La Liga Lebih Cerdas dalam Transfer Dibanding Premier League

Presiden La Liga, Javier Tebas, mengklaim La Liga lebih efektif belanja pemain daripada Premier League.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Maret 2026, 20:45 WIB
Ilustrasi logo La Liga. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Presiden La Liga, Javier Tebas, menilai klub-klub Spanyol lebih cermat dalam mengelola transfer dibandingkan rival mereka di Premier League.

Pernyataan itu muncul di tengah rangkaian duel antara tim-tim Spanyol dan Inggris di babak 16 besar Liga Champions.

Advertisement

Pekan ini, Real Madrid sukses menyingkirkan Manchester City dengan agregat 5-1, Barcelona menghentikan Newcastle United dengan agregat 7-2 , dan Atletico Madrid mendepak Tottenham Hotspur (7-5).

Secara jumlah, Premier League mengirim enam wakil ke babak 16 besar, sedangkan La Liga hanya tiga.

Namun, hasil di fase gugur mengantar ketiga klub La Liga itu ke perempat final. Ya, seluruh wakil Spanyol di Liga Champions musim ini melaju mulus ke delapan besar.  Sementara klub-klub Premier League rontok, hanya menyisakan Arsenal dan Liverpool. 

 


Efisiensi Klub Spanyol

Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Tebas menegaskan bahwa efisiensi klub-klub Spanyol dalam belanja pemain bukan sekadar klaim sepihak.

"Bukan saya yang mengatakan, ada laporan yang menyebutnya," kata Tebas.

"Laporan itu menyatakan bahwa tim yang paling efektif dalam membelanjakan uang untuk pemain adalah tim-tim Spanyol. Memang begitu adanya," ucapnya.

Ia juga menyinggung contoh konkret terkait transfer mahal di Inggris.

"Ada banyak contoh. Lihat kasus Antony, berapa besar biaya yang dikeluarkan Manchester United, lalu bandingkan dengan nilainya di Real Betis. Berapa banyak pemain yang direkrut klub Premier League lalu berakhir bermain di sini? Menurut saya, ya, kami lebih efisien," lanjutnya.

Menurut Tebas, model sepak bola Spanyol juga lebih menitikberatkan pada pengembangan pemain dari akademi.

"Sepak bola Spanyol lebih fokus pada akademi. Kami tidak membutuhkan pengeluaran sebesar itu," katanya.

 


Akademi Jadi Kekuatan

Barcelona memiliki akademi La Masia yang dianggap sukses mengorbitkan beberapa pemain berbakat. (AFP/Josep Lago)

La Liga juga merilis laporan keuangan musim 2024/2025 dengan total pendapatan mencapai 5,464 miliar euro, naik 8,1 persen dibanding musim sebelumnya. Pendapatan komersial tercatat sebesar 1,584 miliar euro, dengan proyeksi pertumbuhan berlanjut pada musim 2025/2026.

Selain itu, La Liga menyoroti nilai pemain binaan akademi. Total valuasi pemain jebolan akademi di kasta tertinggi Spanyol mencapai 1,46 miliar euro, lebih tinggi dibandingkan Premier League yang berada di angka 1,076 miliar euro, serta Bundesliga sebesar 419 juta euro.

Lima klub LaLiga tampil di Liga Champions musim ini, meski Athletic Club dan Villarreal sudah tersingkir di League Phase.

"Kami punya tim-tim yang kompetitif, dan saya rasa itu akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan," ujar Tebas.

Ia juga kembali mengkritik model kepemilikan klub tertentu yang dianggap tidak adil.

"Kami berjuang agar klub-klub yang tidak bermain secara adil, 'klub negara', tidak mendominasi. Kami sering menyuarakan hal ini sendirian, dan berharap ada dukungan lebih luas."

 


Kritik Premier League

Antony kembali lagi ke Real Betis di musim panas 2025, kali ini dengan status permanen dari Manchester United. (Dok. X @RealBetis_en)

Tebas mengaku khawatir dengan pola pengeluaran di Premier League yang dinilainya kurang terkontrol.

"Saya khawatir aturan pengeluaran tidak diikuti, tidak ada dasar finansial yang jelas dalam pengelolaannya," katanya.

"Ini model yang mengkhawatirkan karena bisa menimbulkan kerugian. Klub hanya bisa diselamatkan jika lolos ke kompetisi Eropa, dan itu berpotensi menciptakan gelembung utang," imbuhnya.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait