Misteri Gagalnya Lionel Messi Kembali ke Barcelona Makin Terkuak

Kisah gagalnya kepulangan Lionel Messi ke Barcelona pada 2023 memanas lagi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Maret 2026, 10:15 WIB
Lionel Messi #10 dari Inter Miami CF bereaksi selama pertandingan MLS antara Los Angeles Football Club dan Inter Miami CF di Los Angeles Memorial Coliseum pada 22 Februari 2026 di Los Angeles, California. (Shaun Clark/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Saga di balik kegagalan Lionel Messi kembali ke Barcelona pada 2023 kembali memanas. Pernyataan terbaru dari sejumlah tokoh klub membuka babak baru dalam polemik yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Awal pekan ini, mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, mengklaim bahwa rencana memulangkan Messi dari Paris Saint-Germain (PSG) sebenarnya sudah hampir terwujud.

Advertisement

Namun, menurutnya, semuanya berubah ketika Presiden Barcelona, Joan Laporta, menolak langkah tersebut.

Xavi menyebut Laporta membatalkan rencana itu karena merasa terancam oleh potensi pengaruh besar Messi di klub. Ia bahkan menilai Laporta khawatir akan muncul "perang kekuasaan" jika sang megabintang kembali ke Camp Nou.

"Leo tidak datang karena presiden tidak menginginkannya, bukan karena La Liga atau karena Jorge Messi meminta lebih banyak uang, itu bohong. Presiden dan orang-orangnya yang mengatakan 'tidak', bahwa klub tidak mampu membayarnya, bahwa mereka memegang semua kekuasaan dan Messi akan menyalahgunakan kekuasaan itu," beber Xavi.


Mantan Direktur Klub Dukung Pernyataan Xavi

Pelatih kepala Barcelona, Xavi Hernandez saat laga pekan pertama Liga Spanyol 2023/2024 melawan Getafe di Coliseum Alfonso Perez Stadium, Getafe, Spanyol, 14 Agustus 2023 WIB. (AP Photo/Alvaro Medranda)

Pernyataan Xavi kini mendapat dukungan dari Mantan Direktur Sepak Bola Barcelona, Mateu Alemany.

Dalam wawancara dengan Movistar+, Alemany mengatakan klaim Xavi sesuai apa yang ia ketahui saat itu.

"Xavi benar, mereka memberi tahu kami bahwa kami sudah mendapat persetujuan dari La Liga," ujar Alemany.

Saat proses tersebut berlangsung, Alemany memang masih menjabat sebagai direktur sepak bola Barcelona. Ia kemudian meninggalkan klub dan bergabung dengan Atletico Madrid setelah posisi tersebut diisi oleh Deco.


Laporta Bantah dan Menyerang Balik

Presiden FC Barcelona, ​​Joan Laporta, meninggalkan gedung pengadilan Ciutat de la Justicia di Barcelona pada 12 Desember 2025 setelah menyatakan diri sebagai saksi dalam kasus korupsi wasit sepak bola "Negreira". (Manaure Quintero/AFP)

Laporta langsung merespons keras pernyataan Xavi. Ia menilai mantan pelatih Barcelona yang dipecat pada 2024 itu telah dimanfaatkan oleh rivalnya dalam politik klub, Victor Font.

Hubungan Laporta dengan Messi diketahui tidak selalu harmonis. Namun, ia memiliki versi cerita yang berbeda.

Menurutnya, pada saat Barcelona menyusun rencana kelayakan finansial untuk mempresentasikan transfer Messi kepada La Liga, sang pemain dan ayahnya, Jorge Messi, belum memberikan persetujuan untuk kembali.

"Apa yang dikatakan Xavi tidak benar. Yang tidak kami miliki saat itu adalah persetujuan dari Messi. Tidak ada respons dari Jorge, lalu dia memberi tahu kami bahwa keputusan mereka adalah pergi ke Inter Miami," kata Laporta.

Setelah Alemany turut memperkuat pernyataan Xavi, Laporta kembali membela dirinya dalam wawancara dengan Onze di Esport 3.

Kendati masih difavoritkan memenangi pemilihan presiden klub berikutnya, polemik dengan legenda Barcelona ini jelas bukan kabar yang ia inginkan.

"Saya selalu memiliki hubungan baik dengan Mateu, tetapi dia pasti punya alasan mengapa membuat pernyataan seperti itu. Jika rasa kesal bercampur, hasilnya bisa menjadi tidak benar," ujar Laporta.


Dukungan Tebas

Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Laporta juga menegaskan bahwa liga tidak pernah memberikan persetujuan final untuk transfer Messi.

"La Liga tidak pernah memberi kami persetujuan definitif. Kami berpikir mungkin bisa meyakinkan mereka. Xavi berbicara, dan saya melihat Font memanfaatkan dia dan juga Mateu. Jangan salah, saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan presiden La Liga, Javier Tebas. Mateu sekarang di Atletico dan karena dia orang yang cerdas, dia mungkin ingin mengguncang rival langsung seperti Barca," tutur Laporta.

Presiden La Liga, Javier Tebas, turut memberikan dukungan kepada Laporta. Kepada RTVE, ia mengatakan Barcelona bahkan tidak menghubungi pihak liga terkait rencana tersebut.

Laporta kemudian menambahkan bahwa pandangan Xavi dipengaruhi rasa kesal terhadap klub.

"Pendapat Xavi sangat dipengaruhi oleh rasa kecewa tertentu dan dari perasaan itu, kebenaran menjadi hilang. Semua orang bebas berbicara, tetapi pernyataan Xavi justru menguatkan keputusan kami memecatnya, dengan hampir pemain yang sama Xavi kalah dan Flick menang," ujar Laporta, merujuk pada pelatih Barcelona saat ini, Hansi Flick.


Messi Mengaku Ingin Kembali

Reaksi bintang PSG, Lionel Messi, setelah Real Madrid mencetak gol ketiga pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (10/3/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Di sisi lain, berbagai wawancara Messi sejak bergabung dengan Inter Miami menunjukkan bahwa ia sebenarnya ingin kembali ke Barcelona setelah meninggalkan PSG.

Dalam wawancara bersama Mundo Deportivo dan SPORT pada Juni 2023, Messi mengungkapkan bahwa kemungkinan kepulangannya sangat bergantung pada kondisi finansial klub.

Ia mengaku antusias dengan peluang tersebut, tetapi tidak ingin kembali berada dalam situasi yang tidak pasti seperti saat meninggalkan Barcelona pada 2021, peristiwa yang juga terjadi di masa kepemimpinan Laporta.

"Saya sangat bersemangat untuk bisa kembali, tetapi setelah mengalami apa yang saya alami dan cara saya pergi sebelumnya, saya tidak ingin berada dalam situasi yang sama lagi: menunggu apa yang akan terjadi dan menyerahkan masa depan saya ke tangan orang lain," kata Messi.

"Saya ingin membuat keputusan sendiri, memikirkan diri saya dan keluarga saya. Saya memang mendengar bahwa La Liga sudah menerima semuanya agar saya bisa kembali, tetapi masih banyak hal lain yang harus dilakukan. Saya mendengar Barcelona harus menjual pemain atau menurunkan gaji pemain, dan sejujurnya saya tidak ingin melalui itu."

Dalam beberapa kesempatan lain, Messi juga menegaskan keinginannya untuk kembali ke Barcelona, tetapi mengatakan bahwa hal tersebut tidak memungkinkan.

 

Sumber: SI

Berita Terkait