Bola.com, Jakarta - Joan Laporta mendapat serangan menohok sebukan menjelang berlangsungnya pemilihan presiden Barcelona. Serangan itu datang dari legenda dan mantan pelatih Barca, Xavi Hernandez.
Xavi mengklaim Joan Laporta bertanggung jawab atas kegagalan kembalinya Lionel Messi ke Barcelona tiga tahun lalu.
Messi sebelumnya meninggalkan klub setelah dua tahun sebelumnya dijanjikan kontrak baru oleh Laporta. Presiden Barcelona itu kemudian mencoba merekrutnya kembali dua tahun setelah kepergiannya.
Seluruh persoalan ini masih menjadi kontroversi besar di Camp Nou. Messi meninggalkan klub dengan air mata setelah Laporta menarik tawaran kontrak pada hari ketika ia seharusnya menandatanganinya pada 2021.
Setelah masa bermainnya di Paris Saint-Germain, sempat muncul spekulasi kuat Messi akan kembali ke Barcelona. Namun, transfer tersebut tidak pernah terjadi dan Messi akhirnya bergabung dengan Inter Miami CF.
Messi Hampir Tanda Tangani Kontrak
Menurut versi Laporta, kesepakatan untuk merekrut kembali Messi pada 2023 tidak mungkin terjadi karena situasi batas gaji di La Liga. Namun, Xavi menegaskan kepada La Vanguardia bahwa hal tersebut tidak benar.
“Presiden juga tidak mengatakan kebenaran dalam hal itu. Leo sebenarnya sudah hampir menandatangani kontrak,” kata Xavi, seperti dikutip dari Football Espana, Senin (9/3/2026).
“Pada Januari 2023, setelah memenangkan Piala Dunia FIFA 2022, kami kembali berkomunikasi dan dia mengatakan ingin kembali. Saya melihat keseriusannya. Kami berbicara sampai Maret, dan saya mengatakan kepadanya, ‘Baik, ketika kamu memberi saya lampu hijau, saya akan memberi tahu presiden karena saya melihat ini cocok untuknya sebagai pemain.’”
Xavi juga menambahkan pihak La Liga sebenarnya telah memberikan persetujuan untuk kembalinya Messi.
“Presiden mulai menegosiasikan kontrak dengan ayah Leo, tetapi justru presiden yang akhirnya menarik diri dari kesepakatan itu,” ujarnya.
Messi Kecewa Besar
Ketika ditanya alasan di balik keputusan tersebut, Xavi mengatakan Laporta khawatir akan terjadi perebutan pengaruh di klub. Messi dan keluarganya disebut menyimpan kekecewaan besar terhadap Laporta atas cara kepergiannya dari Barcelona.
“Laporta mengatakan langsung kepada saya bahwa jika Leo kembali, dia akan melawannya dan dia tidak bisa membiarkan itu terjadi,” ungkap Xavi.
“Lalu tiba-tiba Leo berhenti menjawab telepon saya karena di sisi lain dia diberi tahu bahwa kesepakatan itu tidak bisa dilakukan.”
Xavi kemudian mencoba menghubungi ayah Messi, Jorge Messi.
“Saya menelepon ayahnya dan berkata, ‘Ini tidak mungkin, Jorge.’ Dia menjawab, ‘Bicaralah dengan presiden.’ Padahal kami sudah berbicara dengan Leo selama lima bulan, semuanya sudah hampir selesai. Dari sisi sepak bola tidak ada keraguan, dan secara finansial kami sudah merencanakan segalanya," ujar Xavi.
Xavi Dukung Víctor Font
Xavi diketahui mendukung Víctor Font, pesaing Laporta dalam pemilihan presiden Barcelona yang akan berlangsung pekan depan. Meski demikian, Xavi membantah pernyataannya memiliki motif politik atau kesepakatan untuk kembali ke klub jika Font menang.
“Saya sekarang merasa mungkin tidak akan pernah kembali ke Barcelona. Saya sudah menyelesaikan perjalanan saya sebagai pemain dan pelatih di sana,” kata Xavi.
“Mulai sekarang, kepentingan saya hanya mengatakan kebenaran. Leo tidak kembali ke Barca karena presiden tidak menginginkannya, bukan karena La Liga atau karena Jorge Messi meminta lebih banyak uang. Itu tidak benar," ujar pelatih berkebangsaan Spanyol itu.
Xavi menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berasal dari pihak Laporta dan orang-orang di sekitarnya.
“Presiden dan orang-orangnya yang mengatakan tidak. Mereka mengatakan klub tidak mampu, bahwa dia memiliki semua kekuasaan, dan bahwa Messi akan mengganggu kekuasaan itu.”
Sumber: Football Espana