Senne Lammens dan Seni Mengulur Waktu: Kiper Manchester United Maksimalkan Aturan Baru Premier League

Manchester United menemukan sosok baru yang memberi ketenangan di bawah mistar gawang musim ini. Kiper asal Belgia, Senne Lammens, perlahan menjelma menjadi figur penting sejak didatangkan dari Royal Antwerp pada bursa transfer musim panas.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 09 Maret 2026, 10:15 WIB
Aksi Senne Lammens pada laga pekan ke-7 Premier League antara Manchester United vs Sunderland di Old Trafford - AP Photo/Dave Thompson

Bola.com, Jakarta - Manchester United menemukan sosok baru yang memberi ketenangan di bawah mistar gawang musim ini. Kiper asal Belgia, Senne Lammens, perlahan menjelma menjadi figur penting sejak didatangkan dari Royal Antwerp pada bursa transfer musim panas.

Transfer senilai 18,1 juta pound sterling itu awalnya tidak langsung mendapat sorotan besar. Namun seiring berjalannya musim, performa Lammens justru menjadi salah satu faktor yang membantu stabilitas lini belakang Setan Merah.

Advertisement

Kehadiran kiper berusia 23 tahun tersebut terasa kontras dibandingkan dua pendahulunya, Andre Onana dan Altay Bayindir. Keduanya kerap tampil tidak konsisten dan beberapa kali melakukan kesalahan yang berujung gol bagi lawan.

Lammens sendiri baru menjalani debut pada Oktober. Dalam laga tersebut, ia langsung membantu Manchester United meraih clean sheet pertama musim ini ketika mengalahkan Sunderland 2-0.

Sejak saat itu, posisinya di bawah mistar semakin kokoh.

 


Statistik Solid di Musim Perdana

Kiper Manchester United asal Belgia bernomor punggung 31, Senne Lammens, memberikan tepuk tangan kepada penonton di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 15 Desember 2025. (PETER POWELL/AFP)

Performa Lammens sepanjang musim cukup menjanjikan. Ia sudah tampil dalam 23 pertandingan Premier League dan hanya kebobolan 25 gol.

Selain itu, ia juga mencatatkan lima clean sheet sejauh ini. Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Manchester United yang sedang berupaya kembali ke Liga Champions dengan finis di lima besar klasemen.

Selain kemampuan menjaga gawang, Lammens juga menunjukkan kecerdikan dalam memanfaatkan situasi pertandingan. Ia tidak ragu menggunakan berbagai cara untuk membantu timnya mengontrol tempo permainan.

Salah satu yang menarik adalah bagaimana ia memanfaatkan aturan baru Premier League musim ini.

 


Memanfaatkan Aturan Baru Delapan Detik

Dipercaya sebagai starter, Lammens tampil solid di bawah mistar gawang Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)

Premier League memperkenalkan aturan baru pada musim panas lalu terkait durasi penjaga gawang memegang bola. Jika sebelumnya batasnya enam detik, kini kiper diperbolehkan menahan bola hingga delapan detik.

Namun ada konsekuensi jika batas waktu tersebut dilanggar. Wasit dapat memberikan hukuman kepada tim yang bersangkutan.

Aturan ini sempat menjadi perhatian ketika kiper Burnley, Martin Dubravka, melakukan kesalahan di awal pertandingan dan wasit Michael Oliver langsung turun tangan.

Meski begitu, tidak semua kiper benar-benar memaksimalkan aturan ini.

Berbeda dengan Lammens.

 


Hampir Menyentuh Batas Maksimal

Senne Lammens menjadi pemain lain yang tak kalah penting dalam kemenangan Manchester United atas Everton di Liga Inggris 2025/2026 pada Senin (23/02/2026) waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

Data statistik dari The Athletic menunjukkan Lammens menjadi kiper yang paling lama memegang bola di Premier League musim ini.

Rata-rata ia menahan bola selama 7,68 detik. Artinya hanya terpaut 0,32 detik dari batas maksimal delapan detik yang diperbolehkan.

Angka tersebut bahkan lebih dari satu detik dibandingkan kiper lain yang berada di posisi berikutnya.

Kiper Brighton, Bart Verbruggen, mencatat rata-rata 6,52 detik, sedikit lebih lama dari Jordan Pickford yang berada di angka 6,50 detik.

Menariknya, Arsenal yang kerap dicap sebagai tim paling lihai memainkan “dark arts” musim ini justru memiliki kiper yang cukup cepat melepas bola.

Penjaga gawang mereka, David Raya, rata-rata hanya membutuhkan 3,96 detik untuk mendistribusikan bola, menjadikannya salah satu yang tercepat di liga.

 


Disebut Mirip Edwin van der Sar

Peran Lammens dalam kebangkitan Manchester United musim ini mulai mendapat banyak pujian. Ketangguhan dan ketenangannya di bawah mistar bahkan membuat beberapa pihak membandingkannya dengan legenda klub, Edwin van der Sar.

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengakui ada kemiripan tertentu antara Lammens dan kiper legendaris asal Belanda tersebut.

“Ada kemiripan, ya, tetapi saya tidak ingin benar-benar membandingkan mereka karena itu tidak adil bagi Senne,” ujar Carrick.

“Bagi saya, seorang penjaga gawang harus bisa diandalkan dan dipercaya. Alih-alih menciptakan kekacauan, Anda ingin dia menghilangkan kekacauan itu dan menenangkan situasi.”

Carrick menilai karakter Lammens menjadi kekuatan utamanya.

“Dia terkadang terlihat pendiam dan tidak terlalu menonjol, tetapi memiliki keteguhan yang luar biasa. Itu peran yang sangat besar bagi seorang pemain.”

“Ketenangan dan kontrol dirinya sangat membantu pemain-pemain di depannya. Karakter dan kepribadian adalah atribut besar yang harus dimiliki, apalagi saat bermain di klub sebesar ini.”


Persaingan di Liga Inggris

Berita Terkait