Manajer Brighton Kritik Cara Arsenal Menang: Mereka Seperti Punya Aturan Sendiri

Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, melancarkan kritik tajam ke Arsenal setelah timnya tumbang dari sang tamu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Maret 2026, 08:40 WIB
Pascal Gross dan Viktor Gyokeres dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Bola.com, Jakarta - Manajer Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, melontarkan kritik tajam kepada Arsenal setelah timnya kalah 0-1 di kandang sendiri dalam lanjutan Premier League, Kamis (5-3-2026) dini hari WIB.

Gol cepat Bukayo Saka memastikan kemenangan tim tamu dan membuat Arsenal kini unggul tujuh poin di puncak klasemen atas Manchester City, peringkat dua klasemen.

Advertisement

Namun, Hurzeler tampak sangat kecewa dengan cara lawannya bermain. Ia menuding Arsenal memanfaatkan celah dalam aturan karena lemahnya pengawasan wasit di Premier League sehingga menurutnya , mereka seolah bermain dengan aturan sendiri.

Pelatih asal Jerman itu sebenarnya sudah lebih dulu menyoroti kebiasaan buang-buang waktu Arsenal sebelum pertandingan berlangsung. Setelah laga usai, kritiknya justru makin keras.

Hurzeler bahkan menyebut hanya ada satu tim yang benar-benar mencoba memainkan sepak bola.

Ia secara khusus menyoroti penjaga gawang Arsenal, David Raya, yang menurutnya tiga kali jatuh karena cedera selama pertandingan.


Akui Kritik Kurang Kuat

Jurrien Timber dan Kaoru Mitoma berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Menurut Hurzeler, otoritas kompetisi perlu menetapkan aturan yang lebih tegas agar wasit memiliki landasan yang kuat untuk menindak tindakan seperti itu.

"Saya hanya ingin bertanya satu hal," kata Hurzeler.

"Apakah Anda pernah melihat dalam pertandingan Premier League seorang kiper jatuh tiga kali seperti itu?"

"Anda tidak bisa mengendalikan hal-hal seperti ini… karena itu Premier League harus membuat aturan. Saya sudah menyampaikan pendapat saya sebelum pertandingan dan saya tetap pada pendirian itu," cetus pelatih berusia 33 tahun itu.

Meski begitu, ia mengakui kekalahan timnya membuat kritik tersebut terasa kurang kuat.

"Pada akhirnya, melawan lawan seperti ini Anda hanya bisa menghukum mereka dengan menang. Hari ini saya tidak punya argumen. Kalau saya menang 2-1, kemenangan 2-1 yang pantas, saya mungkin bisa berbicara dengan cara yang berbeda," ujarnya.


Kritik Cara Arsenal Menang

Cristhian Mosquera dan Georginio Rutter berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Hurzeler juga ditanya apakah tujuan bisa membenarkan cara yang ditempuh Arsenal untuk meraih kemenangan.

"Tapi, itulah yang saya maksud… ini jenis kemenangan yang berbeda," katanya.

"Jika mereka memenangkan Premier League, tidak ada yang akan bertanya bagaimana mereka memenangkannya. Anda bisa benar-benar merasakan bahwa mereka sekarang melakukan segalanya untuk menang," lanjutnya.

Menurutnya, masalah utama terletak pada aturan dan bagaimana aturan itu diterapkan.

"Kalau Premier League, kalau wasit, membiarkan semuanya terjadi, maka itu menjadi sulit. Mereka akhirnya membuat aturan mereka sendiri. Saat ini saya merasa mereka menjalankan aturan mereka sendiri, tidak peduli bagaimana cara mereka bermain."


Dampak Jangka Panjang

Tendangan keras Saka dari sisi kiri muka gawang Brighton gagal diantisipasi secara sempurna dan masuk melalui celang kolong kaki kiper Bart Verbruggen. (AP Photo/Alastair Grant)

Hurzeler menegaskan dirinya tidak akan menggunakan pendekatan seperti itu untuk meraih kemenangan.

"Saya tidak akan pernah menjadi manajer yang mencoba menang dengan cara seperti itu. Tentu saja setiap tim akan mencoba mengatur tempo dan membuang waktu, tetapi harus ada batasnya," katanya.

"Batas itu harus ditetapkan oleh Premier League. Batas itu harus ditetapkan oleh wasit. Saat ini mereka hanya melakukan apa yang mereka inginkan," imbuh Hurzeler.

Ia juga mempertanyakan dampak jangka panjang terhadap kualitas pertandingan.

"Ke mana arah sepak bola ini di masa depan? Itu pertanyaan saya. Dalam satu pertandingan Anda bermain 60 menit waktu efektif, tetapi ketika melawan Arsenal hanya sekitar 50 menit."

"Perbedaannya 10 menit, padahal itu yang dibayar oleh para pendukung."

"Kalau saya bertanya kepada semua orang di ruangan ini: 'Apakah Anda benar-benar menikmati pertandingan sepak bola ini?' Saya yakin mungkin hanya satu orang yang mengangkat tangan, karena dia penggemar Arsenal. Selain itu, tidak mungkin," sentilnya.


Respons Singkat Arteta

Arsenal berhasil memetik tiga poin di kandang Brighton, American Express Community Stadium pada laga lnjutan Liga Inggris 2025/2026, Rabu (04/03/2026) waktu setempat. (AFP/Glyn Kirk)

Komentar Hurzeler kemudian disampaikan kepada manajer Arsenal, Mikel Arteta. Namun, Arteta menanggapinya dengan nada singkat.

"Tidak mengejutkan," katanya.

Ia kemudian menyarankan agar melihat kembali pertemuan-pertemuan sebelumnya antara Brighton dan Arsenal.

"Coba lihat saja pertandingan-pertandingan sebelumnya, Anda akan menemukan banyak komentar seperti ini setiap saat," tambahnya.

Ketika ditanya apakah ia peduli dengan komentar pelatih lain tentang dirinya, Arteta menjawab singkat.

"Ya… tergantung," katanya.

"Tergantung manajernya. Juga komentarnya. Dan tujuan dari komentar itu," jawab Arteta.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait