan sahihnya julukan sebagai si pembunuh raksasa di Liga Champions. Klub asal Norwegia yang berstatus kuda hitam tersebut berhasil lolos ke babak 16 besar.

Hebatnya, mereka mengamankan tiket 16 dengan menyingkirkan klub raksasa Italia, Inter Milan. Bodo/Glimt menang dengan agregat meyakinkan 5-2 atas finalis Liga Champions musim lalu tersebut. 

Advertisement

Bodo/Glimt seperti melawan segala prediksi. Ini pencapaian luar biasa yang semakin mengesankan jika melihat total gaji mingguan skuad mereka.

Tim asuhan Kjetil Knutsen tersebut bahkan masih bermain di divisi dua Norwegia pada 2017. Pencapaian ini sangat mengesankan bagi tim yang sempat diberi peluang tersingkir sebesar 99,7% pada fase liga setelah Matchday 5 Liga Champions.

Dalam perjalanan sensasionalnya, Bodo/Glimr mencatat kemenangan atas Borussia Dortmund, Manchester City, Atletico Madrid, dan Inter Milan. Di babak 16 besar, mereka akan menghadapi Sporting atau Manchester City.

 


Gaji Seluruh Skuad Hanya Rp3,47 Miliar Per Pekan

Nerazzurri sempat menipiskan skor menjadi 1-2 melalui gol Alessandro Batoni pada menit ke-76. (AFP/Piero Cruciatti)

Bodo menjadi tim pertama di luar Inggris, Spanyol, Jerman, Italia, atau Prancis yang memenangi empat pertandingan beruntun melawan klub dari lima liga top Eropa sejak Ajax asuhan Johan Cruyff pada musim 1971/1972.

Ajax kemudian menjuarai Piala Eropa pada musim tersebut.

Saat mereka terus menyingkirkan raksasa-raksasa Eropa, anggaran gaji Bodo yang sederhana membuktikan bahwa bahkan di era sepak bola modern tidak harus menghabiskan dana besar untuk meraih kesuksesan.

Menurut Capology, total gaji seluruh skuad klub tersebut hanya mencapai £153 ribu (Rp3,47 miliar) per pekan.

Sebagai perbandingan, sejumlah pemain Premier League yang menerima gaji sekitar £150.000  (Rp3,40 miliar) per pekan antara lain Mateo Kovacic, Noni Madueke, Federico Chiesa, Joelinton, Sandro Tonali, Anthony Gordon, dan Mason Mount.

 


Reaksi Fans

Para pemain Bodo Glimt merayakan gol dalam pertandingan Liga Champions antara Galatasaray dan Bodo Glimt di Istanbul, Turki, Rabu, 22 Oktober 2025. (AP Photo/Khalil Hamra)

Berikut reaksi para penggemar di media sosial atas kemenangan terbaru Bodo di Liga Champions.

“Bodo/Glimt adalah underdog yang paling tidak terasa seperti underdog yang pernah saya lihat. Mereka memainkan sepak bola teknis luar biasa, mencetak gol-gol fantastis, dan menjalani semuanya dengan percaya diri. Kjetil Knutsen adalah seorang jenius," tulis seorang netizen di media sosial, seperti dikutip dari Sportbible

“Bodo Glimt mematahkan mitos bahwa Anda harus menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk sukses dan bersaing di level tertinggi. Kerja bagus Bodo, kisah sukses yang luar biasa. Klub-klub lain harus belajar," tulis fans lainnya. 

“Bodo Glimt bahkan belum memainkan pertandingan liga sejak November," tulis penggemar ketiga. 

“Perjalanan Bodo/Glimt di Liga Champions dan lolosnya Norwegia ke Piala Dunia. Ada sesuatu yang sedang bergerak positif di negara itu," tulis fans lainnya. 

 


Kisah Luar Biasa

Bermain di kandang sendiri, Inter Milan tumbang dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dengan skor 1-2. Tampak dalam foto, pemain Bodo/Glimt, Jens Petter Hauge (kelima kiri) merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya selama pertandingan babak playoff Liga Champions 2025-2026 melawan Inter Milan di stadion San Siro, Italia, Selasa 24 Februari 2026 waktu setempat atau Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Seperti disebutkan sebelumnya, Bodo memang belum memainkan pertandingan liga selama hampir tiga bulan setelah musim Eliteserien dimulai pada Maret dan berakhir pada November 2025. Ini sebuah lapisan tambahan yang membuat kisah mereka semakin luar biasa.

Total gaji mingguan Bodø/Glimt membuktikan sebuah klub tidak harus menghabiskan banyak uang untuk meraih kesuksesan.  

Sumber: Sportbites 

Berita Terkait