Mikel Arteta Puji Aksi Heroik David Raya Selamatkan Arsenal: Jantung Saya Hampir Berhenti!

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bilang jantungnya seolah hampir berhenti saat Dvid Raya melakukan penyelamatan di menit-menit akhir duel kontra Chelsea.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 Maret 2026, 08:40 WIB
Striker Chelsea asal Brasil bernomor punggung 20, Joao Pedro (ke-4 dari kanan), menyundul bola di depan gawang yang berhasil diselamatkan oleh kiper Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 1, David Raya (ke-3 dari kiri), selama pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates di London pada 1 Maret 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku jantungnya hampir berhenti berdetak saat menyaksikan peluang terakhir lawan di masa tambahan waktu.

Beruntung, refleks gemilang David Raya memastikan kemenangan 2-1 atas Chelsea tetap aman dan menjaga Meriam London di posisi terdepan dalam perburuan gelar Premier League.

Advertisement

Laga di Stadion Emirates, Minggu (1-3-2026) malam WIB, diwarnai drama sejak awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol babak pertama William Saliba. Namun, keunggulan itu terhapus setelah gol bunuh diri Piero Hincapie membuat skor kembali imbang.

Momentum kembali berpihak kepada tuan rumah selepas jeda. Sundulan Jurrien Timber memaksimalkan sepak pojok Declan Rice di babak kedua dan tampak cukup untuk mengunci kemenangan penting, sekaligus mengembalikan jarak lima poin dari peringkat kedua, Manchester City.

Situasi kian menguntungkan setelah Chelsea harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-70. Pedro Neto menerima kartu merah ketujuh The Blues musim ini di liga. Meski unggul jumlah pemain, Arsenal justru dibuat cemas di pengujung laga.

Tembakan keras Alejandro Garnacho meluncur mengarah ke gawang pada detik-detik terakhir. Di momen itulah Raya tampil sebagai penyelamat.


Penyelamatan Raya

Kiper Arsenal, David Raya juga memerankan peranan penting dengan membuat penyelamatan-penyelamatan gemilang di bawah misatar Arsenal. (AFP/Adrian Dennis)

Kiper Timnas Spanyol itu menepis bola dengan penyelamatan satu tangan dalam posisi tubuh terentang penuh, memastikan tiga poin tetap menjadi milik Arsenal.

"David tanpa ragu adalah salah satu pemimpin kami," kata Arteta.

"Dia adalah penjaga gawang yang tahu bagaimana menjaga fokusnya dan menentukan pertandingan ketika dibutuhkan."

"Terkadang dia sama sekali tidak terlibat dalam permainan, lalu tiba-tiba dia harus bertindak. Penyelamatan yang dia lakukan di aksi terakhir, itu adalah tembakan yang luar biasa dan jantung saya hampir berhenti, tetapi dia kembali bisa menahannya," ujar Arteta.

"Itu penyelamatan yang luar biasa, tetapi kami seharusnya tidak berada dalam situasi itu. Saya mencoba tetap tenang, tapi kami tidak mendapatkan dominasi yang kami inginkan saat menghadapi sepuluh pemain."

"Semua orang sedang menderita dan jaraknya sangat tipis, tetapi itu bagus. Di bulan Maret ini, kami masih berada di semua kompetisi dan kami ada di posisi teratas," imbuh pelatih asal Spanyol itu.


Respons Positif

Joao Pedro dikawal ketat Gabriel Magalhaes dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal di Emirates Stadium, 1 Maret 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Kemenangan atas Chelsea melanjutkan respons positif Arsenal setelah hasil mengecewakan 10 hari lalu. Sempat unggul 2-0, mereka harus puas bermain imbang 2-2 melawan tim juru kunci Wolverhampton Wanderers, hasil yang sempat memberi dorongan besar bagi Man City dalam perburuan gelar.

Namun, sejak saat itu, Arsenal bangkit dengan memenangi dua derbi London beruntun, masing-masing melawan Tottenham Hotspur dan Chelsea.

"Cara kami merespons hasil yang mengecewakan itu sangat luar biasa," ujar Arteta.

"Saya selalu merasa kami adalah tim yang bagus, orang-orang yang baik dan ingin menang, tetapi level mereka sekarang sudah berbeda."

"Perasaan bahwa Anda harus terus menang dan menang dan menang, Anda memenangkan begitu banyak pertandingan, tetapi itu tetap belum cukup untuk membuka jarak."

"Itulah keindahan dan level liga ini," imbuh pelatih berusia 43 tahun tersebut.


Kondisi Declan Rice

Cole Palmer dan Declan Rice berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Arsenal di Emirates Stadium, 1 Maret 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Arsenal selanjutnya akan bertandang ke markas Brighton & Hove Albion pada Kamis (5-3-2026) dini hari WIB.

Arteta mengungkapkan Rice masih harus menjalani pemeriksaan kebugaran setelah meminta diganti saat menghadapi Chelsea.

"Declan meminta untuk diganti, jadi dia perlu diperiksa sebelum Rabu," kata Arteta.

"Dia merasakan sedikit ketidaknyamanan," tambahnya.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait