BRI Super League: PSBS Masih Puasa Kemenangan, Ini Dalih Marian Mihail

PSBS Biak belum mampu keluar dari tren negatif di BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 11 Maret 2026, 09:00 WIB
Semen Padang meraih kemenangan 2-0 atas PSBS Biak pada laga pekan ke-25 BRI Super League musim ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026) malam WIB. (dok. PSBS Biak)

Bola.com, Sleman - PSBS Biak belum mampu keluar dari tren negatif di BRI Super League 2025/2026. Teranyar, Tim Badai Pasifik dipermalukan Semen Padang dengan skor 0-2 pada pekan ke-25 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026) malam WIB.

Kekalahan tersebut membuat PSBS semakin terpuruk karena tak sekalipun meraih kemenangan pada putaran kedua ini. Mereka masih tertahan di zona degradasi atau posisi ke-17 dengan koleksi 18 poin.

Advertisement

Hasil negatif itu juga jadi partai keempat Marian Mihail sejak dipercaya menukangi PSBS pada Februari lalu. Dari empat laga yang dijalani, ia baru mempersembahkan satu hasil imbang dan tiga kekalahan.

"Sejak saya menjadi pelatih ini baru pertandingan kedua saya (di kandang). Memang benar sebelumnya mereka menang melawan Bhayangkara, dan itu satu-satunya kemenangan kandang," kata Mihail.

 


Analisis Gaya Permainan Lawan

PSBS Biak resmi menunjuk Marian Mihail sebagai pelatih anyar. (dok. PSBS Biak)

Marian Mihail menyebut PSBS sudah mempersiapkan diri dengan baik kontra Semen Padang, tapi hasil tak sesuai harapan. Ia pun menyoroti gaya bermain sang lawan yang disebut cukup mirip dengan timnya.

"Tapi masalahnya bukan menang di kandang atau tidak, karena bagi kami main di sini atau di luar itu hampir sama karena kami tidak ada suporter (di stadion)," ujar pelatih berusia 67 tahun tersebut.

"Masalahnya adalah misalnya menang melawan tim seperti Semen Padang yang gayanya mirip dengan kami. Semen Padang berbeda dengan Kediri atau PSIM. PSIM dan Kediri adalah tim yang menguasai bola dengan baik dan punya permainan kolektif yang bagus."

"Semen Padang itu seperti kami, mengandalkan mentalitas, mereka bermain serangan balik dan mencetak dua gol dari situasi bola mati," sambung Marian Mihail.

 


Latihan Terbatas saat Ramadan

Eks pelatih PSS Sleman itu menilai keterbatasan waktu latihan menjadi salah satu kendala utama yang memengaruhi performa tim. Menurutnya, situasi bulan Ramadan serta faktor cuaca membuat sesi latihan tim tidak bisa berjalan maksimal.

Kami sudah mempersiapkan itu semua tapi sayangnya karena bulan Ramadan dan hujan kami hanya bisa berlatih sekitar 45-50 menit setiap hari atau bahkan kurang," ungkap Mihail.

"Jadi, ini adalah masalah latihan, masalah persiapan yang matang karena pemain lokal butuh latihan dan pemain asing juga butuh latihan untuk mengekspresikan bakat mereka," imbuh dia.

 


Semua Laga Sama Penting

Sementara itu, winger PSBS Biak, Heri Susanto, menegaskan timnya tidak terlalu mempersoalkan status laga kandang atau tandang. Yang terpenting saat ini adalah mengumpulkan poin demi memperbaiki posisi klasemen.

"Saya menanggapi juga sama seperti statement pelatih, bahwa kami tidak melihat ini di kandang atau tandang. Semua tahu kami butuh poin. Mungkin mau di kandang ataupun tandang sama saja untuk kami saat ini, ucapnya.

PSBS masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi setelah laga ini. BRI Super League akan memasuki jeda karena Hari Raya Idul Fitri dan dijadwalkan kembali bergulir mulai 3 April mendatang.

"Jadi kami masih ada waktu, apalagi ini ada jeda beberapa Minggu ke depan untuk evaluasi. Dari situ mungkin kami punya waktu untuk memperbaiki semuanya," tutup Heri.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait