Akhirnya Terkuak, Dua Legenda di Balik Kepindahan Antoine Griezmann ke MLS

Antoine Griezmann buka-bukaan, dua legenda ini jadi kunci lepindahannya ke MLS.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Maret 2026, 13:45 WIB
Penyerang nomor 1 Atletico Madrid asal Prancis, Antoine Griezmann, bertepuk tangan di akhir pertandingan Liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Deportivo Alaves di Stadion Metropolitano di Madrid pada 18 Januari 2026. Antoine Griezmann akan meninggalkan Atletico Madrid untuk bergabung dengan klub MLS, Orlando City, pada akhir musim 2025/2026, demikian diumumkan kedua klub tersebut pada 24 Maret 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Antoine Griezmann, akhirnya mewujudkan rencananya merantau ke Amerika Serikat. Pada Selasa waktu setempat, ia resmi meneken kontrak untuk bergabung dengan klub Orlando City mulai Juli 2026, dan akan menjadi pemain berstatus khusus di klub MLS tersebut hingga musim 2027/2028.

Pemain berusia 35 tahun itu masih akan menyelesaikan sisa musimnya bersama Atletico Madrid, yang menjadi musim ke-17-nya di Liga Spanyol, sebelum kemungkinan menjalani debut di kompetisi kasta tertinggi Amerika Serikat pada 22 Juli, saat Orlando City bertandang ke markas San Jose Earthquakes.

Advertisement

Sejatinya, keinginan Griezmann untuk menutup karier di Amerika Serikat bukan hal baru. Ia sudah menyuarakan rencana tersebut sejak 2018.

Pada 2020, ia menegaskan niatnya untuk pindah setelah Piala Dunia 2022.

"Saya tidak tahu dengan tim mana, tetapi saya benar-benar ingin bermain di sana. Bagi saya, ini adalah tujuan untuk mengakhiri karier di Amerika Serikat dengan kemungkinan bermain baik, menjadi bagian penting tim, dan berjuang meraih gelar," kata Griezmann.


Tekad Panjang

Selebrasi Antoine Griezmann dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Setahun berselang, ia bahkan menyebut 2024 sebagai waktu ideal meninggalkan Liga Spanyol, kompetisi yang sepanjang kariernya ia jalani bersama Real Sociedad, Barcelona, dan Atletico.

"Kontrak saya dengan Barcelona berjalan hingga Juni 2024, dan setelah itu saya pikir itu akan menjadi waktu yang tepat untuk pergi ke Amerika Serikat," ujar Griezmann dalam wawancara dengan surat kabar Le Figaro pada 2021.

"Saya menyukai negara itu, budayanya, liga bola basketnya, dan punya keinginan untuk mengenalnya lebih jauh."

Di balik tekad panjang tersebut, ada dua sosok yang memberi pengaruh besar: Carlos Vela dan David Beckham.


Terinspirasi Carlos Vela

Striker (Michael Owens / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Minat Griezmann terhadap kompetisi Amerika mulai tumbuh pada 2018, saat mantan rekan setimnya di Real Sociedad, Vela, gabung Los Angeles FC.

Kala itu, Griezmann bahkan sempat menggoda soal reuni.

"Carlos... tunggu saya di sana di Los Angeles, di kompetisi Amerika Serikat. Saya akan segera datang," ujarnya dalam wawancara televisi dengan jaringan Univision.

Performa Vela kemudian benar-benar mencuri perhatian. Ia langsung menjelma menjadi ikon klub. Pada 2019, Vela memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim kompetisi dengan 34 gol, rekor yang masih bertahan hingga kini.

Pemain asal Meksiko itu juga mencatat total kontribusi 49 gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi pada musim keduanya.

Vela membawa Los Angeles FC meraih trofi pendukung terbaik musim reguler 2019, serta memimpin tim menjuarai gelar ganda pada 2022.

Ia mengakhiri kariernya pada 2025 setelah menambah satu trofi lagi pada 2024, sebelum kemudian menjadi bagian dari kepemilikan klub.

"Itu seperti yang ingin saya lakukan juga," kata Griezmann.

"Dia sangat penting bagi kompetisi dan timnya. Dia memenangkan segalanya, dan dia seseorang yang sangat saya kagumi saat bermain di Los Angeles. Saya ingin sedekat mungkin mencapai levelnya, apa yang dia berikan, apa yang dia menangkan bersama klubnya, dan juga secara pribadi," imbuh Griezmann.


Mengidolakan David Beckham

Mantan pemain sepak bola Inggris, David Beckham, tersenyum selama upacara Penghargaan King's Foundation, pada peringatan 35 tahun The King's Foundation, di Istana St James, London, pada 12 Juni 2025. (Chris J RATCLIFFE/POOL/AFP)

Ketertarikan awal Griezmann ke Amerika juga beriringan dengan langkah idolanya sejak kecil, David Beckham, yang memperkenalkan klub Inter Miami pada 2018.

"Jika dia menginginkan saya di klubnya, maka saya akan pergi," kata Griezmann kepada L’Equipe saat itu.

"Saya ingin mengakhiri karier di Amerika Serikat. Saya belum tahu apakah di Miami atau Los Angeles. Keduanya kota yang hebat. Saya menyukai mentalitas dan budaya pertunjukan di sana," lanjutnya.

Kendati pada akhirnya ia tidak bergabung dengan klub milik Beckham, kekagumannya terhadap legenda Inggris tersebut tetap tak berubah.

"Dia adalah pahlawan masa kecil saya, dan dia alasan saya memakai nomor 7," ujar Griezmann.

Ia pun akan tetap mengenakan nomor tersebut bersama Orlando City sebagai bentuk penghormatan, sambil mengejar kesuksesan serupa yang pernah diraih Beckham saat bermain di Amerika Serikat.

Beckham pernah dua kali menjuarai MLS Cup pada 2011 dan 2012 bersama LA Galaxy, serta meraih dua trofi Supporters’ Shields pada 2010 dan 2011.

 

Sumber: SI

Berita Terkait