Final Carabao Cup: Eks Striker Arsenal Sarankan Mikel Arteta Mainkan Viktor Gyokeres saat Jumpa Man City

Mantan penyerang Arsenal, Paul Dickov, menyarankan Mikel Arteta untuk memainkan Viktor Gyokeres sebagai ujung tombak, saat bersua Manchester City.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 20 Maret 2026, 19:30 WIB
Pada babak kedua, Arsenal berhasil menggandakan skor lewat Viktor Gyokeres pada menit ke-47. (AFP/Glyn Kirk)

Bola.com, Jakarta - Mantan penyerang Arsenal, Paul Dickov, menyarankan Mikel Arteta untuk memainkan Viktor Gyokeres sebagai ujung tombak, saat bersua Manchester City pada partai final Carabao Cup di Stadion Wembley, Minggu (22/03/2026) dini hari WIB.

Meladeni Man City, The Gunners berambisi mengakhiri penantian panjang untuk meraih trofi bergengsi. Terakhir kali Arsenal mengangkat gelar mayor adalah ketika menjuarai Piala FA 2019/2020 atau enam tahun lalu.

Advertisement

Adapun di Carabao Cup atau Piala Liga Inggris, Tim Meriam London terakhir kali menjadi juara pada musim 1992/1993 atau 103 tahun silam.

Andai mampu mengalahkan The Citizens, Arsenal bakal semakin memberikan tekanan kepada sang rival, terutama dalam perburuan gelar juara Premier League 2025/2026. Tim Gudang Peluru kini berada di urutan teratas klasemen sementara dengan nilai 70, unggul sembilan angka City di urutan kedua.

 


Dilema Susunan Pemain Arteta

Arsenal berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Everton pada laga pekan ke-30 Premier League di Stadion Emirates, Minggu (15/03/2026) dini hari WIB. Satu dari dua gol The Gunners dicetak Viktor Gyokeres pada menit ke-89. (AFP/Ben STANSALL)

Menghadapi Manchester City, Mikel Arteta dihadapkan pada keputusan krusial terkait susunan pemain inti. Satu di antaranya adalah memilih antara kiper spesialis piala, Kepa Arrizabalaga, atau mengembalikan kiper yang sedang tampil impresif, David Raya.

Di lini depan, dilema serupa juga muncul. Arteta beberapa kali melakukan rotasi antara Kai Havertz dan Viktor Gyokeres dalam laga-laga terakhir.

Havertz memang menjadi pahlawan dengan gol injury time yang memastikan Arsenal melangkah ke final. Namun, Paul Dickov menilai Gyokeres berpotensi menjadi ancaman lebih serius bagi lini belakang City.

 


Gyokeres Dinilai Lebih Merepotkan

Pemain Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur di Emirates, Minggu (22/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Menurut Dickov, kedua pemain memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Havertz dianggap sebagai false nine yang cerdas dalam mencari ruang di antara lini tengah dan bek lawan.

Sebaliknya, Viktor Gyokeres memiliki keunggulan dalam melakukan lari di belakang garis pertahanan dan membuka ruang di sisi lapangan. Gaya bermain tersebut dinilai bisa merepotkan City yang kerap menerapkan garis pertahanan tinggi.

"Man City memainkan garis pertahanan tinggi. Havertz memang sangat bagus, tetapi dia bukan tipe pemain yang sering berlari ke ruang kosong di belakang bek. Gyökeres justru sebaliknya, dan itu bisa menjadi masalah besar bagi mereka," ujar Dickov.

"Namun, Viktor Gyokeres justru senang berlari membuka ruang di sisi lapangan dan menusuk ke belakang garis pertahanan. Jika ada kritik terhadap City, itu adalah penggunaan garis pertahanan tinggi mereka yang terkadang membuat lawan cukup mudah menembus ke belakang barisan bek," lanjutnya.

 


Bintang Muda Arsenal Jadi Sorotan

Kemenangan ini membuat skuad asuhan Mikel Arteta semakin kukuh di puncak klasemen sementara dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City yang ditahan imbang West Ham 1-1. (AP Photo/Kin Cheung)

Di sisi lain, seruan agar sensasi remaja Max Dowman mendapat lebih banyak menit bermain juga semakin nyaring. Penampilan singkatnya saat melawan Everton pekan lalu meninggalkan kesan besar.

Namun, Dickov memperkirakan Arteta tidak akan terburu-buru. Dia menilai manajer asal Spanyol itu agar berhati-hati dalam mengelola perkembangan pemain berusia 16 tahun tersebut demi tidak tertekan ekspektasi berlebihan.

"Dia jelas merupakan talenta yang luar biasa. Mungkin salah satu bakat terbaik yang dimiliki Inggris pada usia tersebut sejak kemunculan Phil Foden," ujar Paul Dickov.

"Dia anak yang sangat berbakat, tetapi menurut saya kita juga harus sangat, sangat berhati-hati. Momen dia mencetak gol pada akhir pekan lalu memang luar biasa, namun kita harus memastikan hal itu tidak dibesar-besarkan secara berlebihan," lanjutnya.

Berita Terkait