Italia Tak Bisa Lagi Gagal ke Piala Dunia, Dampaknya Bisa ke Ekonomi

Italia tak mampu menanggung gagal lagi ke Piala Dunia, dampaknya termasuk ke sektor ekonomi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Maret 2026, 19:40 WIB
Starting XI Timnas Italia saat melawan Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Senin 18 November 2025 di San Siro. (AP Photo/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Italia menghadapi tekanan besar menjelang laga penentuan menuju Piala Dunia 2026. Bukan hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga dampak ekonomi yang bisa dirasakan negara jika kembali gagal lolos.

Media olahraga ternama Italia, La Gazzetta dello Sport, mengulas bahwa kegagalan kembali melaju ke putaran final Piala Dunia bukan sekadar persoalan sepak bola, melainkan juga menyangkut kondisi finansial nasional.

Advertisement

Timnas Italia yang kini ditangani Gennaro Gattuso dijadwalkan menghadapi Irlandia Utara dalam semifinal play-off kualifikasi Piala Dunia di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Jumat (27-3-2026) dini hari WIB.

Italia sudah lama absen dari panggung terbesar sepak bola dunia. Terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia adalah pada 2014. Setelah itu, langkah mereka selalu terhenti di babak play-off pada 2017 dan 2022.

 


Dampak Ekonomi

Para pemain timnas Italia merayakan setelah rekan setimnya, Nicolo Zaniolo, mencetak gol kelima untuk timnya ke gawang Armenia pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stadion Renzo Barbera, Palermo, Senin (18/11/2019). Timnas Italia berpesta gol dengan skor telak 9-1. (ANSA via AP)

Italia kini berharap bisa meraih suntikan ekonomi jika berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, jika kembali gagal, dampaknya diyakini cukup signifikan.

Mengutip laporan Universitas Surrey yang berbasis data OECF sejak 1961, keberhasilan di turnamen besar bisa mendorong pertumbuhan produk domestik bruto rata-rata sebesar 0,25 persen dalam dua periode setelah kemenangan.

Tak hanya itu, asosiasi produsen pertanian terbesar di Italia dan Eropa, Coldiretti, bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai antara 0,7 hingga 1 persen dalam periode kesuksesan terbaru, yakni saat Piala Dunia 2026 dan Piala Eropa 2020.

Pakar keuangan La Gazzetta dello Sport, Marco Iaria, menuliskan bahwa efek positif tersebut bukan sekadar teori, melainkan memiliki dasar data yang kuat.

 


Potensi Pemasukan

Pemain Timnas Italia merayakan gol yang dicetak Gianluca Mancini dalam pertandingan melawan Moldova di Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa yang berlangsung di Zimbru Stadium, Chisinau, Moldova, Jumat (14/11/2025) dini hari WIB. (Daniel MIHAILESCU / AFP)

Selain pertumbuhan ekonomi makro, kehadiran Italia di Piala Dunia juga akan berdampak langsung pada pemasukan industri.

Menurut analisis StageUp, partisipasi Italia di Piala Dunia 2026 diperkirakan menghasilkan sekitar 90 juta euro dari sektor iklan dan sponsor. Selain itu, federasi sepak bola Italia (FIGC) akan menerima sekitar 10 juta euro sebagai biaya partisipasi dari FIFA.

Efek domino juga akan dirasakan berbagai sektor lain, dari industri televisi, restoran, hingga sektor taruhan.

"Kehadiran tim nasional di panggung global terbesar, dengan audiens mencapai 6 miliar orang, akan menjadi angin segar bagi negara seperti Italia yang mengalami pertumbuhan ekonomi stagnan," tulis La Gazzetta dello Sport.

La Gazzetta juga menyoroti bahwa Italia saat ini mendekati akhir dari dorongan ekonomi yang diberikan oleh program pemulihan nasional dan ketahanan dari Uni Eropa, yang dalam beberapa tahun terakhir telah mengucurkan dana sebesar 194,4 miliar euro.

Dengan situasi tersebut, kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 bukan hanya akan menjadi pukulan di lapangan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi negara secara keseluruhan.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait