Resmi! FIA Batalkan Balapan F1 di Arab Saudi dan Bahrain karena Situasi Timur Tengah yang Belum Kondusif

Situasi di kawasan Timur Tengah sampai saat ini masih belum kondusif.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 15 Maret 2026, 10:01 WIB
Pesta kembang api di Jeddah Corniche Circuit selepas GP Arab Saudi pada F1 2025(AFP/Giuseppe Cacace)

Bola.com, Jakarta - Formula 1 telah mengkonfirmasi pembatalan balapan di Bahrain dan Arab Saudi di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, sehingga musim 2026 berkurang menjadi 22 balapan.

Ajang balap Formula 1 seharusnya digelar di di Bahrain untuk putaran keempat musim ini pada tanggal 10-12 April sebelum kemudian berlangsung di kota Jeddah, Arab Saudi, seminggu kemudian pada tanggal 17-19 April.

Advertisement

Namun, kedua negara tersebut, dan banyak negara Timur Tengah lain masih dalam kondisi yang tidak kondusif. Sebagai imbas dari konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.

FIA dan Formula 1 berusaha melakukan tindakan yang perlu dilakukan. Terutama untuk melindungi para pembalap dan fans.


Tidak Ada Pengganti

Pembalap McLaren asal Australia, Oscar Piastri, mengemudikan mobilnya pada hari ketiga uji coba pramusim Formula Satu di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir pada 20 Februari 2026. (AFP/Giuseppe Cacace)

F1 secara resmi mengumumkan pembatalan tersebut menjelang Grand Prix China, Minggu (15/3/2026), sekaligus mengkonfirmasi bahwa kedua acara tersebut tidak akan digantikan dalam jadwal 2026.

Beberapa sirkuit alternatif sempat dipertimbangkan oleh F1. Namun, mereka kemudian mantap mengambil keputusan akhir untuk tidak menggelar balapan pengganti dari Jeddah dan Shakhir.

"Meskipun ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang tepat pada tahap ini mengingat situasi saat ini di Timur Tengah," kata CEO Formula 1, Stefano Domenicali.


Mengutamakan Keselamatan

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton memimpin balapan pada F1 GP Arab Saudi di Jeddah, Minggu, 5 Desember 2021. Kemenangan Lewis Hamilton membuatnya kini menyamai poin Max Verstappen di klasemen F1, yakni 369,5 poin. (AP Photo/Hassan Ammar)

Sementara itu Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem mengatakan pihaknya selalu berusaha untuk mengutamakan keselamatan, terutama mereka yang terkait langsung dengan F1. 

"FIA akan selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan komunitas dan kolega kami. Setelah pertimbangan yang cermat, kami telah mengambil keputusan ini dengan tanggung jawab tersebut sebagai prioritas utama," jelasnya. 

"Kami terus berharap akan adanya ketenangan, keamanan, dan pemulihan stabilitas yang cepat di kawasan ini, dan pikiran saya tetap bersama semua pihak yang terkena dampak dari peristiwa-peristiwa baru-baru ini."

"Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami, dan saya berharap dapat kembali ke keduanya sesegera mungkin setelah keadaan memungkinkan."

"Terima kasih yang tulus kepada para promotor, mitra kami, dan kolega kami di seluruh kejuaraan atas pendekatan kolaboratif dan konstruktif yang telah mengarah pada keputusan ini," tandasnya.