Rayan Cherki Buka Suara soal Aksi Showboating di Final Carabao Cup: Bukan Menghina, tapi Pesan untuk Arsenal

Aksi kontroversial dilakukan Rayan Cherki saat membantu Manchester City menundukkan Arsenal dengan skor 2-0 di final Carabao Cup. Gelandang muda asal Prancis itu menjadi sorotan setelah melakukan trik-trik individu yang dinilai berlebihan di tengah pertandingan.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 24 Maret 2026, 22:30 WIB
Pemain anyar Man City, Rayan Cherki, merayakan golnya ke gawang Newcastle United pada lanjutan Carabao Cup di St. James' Park, Rabu (14/1/2026) dini hari WIB. (Oli SCARFF / AFP)

Bola.com, Jakarta - Aksi kontroversial dilakukan Rayan Cherki saat membantu Manchester City menundukkan Arsenal dengan skor 2-0 di final Carabao Cup. Gelandang muda asal Prancis itu menjadi sorotan setelah melakukan trik-trik individu yang dinilai berlebihan di tengah pertandingan.

Momen tersebut langsung memancing reaksi beragam. Sebagian pihak menilai aksi Cherki sebagai bentuk ketidakrespekan terhadap lawan, terutama karena dilakukan di laga sebesar final.

Advertisement

Namun, di balik kontroversi itu, Cherki akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa apa yang ia lakukan bukanlah bentuk merendahkan Arsenal, melainkan bagian dari ekspresi diri sekaligus strategi psikologis di lapangan.

Pemain berusia 21 tahun itu bahkan menyebut aksinya sebagai sesuatu yang disengaja, bukan spontan tanpa tujuan.

 


Terinspirasi dari Nani, Bukan Sekadar Pamer Skill

Para pemain muslim The Cityzens seperti Rayan Cherki, Omar Marmoush, Bdukoir Khusanov, dan Rayan Ait-Nouri kemudian tampak menepi untuk minum di pinggir lapangan. (AFP/Oli Scarff)

Cherki menjelaskan bahwa aksi “showboating” yang ia tampilkan memiliki latar belakang tersendiri. Ia mengaku terinspirasi dari Nani yang pernah melakukan hal serupa di ajang FA Cup saat menghadapi Arsenal.

“Banyak orang mengira itu tidak sopan, bukan, itu memang disengaja. Saya tumbuh dengan melihat Nani melakukan hal yang sama kepada Arsenal di FA Cup. Itu murni kepercayaan diri dan kebebasan,” ungkap Cherki.

Ia menegaskan bahwa momen tersebut bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga memiliki pesan tersendiri kepada lawan.

“Ketika saya mendapatkan momen itu, saya melakukannya dengan alasan. Bukan sekadar menghibur, tetapi untuk mengingatkan mereka. Ada klub-klub yang ketika Anda merasa mereka sedang rapuh, Anda tidak hanya mengalahkan mereka, Anda juga ‘bermain’ dengan mereka,” lanjutnya.

 


Minta Maaf ke Guardiola, Bukan ke Arsenal

The Citizens baru bisa menyamakan kedudukan di menit ke-41 lewat aksi Erling Haaland. Skor pertandingan berubah imbang 1-1 dan bertahan hingga turun minum. Tampak dalam foto, striker Norwegia Manchester City, Erling Haaland (kanan) merayakan gol penyama kedudukan bersama gelandang Portugal Manchester City, Matheus Nunes (kiri) dan gelandang Prancis Manchester City Rayan Cherki selama pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Real Madrid di Etihad Stadium, barat laut Inggris, pada Selasa 17 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu (18/3) dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Meski mempertahankan pendiriannya, Cherki tetap menunjukkan respek kepada pelatihnya, Pep Guardiola. Ia menyadari bahwa aksi tersebut mungkin tidak sesuai dengan filosofi sang manajer.

“Saya tahu Pep Guardiola tidak menyukainya, dan saya menghormatinya. Jadi kalau ada yang perlu saya mintai maaf, itu adalah Pep,” ujar Cherki.

Namun, sikap berbeda ia tunjukkan kepada kubu lawan. Cherki dengan tegas menyatakan tidak memiliki penyesalan terhadap Arsenal maupun para pendukungnya.

“Tapi kepada fans Arsenal? Saya tidak meminta maaf,” tegasnya.

 


Mentalitas dan Pesan Psikologis

Pernyataan Cherki memperlihatkan sisi mentalitas yang kuat dari seorang pemain muda. Ia tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga mencoba memberikan tekanan psikologis kepada lawan melalui gaya bermainnya.

Dalam konteks pertandingan final yang penuh tensi, aksi seperti ini memang kerap memicu perdebatan. Di satu sisi dianggap sebagai bentuk kepercayaan diri, namun di sisi lain bisa dinilai sebagai provokasi.

Terlepas dari kontroversi tersebut, satu hal yang pasti, Cherki berhasil mencuri perhatian. Tidak hanya karena kontribusinya dalam kemenangan Manchester City, tetapi juga karena keberaniannya mengekspresikan diri di panggung besar.

Kini, publik menanti bagaimana respons Arsenal di pertemuan berikutnya. Apakah mereka akan membalas di atas lapangan, atau justru kembali menjadi ‘korban’ permainan penuh percaya diri dari Rayan Cherki.

Berita Terkait