Bola.com, Jakarta - Dua pemain Timnas Indonesia yang kini merintis karier di Liga Thailand, Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam, mengalami nasib yang sama-sama mengenaskan. Keduanya harus bergulat dengan cedera parah dan absen lama untuk pemulihan.
Asnawi Mangkualam telah divonis mengakhiri musim lebih cepat bersama Port FC di Thai League 1 2025/2026. Pemain berusia 26 tahun itu harus naik meja operasi karena mengalami cedera anterior cruciate ligament alias ACL pada lutut kanannya.
Sementara itu, Pratama Arhan yang bermain untuk Bangkok United harus menyusul kompatriotnya itu. Ia juga naik meja operasi karena mengalami cedera pada bagian meniscus pada lutut kanannya, sehingga harus absen hingga akhir musim.
Cedera parah yang dialami keduanya tentu bakal berdampak terhadap nasibnya pada musim depan. Sebab, butuh waktu penyembuhan yang tak singkat agar keduanya bisa kembali bermain dengan kebugaran yang optimal dan ideal.
Jalani Proses Rehabilitasi
Setelah menjalani operasi, Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam harus sama-sama menjalani proses rehabilitasi yang penting untuk masa pemulihan. Fase ini sangat krusial untuk menentukan kesembuhan cederanya.
Hanya saja, sejauh ini belum ada kepastian soal berapa waktu yang dibutuhkan oleh kedua pemain ini untuk proses pemulihan. Namun, Asnawi sempat mengisyaratkan bahwa dirinya harus absen hingga akhir musim.
“Musim ini berlangsung sangat cepat sekali. Setiap langkah yang diambil selalu memiliki risiko demi meraih hasil yang lebih besar. Hari ini, perjalanan saya bersama Port FC harus terhenti sementara hingga akhir musim,” tulis Asnawi di akun Instagram-nya.
Sementara itu, belum ada penjelasan dari Pratama Arhan maupun klubnya, Bangkok United, soal waktu yang dibutuhkan untuk proses rehabilitasi ini. Kemungkinan besar, musim ini juga berakhir lebih cepat bagi Arhan.
"Saat ini, ia siap memulai proses rehabilitasi dan bertekad untuk kembali ke lapangan guna membantu tim secepat mungkin,” tulis Bangkok United saat mengumumkan progres operasi Arhan di media sosial.
Nasibnya Musim Depan
Dari cedera parah semacam ini, yang membuat publik cukup khawatir adalah nasib keduanya pada musim depan. Sebab, keduanya harus berjuang pulih dan menemukan performa terbaiknya untuk kembali bermain.
Musim ini saja, Arhan masih kesulitan mendapatkan menit bermain yang reguler. Dia memang bisa mengukir 15 kali penampilan di berbagai ajang. Namun, dia lebih banyak absen menjadi penghangat bangku cadangan.
Sementara itu, Asnawi punya nasib yang jauh lebih menyenangkan. Sebab, dia sudah mulai menemukan posisinya di Port FC. Setidaknya, ia telah bermain sebanyak 17 kali dan nyaris semuanya jadi starter di pos bek kiri.
Nah, keduanya tentu harus bekerja sangat keras untuk bisa kembali pulih dari cedera. Sebab, nasibnya bersama kedua klub ini bakal dipertaruhkan apabila tak kunjung menemukan performa terbaiknya.
Arhan memang masih punya kontra hingga Juni 2027 bersama Bangkok United. Sementara itu, Asnawi punya durasi yang jauh lebih lama, karena kontraknya baru berakhir pada Juni 2029 setelah memperpanjangnya pada Desember 2024.
Comeback Bersama Timnas
Catatan seperti ini memang cukup menjadi perhatian publik mengingat Arhan dan Asnawi merupakan aset tim nasional. Keduanya merupakan kolektor caps tertinggi di Timnas Indonesia meski sudah lama menepi.
Arhan dan Asnawi sebetulnya punya nasib yang juga sama di skuad Garuda. Keduanya sudah lama tak mendapatkan panggilan, terutama sejak era Patrick Kluivert. Terakhir kali bermain, skuad Garuda masih berada di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Sebab, keduanya sama-sama dibawa STY saat Timnas Indonesia menurunkan pemain-pemain muda di Piala AFF 2024. Sayangnya, itu menjadi momen terakhir keduanya memperkuat skuad Garuda, dan harus absen hingga saat ini.
Dengan kata lain, butuh kerja yang ekstra keras bagi Arhan dan Asnawi untuk bisa comeback di Timnas Indonesia. Apalagi, persaingan di posisinya masing-masing sudah semakin ketat dengan hadirnya amunisi naturalisasi.