Bola.com, Jakarta - Arsene Wenger adalah sosok manajer yang membentuk Arsenal dengan cara yang jarang dimiliki manajer lain.
Selama lebih dari dua dekade di London utara, ia meramu dan mengembangkan pemain-pemain luar biasa, termasuk bintang-bintang seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Patrick Vieira.
Di bawah kepemimpinannya, Arsenal meraih berbagai trofi, momen tak terlupakan, dan yang paling legendaris, kampanye Premier League 2003/04 tanpa kekalahan yang menghadiahkan klub trofi emas Premier League yang unik.
Namun, di balik nama-nama besar dan aksi spektakuler yang menghiasi highlight, skuad Wenger juga dibangun dari pemain-pemain dengan pengaruh lebih halus, tetapi sama pentingnya. Mereka adalah para pemain yang rela menyingkirkan sorotan pribadi demi keseimbangan dan kohesi tim.
Melihat kembali masa jabatannya di Arsenal, Wenger menyebut pemain paling diremehkan yang pernah ia bina: seorang gelandang tengah yang menjadi tulang punggung di musim legendaris 'The Invincibles.
Pemain Arsenal Paling Diremehkan Versi Wenger
Dalam wawancara dengan SPORTBible, Wenger ditanya siapa pemain paling diremehkan yang pernah ia latih. Tanpa ragu, ia menunjuk ikon Brasil, Gilberto Silva.
"Gilberto Silva. Dia secara alami sangat rendah hati. Saya ingat ketika membelinya pada 2002, dia sedang di Jepang untuk Piala Dunia. Saya melihatnya dan berpikir, dia tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Tapi, kemudian, Anda berpikir, siapa yang memenangkan bola itu? Gilberto Silva. Siapa yang mengoper bola itu? Gilberto Silva," ujar Wenger.
"Saya membelinya, dan setelah itu, saya akan bilang, di era 'Invincibles', tidak ada yang membicarakannya. Tapi, dia tipe pemain yang baru terasa kehebatannya saat tidak bermain. Ketika dia bermain, semuanya tampak alami," ungkap pelatih asal Prancis itu.
Dibayangi Patrick Vieira
Silva mulai mencuri perhatian setelah performanya yang gemilang di Piala Dunia 2002 bersama Brasil, yang membuatnya masuk daftar incaran banyak klub top Eropa, termasuk Arsenal.
Meriam London berhasil memenangkan perlombaan, menambah gelandang baru ke dalam skuad berbakat yang kemudian meraih dua Piala FA dan gelar Premier League tanpa kekalahan.
Silva menorehkan sejumlah prestasi berkesan, termasuk mencetak gol pertama Arsenal di Emirates Stadium melalui penyamaan skor melawan Aston Villa.
Dengan lebih dari 240 penampilan selama era emas klub, ia jelas merupakan legenda Arsenal.
Namun, berdampingan dengan Patrick Vieira, satu di antara gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola, membuat Silva kerap tertutupi, dan inilah alasan mengapa ia mungkin tidak selalu mendapat pengakuan yang sepantasnya.
Sumber: Give Me Sport