Gianluigi Donnarumma Lakukan Mind Games ke Vinicius Junior sebelum Penalti Real Madrid yang Berhasil Digagalkan, Apa Katanya?

Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, sempat menggagalkan penalti Vinicius Junior meski akhirnya kalah 0-3 dari Real Madrid di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 13 Maret 2026, 04:15 WIB
Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, melakukan penyelamatan terhadap eksekusi penalti penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, pada leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pertandingan leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League antara Real Madrid dan Manchester City berlangsung dramatis di stadion Santiago Bernabéu.

Real Madrid berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0. Kapten tim, Federico Valverde, tampil luar biasa dengan mencetak hattrick hanya dalam waktu 22 menit di babak pertama.

Advertisement

Namun, di babak kedua Los Blancos sebenarnya memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan menjadi empat gol melalui tendangan penalti yang didapat oleh Vinicius Junior.


Mind Games Donnarumma Sebelum Penalti

Gianluigi Donnarumma gabung Man City di bursa transfer musim panas 2025. (dok. ManCity.com)

Penalti tersebut terjadi setelah Vinicius Jr dilanggar oleh kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma. Saat winger Brasil itu bersiap mengambil tendangan, Donnarumma terlihat mencoba melakukan permainan psikologis.

Kiper asal Italia tersebut tampak mengatakan:"Ha fatto il fenomeno."

Kalimat tersebut jika diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti: “Dia bertingkah seperti fenomena.”

Secara harfiah kalimat tersebut bisa terdengar seperti pujian. Namun menurut laporan media Italia, ungkapan itu sering digunakan sarkastik untuk mengejek pemain yang dianggap terlalu banyak gaya atau mencoba pamer kemampuan.

Vinicius Junior kemudian mencoba mengecoh Donnarumma saat mengeksekusi penalti, tetapi sang kiper berhasil membaca arah bola dan melakukan penyelamatan.


Manchester City Gagal Manfaatkan Momentum

Penyerang Manchester City asal Norwegia #09, Erling Haaland (C), dihadang oleh bek Real Madrid asal Jerman #22, Antonio Ruediger (L), dan bek Real Madrid asal Inggris #12, Trent Alexander-Arnold, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 11 Maret 2026. (Thomas COEX/AFP)

Sayangnya bagi Manchester City, penyelamatan penalti tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Tim asuhan Pep Guardiola gagal memanfaatkan momentum yang ada.

Peluang terbaik Man City setelah itu datang dari Nico O'Reilly, tetapi tembakannya berhasil digagalkan oleh penyelamatan gemilang kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.

Meski kalah dengan skor cukup telak, Guardiola mengaku tetap puas dengan performa timnya di lapangan. “Saya pikir kami memainkan pertandingan yang cukup bagus.”

“Saya pikir kami sudah mencoba melakukan yang terbaik dan kami tidak mampu menciptakan peluang yang tidak bisa dihentikan Courtois. Kami sering masuk ke kotak penalti dan ketika Anda bisa melakukan itu berarti proses permainan sudah berjalan baik, tetapi kami tidak mencetak gol," lanjutnya.


Real Madrid Berbahaya

 

Pep Guardiola juga menilai Real Madrid tetap menjadi tim yang sangat berbahaya meski timnya mampu menguasai permainan di beberapa momen.

“Real Madrid selalu sangat berbahaya, tetapi saya tidak merasa Courtois memainkan pertandingan yang luar biasa. Dia melakukan satu penyelamatan dari Nico di babak kedua, tetapi kami sudah mencapai garis akhir berkali-kali, enam, tujuh, delapan kali, jadi kami sebenarnya melakukan pekerjaan yang baik, hanya saja kurang pada detail akhir,” ujar Guardiola.

Pep Guardiola menambahkan bahwa dominasi atas Real Madrid tetap tidak mudah karena kualitas serangan balik mereka.

“Jika Anda mendominasi Real Madrid, Anda selalu merasa mereka bisa menyerang balik dengan cepat. Tetapi menurut saya kami sebenarnya melakukan pekerjaan yang cukup baik. Hanya saja karena skor akhirnya 3-0, hal itu terasa sedikit tidak berarti," ujarnya.

Berita Terkait