88 Podium Beruntun Ducati Terhenti di MotoGP Thailand, Pecco Bagnaia: Mustahil!

Juara dunia dua kali, Pecco Bagnaia, mengaku terkejut Ducati gagal menembus podium pada balapan MotoGP Thailand 2026.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 02 Maret 2026, 15:15 WIB
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Bola.com, Jakarta - Dominasi panjang Ducati akhirnya runtuh di seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand. Meski tampil meyakinkan saat tes pramusim, pabrikan asal Italia itu tak mampu menempatkan satu pun pembalapnya di podium, baik Sprint Race maupun Main Race. 

Untuk pertama kalinya sejak MotoGP Inggris 2021, tak ada satu pun rider Ducati yang finis tiga besar. Catatan podium beruntun sepanjang 88 balapan pun resmi terhenti.

Advertisement

Juara dunia dua kali, Pecco Bagnaia, mengaku terkejut Ducati gagal menembus podium. Anak didik Valentino Rossi itu pun tidak bisa berbuat banyak karena hanya finis sembilan dan berselisih 18,340 detik. 

Pecco Bagnaia berbicara seperti itu karena motor Ducati Desmosedici GP26 sangat kompetitif pada tes pramusim di Sepang, Malaysia dan Buriram, Thailand. 

"Setelah tes, saya akan bilang itu mustahil terjadi,” ujar Bagnaia kepada Moto.it. "Saat tes kami sangat cepat dan punya pace bagus. Tapi sejak awal akhir pekan ini, saya merasakan kondisi yang berbeda," tambah pembalap asal Italia itu.

Pecco Bagnaia mengakui dirinya kalah kompetitif dibanding rider Ducati lain, terutama saat time attack pada balapan MotoGP Thailand.

"Terutama di flying lap, dan terutama Marc yang juga kompetitif saat balapan. Kami tidak dalam posisi untuk banyak bicara di sini. Kami hanya mencoba menyelesaikan balapan," lanjutnya. 

 

 

 

 

 

 


Aprilia Berpesta di Buriram, Ducati Muram

Balapan di Sirkuit Buriram, Thailand menjadi panggung milik Aprilia Racing. Marco Bezzecchi tampil dominan dan menang dengan selisih lebih dari lima detik atas Pedro Acosta di posisi kedua. Sementara podium terakhir direbut Raul Fernandez.

Aprilia bahkan menyapu lima besar dengan keempat pembalapnya tampil kompetitif, sinyal jelas bahwa peta kekuatan MotoGP mulai berubah.

Hasil terbaik Ducati justru datang dari Fabio Di Giannantonio di posisi keenam. Nasib kurang baik dialami dua bersaudara Marquez.

 


Dominasi Ducati Tak Lagi Absolut

Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia pada tes pramusim MotoGP Sepang 2026. (X/Ducati)

Marc Marquez harus mundur lebih awal akibat ban belakangnya bocor setelah menghantam kerb. Tak lama berselang, Alex Marquez juga terjatuh.

Franco Morbidelli finis kedelapan, tepat satu posisi di depan Pecco Bagnaia. Sementara wildcard Michele Pirro, yang menggantikan Fermin Aldeguer, finis paling belakang dari pembalap yang menyentuh garis akhir.

MotoGP 2026 memang masih panjang, tetapi satu pesan sudah jelas: dominasi Ducati tak lagi absolut. MotoGP 2026 resmi dibuka dengan kejutan besar di Buriram.

Berita Terkait