Jelang Pemilihan Presiden Barcelona, Serangan Xavi Hernandez Bisa Goyahkan Posisi Joan Laporta

Tak hanya soal Lionel Messi, Xavi Hernandez juga menilai Joan Laporta tidak menepati komitmen terkait masa depannya sebagai pelatih Barcelona.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 13 Maret 2026, 14:15 WIB
Pelatih baru Barcelona Xavi Hernandez (kanan) melambai ke penonton di sebelah presiden Barcelona Joan Laporta selama presentasi resminya di stadion Camp Nou, Spanyol, Senin (8/11/2021). Xavi dikontrak selama dua tahun sampai Juni 2023 mendatang. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Barcelona - Ketegangan jelang pemilihan presiden Barcelona semakin memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada legenda El Barca, Xavi Hernández, yang akhirnya angkat suara setelah mendapat kritik tajam dari petahana Joan Laporta.

Sebelumnya, Xavi membuat pernyataan mengejutkan dengan menuding Laporta sempat memveto rencana pemulangan Lionel Messi ke Camp Nou pada musim panas 2023.

Advertisement

Padahal, sudah ada kesepakatan agar kapten Timnas Argentina tersebut kembali setelah kontraknya di Paris Saint-Germain berakhir. Namun, Joan Laporta tidak memberikan persetujuan akhir.

Tak hanya soal Messi, Xavi juga menilai Laporta tidak menepati komitmen terkait masa depannya sebagai pelatih. Legenda Timnas Spanyol tersebut mengaku dipecat hanya beberapa pekan setelah dibujuk untuk tidak mengundurkan diri pada akhir musim 2023/2024.

Mantan direktur olahraga Barcelona, Mateu Alemany, mendukung versi cerita Xavi Hernandez. Dalam wawancara dengan Movistar+, Alemany mengatakan klaim Xavi sesuai apa yang dia ketahui saat itu.

"Xavi benar, mereka memberi tahu kami bahwa kami sudah mendapat persetujuan dari La Liga," ujar Alemany.

 


Laporta Balik Menyerang

Presiden Barcelona, Joan Laporta. (Pau BARRENA / AFP)

Joan Laporta merespons keras pernyataan mantan kapten timnya itu. Dia bahkan menuding Xavi masih menyimpan dendam pribadi.

Dalam klarifikasinya, Joan Laporta menegaskan dirinya tidak pernah menghalangi kepulangan Messi. Menurutnya, proses transfer gagal karena pihak La Liga tidak memberikan lampu hijau terkait regulasi finansial klub.

"La Liga tidak pernah memberikan persetujuan final kepada kami. Kami pikir bisa meyakinkan mereka, tetapi mereka tidak menyebutkan semua nuansanya. Xavi berbicara dan saya melihat bahwa mereka telah memanfaatkan dia dan juga Mateu," jelas Laporta.

"Jangan salah paham, saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Javier Tebas (Presiden La Liga). Mateu sekarang berada di Atletico Madrid dan karena dia orang yang cerdas, dia mungkin ingin menggoyang rival langsung seperti Barca," imbuhnya.

 


Tanggapan Xavi Hernandez

Presiden Klub Barcelona, Joan Laporta berhasil meyakinkan Xavi Hernandez untuk menangani Barcelona setelah kesuksesannya membesut Al-Sadd di Liga Qatar dengan raihan deretan trofi domestik. (AFP/Lluis Gene)

Tak lama berselang, Xavi tampak memberi tanggapan singkat melalui media sosial. "Dengan kebenaran di depan saya, selalu! Dengan BarCa di hati kami, selalu! Hidup Barca!" tulis Xavi.

Pernyataan singkat itu diyakini sebagai sinyal jika Xavi Hernandez tetap teguh pada versinya terkait polemik yang sedang berkembang.

Komentar Xavi dinilai sangat signifikan mengingat waktunya yang berdekatan dengan hari pemungutan suara presiden Barcelona. Meski masa kepelatihannya berakhir kurang manis, sosoknya masih sangat dihormati para anggota klub.

Tuduhan bahwa Laporta memilih tidak memulangkan Lionel Messi bisa saja memengaruhi pilihan para pemilik suara di bilik pemungutan. Apalagi, isu tersebut menjadi salah satu topik paling sensitif bagi suporter Blaugrana.

Sumber: Football Espana


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait