FIFA Siapkan Aturan Baru Piala Dunia 2026 soal Pergantian Pemain

Piala Dunia 2026 dipastikan akan menghadirkan banyak perubahan signifikan, tidak hanya dari sisi jumlah peserta, tetapi juga regulasi teknis di dalam pertandingan. Salah satu isu yang kini menjadi perhatian adalah terkait ukuran skuad dan jumlah pergantian pemain.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 25 Maret 2026, 11:00 WIB
Pemain Italia, Matteo Politano, dipeluk oleh pelatih Gennaro Gattuso saat ia ditarik keluar lapangan dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup I antara Israel dan Italia di Stadion Nagyerdei, Debrecen, Hungaria, Senin, 8 September 2025. (AP Photo/Denes Erdos)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 dipastikan akan menghadirkan banyak perubahan signifikan, tidak hanya dari sisi jumlah peserta, tetapi juga regulasi teknis di dalam pertandingan. Salah satu isu yang kini menjadi perhatian adalah terkait ukuran skuad dan jumlah pergantian pemain.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini akan diikuti oleh 48 tim, meningkat dari 32 tim pada edisi sebelumnya. Perubahan ini tentu memengaruhi berbagai aspek teknis, termasuk manajemen pemain selama turnamen berlangsung.

Advertisement

FIFA disebut tengah mempertimbangkan sejumlah penyesuaian aturan, termasuk jumlah pemain dalam satu skuad serta fleksibilitas pergantian pemain selama pertandingan.

Langkah ini tidak lepas dari pengalaman pada Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana aturan khusus diterapkan akibat padatnya jadwal dan kondisi kebugaran pemain.

 


Jumlah Pemain Berpotensi Tetap 26 Orang

Modric tak bermain hingga akhir laga saat melawan Argentina. Sang kapten ditarik keluar pada menit ke-81 dan digantikan oleh Lovro Majer. (AP Photo/Martin Meissner)

Salah satu poin utama yang menjadi pembahasan adalah ukuran skuad. Pada Piala Dunia 2022, FIFA memperbolehkan setiap tim membawa 26 pemain, meningkat dari batas sebelumnya yaitu 23 pemain.

Untuk edisi 2026, jumlah tersebut berpeluang dipertahankan. Dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak dan jadwal yang lebih padat, kebutuhan akan kedalaman skuad menjadi semakin penting.

Jika tetap menggunakan 26 pemain, pelatih akan memiliki fleksibilitas lebih dalam mengatur rotasi, terutama untuk mengantisipasi cedera dan kelelahan pemain.

Namun, hingga saat ini FIFA belum mengumumkan keputusan final terkait hal tersebut.

 


Lima Pergantian Pemain Masih Jadi Standar

Selain jumlah pemain, aturan pergantian pemain juga menjadi sorotan. FIFA kemungkinan besar akan tetap mempertahankan aturan lima pergantian pemain dalam satu pertandingan.

Aturan ini awalnya diperkenalkan saat pandemi COVID-19 untuk mengurangi beban fisik pemain, namun kini telah menjadi standar dalam banyak kompetisi.

Dengan jadwal yang semakin padat di Piala Dunia 2026, aturan ini dinilai masih relevan untuk menjaga kondisi pemain tetap optimal sepanjang turnamen.

 


Dampak Besar bagi Strategi Pelatih

Perubahan atau penyesuaian aturan ini tentu akan berdampak langsung pada strategi tim. Pelatih dituntut lebih cermat dalam memilih pemain, tidak hanya berdasarkan kualitas, tetapi juga fleksibilitas posisi dan daya tahan fisik.

Skuad yang lebih besar memungkinkan pelatih membawa lebih banyak opsi, termasuk pemain muda atau spesialis tertentu yang bisa menjadi pembeda di situasi tertentu.

Selain itu, lima pergantian pemain membuka peluang untuk melakukan perubahan taktik lebih dinamis selama pertandingan berlangsung.

 


Turnamen Lebih Panjang, Tantangan Lebih Berat

Dengan bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 tim, total pertandingan di Piala Dunia 2026 juga meningkat secara signifikan.

Hal ini membuat turnamen menjadi lebih panjang dan menuntut kesiapan fisik serta mental yang lebih tinggi dari para pemain.

Oleh karena itu, keputusan FIFA terkait ukuran skuad dan aturan pergantian pemain akan menjadi faktor krusial dalam menentukan kualitas dan daya saing turnamen.

Jika aturan ini benar-benar diterapkan, Piala Dunia 2026 tidak hanya akan menjadi yang terbesar dalam sejarah, tetapi juga salah satu yang paling menantang dari sisi teknis dan strategi.

Berita Terkait