Bentuk Protes Laga Penuh Kontroversial Vs Atalanta di Liga Italia, Inter Milan Boikot Sesi Konferensi Pers

Inter Milan memutuskan untuk melakukan boikot sesi konferensi pers setelah laga melawan Atalanta berakhir dengan penuh kontroversi.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 15 Maret 2026, 22:15 WIB
Marcus Thuram. (Dok. X/Inter)

Bola.com, Jakarta - Inter Milan memutuskan untuk melakukan boikot sesi konferensi pers setelah laga melawan Atalanta berakhir dengan penuh kontroversi.

Pihak klub memilih untuk tidak mengirim satu pun pemain atau perwakilan guna memberikan pernyataan kepada media.

Advertisement

Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1 pada Sabtu (14/3/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi perdebatan panjang akibat sejumlah insiden krusial yang terjadi di atas lapangan.

Inter Milan sebenarnya sempat memimpin kedudukan lebih dulu melalui kontribusi gol dari Francesco Pio Esposito pada paruh pertama.

Namun, Atalanta berhasil membalas dan menyamakan skor lewat aksi Nikola Krstovic pada babak kedua. Sorotan utama tertuju pada momen kontak fisik antara Davide Frattesi dan Giorgio Scalvini yang terjadi di dalam kotak penalti Atalanta.

Wasit maupun petugas VAR tidak menganggap insiden tersebut sebagai sebuah pelanggaran yang patut membuahkan penalti.

 

 

 

 

 

 


Inter Milan Tolak Bicara kepada Media

Inter Milan - Ilustrasi Logo Inter Milan (Bola.com/Adreanus Titus)

Setelah peluit panjang dibunyikan, para jurnalis telah menunggu kehadiran perwakilan Inter Milan untuk sesi wawancara rutin. Akan tetapi, hingga waktu yang cukup lama, tidak ada satu pun personel klub yang menampakkan diri di ruang pers.

Setelah penantian lebih dari satu jam, pihak klub akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai sikap tutup mulut tersebut. Inter Milan secara sadar memilih untuk tidak mengeluarkan komentar apa pun terkait hasil pertandingan. 

Langkah ini diambil sebagai bentuk protes dan kekecewaan mendalam atas kepemimpinan wasit sepanjang laga. Manajemen Inter merasa beberapa keputusan penting tidak diambil secara tepat dan merugikan posisi tim.

Berdasarkan laporan koresponden DAZN yang bertugas di stadion, Inter semula dijadwalkan tetap melangsungkan sesi wawancara sesuai prosedur. Namun, eskalasi kontroversi di lapangan memaksa jajaran manajemen untuk mengubah rencana tersebut.

Para petinggi klub dilaporkan sempat berdiskusi secara internal selama sekitar satu jam untuk menentukan sikap resmi. Pada akhirnya, disepakati bahwa tidak akan ada pemain maupun staf kepelatihan yang berbicara kepada DAZN atau media lain. 

Sikap tegas tersebut membuat seluruh anggota skuat Inter Milan langsung meninggalkan area stadion tanpa memberikan pernyataan sedikit pun. Keputusan ini pun menjadi pesan kuat dari manajemen terkait ketidakpuasan mereka.


Akhir Laga Berlangsung Panas

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu bereaksi di laga melawan Liverpool di Liga Champions, 10 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Suasana di area lapangan sendiri sempat memanas ketika pertandingan memasuki menit-menit krusial di akhir laga. Ketegangan meningkat tajam akibat akumulasi dari berbagai insiden yang memicu emosi kedua belah pihak.

Aleksandar Kolarov yang menjabat sebagai asisten pelatih Inter hampir terlibat bentrok fisik dengan bek Atalanta, Berat Djimsiti.

Beruntung, kedua sosok tersebut segera dipisahkan oleh para pemain dari kedua tim sebelum situasi semakin memburuk. Di tengah kekacauan tersebut, pelatih Inter Cristian Chivu juga tidak luput dari hukuman wasit Gianluca Manganiello.

Chivu awalnya menerima kartu kuning sebelum akhirnya diusir keluar lapangan, yang semakin menambah drama di Giuseppe Meazza.


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait