Bola.com, Manchester - Michael Carrick menikmati fase awal yang fenomenal dalam periode keduanya menangani Manchester United (MU). Manajer interim Setan Merah tersebut membukukan enam kemenangan dan satu hasil imbang dari tujuh pertandingan pertamanya.
Namun, Carrick tampaknya memilih bersikap realistis. Pria berkebangsaan Inggris tersebut menyadari kekalahan atau penurunan performa pasti akan datang.
Pada titik tertentu, ia tahu kekalahan atau penurunan performa pasti akan datang. Kuncinya adalah memastikan fase tersebut tersebut tidak berubah menjadi rangkaian hasil negatif yang berkepanjangan.
Ole Gunnar Solskjaer memulai masa kepelatihannya di United pada musim 2018/2019 dengan delapan kemenangan beruntun. Namun, ia menutup musim yang sama dengan delapan kekalahan dalam 12 pertandingan.
Saat Carrick menangani Middlesbrough pada 2022, ia memenangkan 15 dari 21 laga pertamanya. Namun, ia mengakhiri periode itu dengan hanya dua kemenangan dalam 10 pertandingan ketika Boro tersingkir di babak semifinal play-off.
Tak Mau Melihat Terlalu Jauh ke Depan
Penurunan performa yang terjun bebas seperti itu yang harus dihindari Manchester United saat memburu tiket Liga Champions musim depan.
Terlebih lagi, setelah lawatan ke markas Newcastle pada Kamis (5/3/2026), mereka akan menjamu sesama pesaing tiket Eropa Aston Villa, serta menghadapi Chelsea dan Liverpool dalam jadwal berikutnya.
Carrick, seperti biasanya, tidak ingin melihat terlalu jauh ke depan.
Tetap Rendah Hati
“Saya selalu belajar seiring perjalanan, tentang hal-hal yang mungkin bisa dilakukan sedikit lebih baik,” ujar Carrick, seperti dikutip dari BBC, Selasa (3/3/2026).
“Ada banyak konteks, dengan pemain yang berbeda dan bagaimana jalannya pertandingan."
“Ini bukan soal mengantisipasi hal buruk, tetapi tentang menjalani momen, tetap rendah hati, dan memahami apa yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan."
“Kami tidak akan terlena. Anda harus memanfaatkan kepercayaan diri dan memahami bahwa rentetan kemenangan tidak mudah didapat. Kami lapar untuk lebih banyak dan ingin mempertahankannya selama mungkin," tegas Carrick.
Sumber: BBC