Arsene Wenger Bongkar Pemain Paling Diremehkan yang Pernah Ia Latih di Arsenal

Arsene Wenger mengungkap pemain paling diremehkan yang pernah ia latih di Arsenal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 Maret 2026, 05:45 WIB
(FOTO : (LINDSEY PARNABY / AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsene Wenger adalah sosok manajer yang membentuk Arsenal dengan cara yang jarang dimiliki manajer lain.

Selama lebih dari dua dekade di London utara, ia meramu dan mengembangkan pemain-pemain luar biasa, termasuk bintang-bintang seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Patrick Vieira.

Advertisement

Di bawah kepemimpinannya, Arsenal meraih berbagai trofi, momen tak terlupakan, dan yang paling legendaris, kampanye Premier League 2003/04 tanpa kekalahan yang menghadiahkan klub trofi emas Premier League yang unik.

Namun, di balik nama-nama besar dan aksi spektakuler yang menghiasi highlight, skuad Wenger juga dibangun dari pemain-pemain dengan pengaruh lebih halus, tetapi sama pentingnya. Mereka adalah para pemain yang rela menyingkirkan sorotan pribadi demi keseimbangan dan kohesi tim.

Melihat kembali masa jabatannya di Arsenal, Wenger menyebut pemain paling diremehkan yang pernah ia bina: seorang gelandang tengah yang menjadi tulang punggung di musim legendaris 'The Invincibles.

Timnas Hoki Indonesia Back to Back Pecundangi Malaysia di SEA Games, Dharma Raj: Saya Spesial!

Pemain Arsenal Paling Diremehkan Versi Wenger

Gilberto Silva. Gelandang Brasil yang kini berusia 45 tahun yang telah pensiun pada Desember 2015 bersama Atletico Mineiro ini pernah berseragam Arsenal selama 6 musim mulai 2002/2003 hingga 2007/2008. Ia didatangkan Arsenal dari Atletico Mineiro dengan nilai transfer 9 juta euro. Ia langsung mencetak 1 gol pada laga debutnya saat Arsenal mengalahkan Liverpool dengan skor 1-0 di laga Community Shield 2002 (11/8/2002). Bersama The Gunners ia total tampil dalam 243 laga di semua ajang dengan torehan 24 gol dan 13 assist. (AFP/Odd Andersen)

Dalam wawancara dengan SPORTBible, Wenger ditanya siapa pemain paling diremehkan yang pernah ia latih. Tanpa ragu, ia menunjuk ikon Brasil, Gilberto Silva.

"Gilberto Silva. Dia secara alami sangat rendah hati. Saya ingat ketika membelinya pada 2002, dia sedang di Jepang untuk Piala Dunia. Saya melihatnya dan berpikir, dia tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Tapi, kemudian, Anda berpikir, siapa yang memenangkan bola itu? Gilberto Silva. Siapa yang mengoper bola itu? Gilberto Silva," ujar Wenger.

"Saya membelinya, dan setelah itu, saya akan bilang, di era 'Invincibles', tidak ada yang membicarakannya. Tapi, dia tipe pemain yang baru terasa kehebatannya saat tidak bermain. Ketika dia bermain, semuanya tampak alami," ungkap pelatih asal Prancis itu.


Dibayangi Patrick Vieira

3. Gilberto Silva. Gelandang Arsenal asal Brasil ini mencetak gol saat laga berjalan 20,07 detik kala menghadapi PSV Eindhoven dalam laga fase Grup A Liga Champions 2002/03 di Philips Stadium (25/9/2002). Hasil akhir, Arsenal menang 4-0 atas PSV Eindhoven. (AFP/Odd Andersen)

Silva mulai mencuri perhatian setelah performanya yang gemilang di Piala Dunia 2002 bersama Brasil, yang membuatnya masuk daftar incaran banyak klub top Eropa, termasuk Arsenal.

Meriam London berhasil memenangkan perlombaan, menambah gelandang baru ke dalam skuad berbakat yang kemudian meraih dua Piala FA dan gelar Premier League tanpa kekalahan.

Silva menorehkan sejumlah prestasi berkesan, termasuk mencetak gol pertama Arsenal di Emirates Stadium melalui penyamaan skor melawan Aston Villa.

Dengan lebih dari 240 penampilan selama era emas klub, ia jelas merupakan legenda Arsenal.

Namun, berdampingan dengan Patrick Vieira, satu di antara gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola, membuat Silva kerap tertutupi, dan inilah alasan mengapa ia mungkin tidak selalu mendapat pengakuan yang sepantasnya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait