Rekor 11 Pertandingan Tak Terkalahkan Terputus! Senne Lammens Ungkap Kesalahan Kolektif MU di Kandang Newcastle United

Senne Lammens mengungkap alasan di balik kekalahan Manchester United dari Newcastle. Rentetan 11 pertandingan tanpa kalah terhenti, kini saatnya fokus pada Aston Villa!

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 05 Maret 2026, 12:40 WIB
Aksi Senne Lammens pada laga pekan ke-7 Premier League antara Manchester United vs Sunderland di Old Trafford - AP Photo/Dave Thompson

Bola.com, Jakarta - Rekor tak terkalahkan Manchester United di tahun 2026 harus berakhir dengan cara yang mengejutkan setelah mereka dikalahkan oleh Newcastle United.

Kekalahan 2-1 di St James' Park menjadi catatan buruk pertama bagi Setan Merah setelah mereka berhasil melewati 11 pertandingan tanpa mengalami kekalahan.

Advertisement

Gol dramatis dari Will Osula pada menit ke-90 membuat Setan Merah harus pulang tanpa membawa poin, meski mereka sempat memiliki keunggulan jumlah pemain.

Sebelumnya, MU sempat mendapatkan angin segar ketika Casemiro berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum.

Kiper Senne Lammens mengungkapkan bahwa seluruh anggota tim tidak menunjukkan performa terbaik mereka saat bertandang ke Tyneside. Ia menganggap hasil ini sebagai sebuah kekecewaan yang besar karena MU tidak mampu memanfaatkan situasi yang ada di lapangan dengan baik.

Saat ini, perhatian MU harus dialihkan pada pertandingan penting melawan Aston Villa, yang akan menentukan peluang mereka untuk mendapatkan tiket Liga Champions.

Jeda internasional selama 11 hari ke depan akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad yang dilatih oleh Michael Carrick.


Tidak Seperti Biasanya

Kiper Manchester United asal Belgia bernomor punggung 31, Senne Lammens, memberikan tepuk tangan kepada penonton di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 15 Desember 2025. (PETER POWELL/AFP)

Senne Lammens tidak berusaha mencari-cari alasan terkait kekalahan timnya di Newcastle United. Ia mengungkapkan bahwa seluruh pemain mengalami penurunan ritme permainan dan tampil jauh di bawah standar yang biasanya mereka tunjukkan.

Sejak awal pertandingan, MU tampak kesulitan untuk menandingi intensitas permainan yang ditunjukkan oleh tuan rumah.

Lammens memberikan penilaian bahwa timnya tidak menunjukkan performa yang memadai untuk bersaing di liga Premier yang sangat kompetitif.

"Hari ini kami tidak cukup baik di semua aspek. Kami harus belajar dari pertandingan ini. Bisa saja ada hari performa menurun, tapi ini penurunan kolektif, dan itu tidak boleh terjadi, terutama melawan tim seperti mereka," ungkapnya. 


Tidak Bisa Memanfaatkan Situasi

Pemain Manchester United, Harry Maguire (kiri), dan pemain Newcastle United, Harvey Barnes, beraksi dalam laga Liga Inggris di St James' Park, Inggris, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB. (Owen Humphreys/PA via AP)

Kartu merah yang diterima Jacob Ramsey di babak pertama memberikan kesempatan besar bagi MU. Ditambah sundulan Casemiro yang berhasil menyamakan kedudukan, harapan untuk membalikkan keadaan sempat muncul di benak para pemain.

Namun, di babak kedua, keunggulan jumlah pemain tidak tampak karena MU tidak mampu mengontrol jalannya permainan. Lammens menyatakan bahwa manajer telah memberikan peringatan agar mereka tetap waspada dan tidak lengah.

“Manajer bilang ini tidak akan mudah. Kami harus menekan dan memecah kebuntuan dengan cepat. Semakin lama skor 1-1 bertahan, peluang lawan bisa menentukan. Tadi itu yang terjadi. Masuk babak kedua kami percaya diri, tapi peringatan manajer terbukti benar,” tambah Senne Lammens.


Kelelahan?

Setan Merah takluk dari tuan rumah meski unggul jumlah pemain. Newcastle harus kehilangan satu pemain mereka, Jacob Ramsey pada menit ke-45+1 setelah terkena akumulasi dua kartu kuning dari wasit. (AFP/Andy Buchanan)

Suasana di St James' Park memberikan semangat tambahan untuk tim Newcastle United, meskipun mereka harus bermain dengan sepuluh pemain.

Menurut Senne Lammens, MU tidak mampu bersaing dalam hal fisik dan ketekunan selama pertandingan berlangsung.

Dukungan yang kuat dari para suporter tuan rumah mendorong Newcastle United untuk terus memberikan perlawanan yang sengit hingga detik-detik terakhir. Hal ini akhirnya berujung pada gol kemenangan mereka yang dicetak melalui serangan yang sangat efektif.

"Fisik dan usaha kami tidak cukup. Mereka tampil lebih keras, apalagi dengan fans di belakang mereka. Kami tahu laga tandang ini akan sulit, dan manajer sudah memperingatkan," tambahnya.


Bangkit!

Senne Lammens menjadi pemain lain yang tak kalah penting dalam kemenangan Manchester United atas Everton di Liga Inggris 2025/2026 pada Senin (23/02/2026) waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

MU memiliki waktu 11 hari untuk memulihkan kondisi mental mereka sebelum menghadapi Aston Villa di Old Trafford. Pertandingan ini sangat krusial karena kedua tim sedang berusaha meraih posisi di empat besar klasemen.

Senne Lammens menekankan bahwa reaksi tim selama sesi latihan akan sangat memengaruhi hasil pertandingan selanjutnya untuk mencapai target lolos ke Liga Champions musim depan.

"Fokus dan intensitas menjadi kunci agar United bisa segera kembali ke jalur kemenangan," ucapnya.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait