Bola.com, Jakarta - Aksi kontroversial dilakukan Rayan Cherki saat membantu Manchester City menundukkan Arsenal dengan skor 2-0 di final Carabao Cup. Gelandang muda asal Prancis itu menjadi sorotan setelah melakukan trik-trik individu yang dinilai berlebihan di tengah pertandingan.
Momen tersebut langsung memancing reaksi beragam. Sebagian pihak menilai aksi Cherki sebagai bentuk ketidakrespekan terhadap lawan, terutama karena dilakukan di laga sebesar final.
Namun, di balik kontroversi itu, Cherki akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa apa yang ia lakukan bukanlah bentuk merendahkan Arsenal, melainkan bagian dari ekspresi diri sekaligus strategi psikologis di lapangan.
Pemain berusia 21 tahun itu bahkan menyebut aksinya sebagai sesuatu yang disengaja, bukan spontan tanpa tujuan.
Terinspirasi dari Nani, Bukan Sekadar Pamer Skill
Cherki menjelaskan bahwa aksi “showboating” yang ia tampilkan memiliki latar belakang tersendiri. Ia mengaku terinspirasi dari Nani yang pernah melakukan hal serupa di ajang FA Cup saat menghadapi Arsenal.
“Banyak orang mengira itu tidak sopan, bukan, itu memang disengaja. Saya tumbuh dengan melihat Nani melakukan hal yang sama kepada Arsenal di FA Cup. Itu murni kepercayaan diri dan kebebasan,” ungkap Cherki.
Ia menegaskan bahwa momen tersebut bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga memiliki pesan tersendiri kepada lawan.
“Ketika saya mendapatkan momen itu, saya melakukannya dengan alasan. Bukan sekadar menghibur, tetapi untuk mengingatkan mereka. Ada klub-klub yang ketika Anda merasa mereka sedang rapuh, Anda tidak hanya mengalahkan mereka, Anda juga ‘bermain’ dengan mereka,” lanjutnya.
Minta Maaf ke Guardiola, Bukan ke Arsenal
Meski mempertahankan pendiriannya, Cherki tetap menunjukkan respek kepada pelatihnya, Pep Guardiola. Ia menyadari bahwa aksi tersebut mungkin tidak sesuai dengan filosofi sang manajer.
“Saya tahu Pep Guardiola tidak menyukainya, dan saya menghormatinya. Jadi kalau ada yang perlu saya mintai maaf, itu adalah Pep,” ujar Cherki.
Namun, sikap berbeda ia tunjukkan kepada kubu lawan. Cherki dengan tegas menyatakan tidak memiliki penyesalan terhadap Arsenal maupun para pendukungnya.
“Tapi kepada fans Arsenal? Saya tidak meminta maaf,” tegasnya.
Mentalitas dan Pesan Psikologis
Pernyataan Cherki memperlihatkan sisi mentalitas yang kuat dari seorang pemain muda. Ia tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga mencoba memberikan tekanan psikologis kepada lawan melalui gaya bermainnya.
Dalam konteks pertandingan final yang penuh tensi, aksi seperti ini memang kerap memicu perdebatan. Di satu sisi dianggap sebagai bentuk kepercayaan diri, namun di sisi lain bisa dinilai sebagai provokasi.
Terlepas dari kontroversi tersebut, satu hal yang pasti, Cherki berhasil mencuri perhatian. Tidak hanya karena kontribusinya dalam kemenangan Manchester City, tetapi juga karena keberaniannya mengekspresikan diri di panggung besar.
Kini, publik menanti bagaimana respons Arsenal di pertemuan berikutnya. Apakah mereka akan membalas di atas lapangan, atau justru kembali menjadi ‘korban’ permainan penuh percaya diri dari Rayan Cherki.