Jelang Kualifikasi F1 GP Jepang, FIA Tiba-Tiba Ubah Aturan Energi

FIA bikin keputusan mendadak, aturan energi mobil F1 resmi dirombak.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Maret 2026, 16:15 WIB
Pembalap Inggris dari Mercedes, George Russell (kiri), pembalap Inggris dari Ferrari, Lewis Hamilton (tengah), dan pembalap Monako dari Ferrari, Charles Leclerc, berkompetisi dalam balapan sprint menjelang Grand Prix Formula Satu China di Sirkuit Internasional Shanghai di Shanghai pada 14 Maret 2026. (Greg Baker/AFP)

Bola.com, Jakarta - Federasi Otomotif Internasional (FIA) merilis pernyataan penting hanya beberapa hari sebelum sesi kualifikasi Grand Prix Jepang, dengan mengonfirmasi adanya perubahan besar pada sistem pengelolaan energi mobil.

Musim Formula 1 2026 memang baru berjalan dua seri, tetapi penyesuaian sudah mulai dilakukan, khususnya terkait sistem energi yang menjadi bagian krusial dari regulasi baru.

Advertisement

Sejauh ini, Mercedes tampil paling dominan. Dua pembalap mereka, George Russell dan Kimi Antonelli, masing-masing meraih kemenangan di Melbourne dan Shanghai, sekaligus mengantar tim Silver Arrows ke puncak klasemen konstruktor.

Ferrari juga menunjukkan performa solid. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton sama-sama mengamankan satu podium, menempatkan mereka di posisi ketiga dan keempat.

Sebaliknya, juara dunia empat kali, Max Verstappen, masih kesulitan dengan mobil RB22 dan belum meraih podium dalam upayanya memburu gelar kelima bersama Red Bull musim ini.

Pembalap asal Belanda itu bahkan sempat mengkritik arah baru regulasi. Ia menilai balapan kini tidak lagi menyenangkan sejak diberlakukannya unit tenaga terpisah, yang mengandalkan pembagian tenaga 50:50 antara listrik dan pembakaran internal, konsep yang ia bandingkan dengan Formula E.


FIA Ubah Aturan Energi

Mekanik mendorong mobil pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, di pit saat sesi latihan pertama Formula Satu Grand Prix China di Sirkuit Internasional Shanghai pada 21 Maret 2025. (HECTOR RETAMAL/AFP)

FIA, seperti dikutip dari laman resmi Formula 1, telah berdiskusi dengan para pembalap terkait penggunaan energi.

Hasilnya, sejumlah tim besar seperti Mercedes, Ferrari, Red Bull, Audi, dan Honda sepakat untuk menurunkan batas maksimum pengisian ulang energi menjelang kualifikasi di Jepang.

Batas tersebut dikurangi dari sembilan megajoule menjadi delapan megajoule.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (26-3-2026), FIA menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

"Penyesuaian ini mencerminkan masukan dari pembalap dan tim, yang menekankan pentingnya menjaga sesi kualifikasi sebagai tantangan performa," demikian pernyataan FIA.

"FIA mencatat bahwa rangkaian awal musim 2026 berjalan sukses secara operasional, dan penyempurnaan ini merupakan bagian dari proses normal untuk mengoptimalkan regulasi baru melalui penerapan di kondisi nyata."

"FIA, bersama tim-tim Formula 1 dan produsen unit tenaga, akan terus mengembangkan sistem pengelolaan energi, dengan diskusi lanjutan yang dijadwalkan dalam beberapa pekan ke depan," lanjut FIA.


Dampak Langsung di Lintasan

Pembalap Mercedes asal Italia, Kimi Antonelli (C), mencoba bergabung ke jalur keluar pit sementara pembalap Haas F1 Team asal Inggris, Oliver Bearman (L), dan pembalap Williams asal Thailand, Alexander Albon (R), melaju selama sesi kualifikasi Formula One Grand Prix Australia di Sirkuit Albert Park di Melbourne pada 7 Maret 2026. (WILLIAM WEST/POOL/AFP)

Perubahan ini membuat kebutuhan energi untuk mengisi ulang baterai di lintasan lurus saat kualifikasi menjadi lebih kecil.

Dampaknya, pembalap tidak perlu terlalu sering mengurangi kecepatan atau melakukan teknik hemat energi sehingga potensi kecepatan maksimal bisa lebih optimal.

GP Jepang akan digelar pada Minggu (29-3-2026). Setelah itu, Formula 1 akan memasuki jeda selama lima pekan akibat pembatalan GP Bahrain dan Arab Saudi yang dipicu konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait