Mengapa Liverpool Setuju Membiarkan Mohamed Salah Pergi Secara Gratis?

Alasan di balik keputusan Liverpool melepas Mohamed Salah secara cuma-cuma.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Maret 2026, 05:45 WIB
Mohamed Salah berhasil mencatatkan rekor baru sekaligus memperbaiki catatan Liverpool di Liga Inggris saat bersua Aston Villa pada Minggu (02/11/2025) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Liverpool melepas Mohamed Salah secara gratis pada musim panas 2026 bukan tanpa alasan. Di balik itu, ada pertimbangan strategis yang diambil manajemen klub untuk menghindari situasi yang lebih rumit.

Dalam tahap akhir negosiasi, pemilik klub, Fenway Sports Group (FSG), menilai bahwa memaksakan tuntutan biaya transfer justru berpotensi memperburuk keadaan yang sudah sulit.

Advertisement

Itulah mengapa, kontrak Salah dipercepat berakhir 12 bulan lebih awal menjadi 30 Juni 2026, membuka jalan bagi sang pemain hengkang tanpa biaya.

Kepergian Salah sebagai agen bebas menjadi momen yang terasa ganjil bagi seorang legenda klub. Perpisahan ini tidak berlangsung dengan suasana perayaan besar seperti yang mungkin dibayangkan sebelumnya, melainkan cenderung terasa kaku dan kurang mulus.


Hubungan Retak dan Performa Menurun

Mohamed Salah dari Liverpool bereaksi selama pertandingan Liga Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Liverpool di Wolverhampton, Inggris, Rabu (4-3-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Shopland)

Situasi ini sebenarnya sudah mengarah ke perpisahan sejak Desember 2025, ketika Salah secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya.

Sejak saat itu, baik pemain maupun klub mulai mencari jalan keluar dari kontrak dua tahun yang baru disepakati pada musim panas sebelumnya.

Namun, pada usia 33 tahun, Salah tidak mendapatkan minat besar pada bursa transfer Januari lalu. Gaji tinggi yang mencapai sekitar 400 ribu paun per pekan, ditambah biaya transfer, membuat banyak klub mundur.

Liverpool sebenarnya berharap bisa mendapatkan pemasukan dari penjualan tersebut. Namun, di saat bersamaan, performa Salah tidak lagi konsisten seperti musim sebelumnya sehingga posisinya mulai dipertanyakan.

Pelatih Arne Slot disebut tidak lagi melihat Salah sebagai pilihan utama di tim inti. Kondisi ini menjadi titik krusial, karena bagi Salah, tidak ada opsi untuk bertahan jika bukan sebagai pemain inti.


Benturan dengan Pelatih

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot, memeluk striker Mesir nomor punggung 11, Mohamed Salah, setelah pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Bournemouth di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 15 Agustus 2025. Liverpool menang dengan skor 4-2. (Paul ELLIS/AFP)

Salah sebelumnya juga sempat berselisih dengan Jurgen Klopp ketika dicadangkan dalam laga melawan West Ham pada April 2024. Hubungannya dengan Slot kini mengalami situasi serupa, bahkan disebut sudah sulit diperbaiki.

Di sisi lain, Liverpool juga menghadapi dilema. Menempatkan pemain dengan gaji tertinggi di bangku cadangan bukanlah kondisi ideal bagi stabilitas tim.

Salah, bersama agennya Ramy Abbas Issa, tetap meyakini bahwa ia pantas diperlakukan sebagai pemain elite dunia dan harus menjadi pilihan utama.

Ketika pandangan itu tidak lagi sejalan dengan pelatih, perpisahan pun menjadi tak terhindarkan.


Pertimbangan Strategis Klub

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah merayakan setelah mencetak gol kedua timnya melalui tendangan penalti ke gawang Brighton and Hove Albion dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Amex di Brighton, Inggris, Sabtu (12/3/2022) malam WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth )

Liverpool yang dikelola dengan pendekatan berbasis data sempat mengkhawatirkan potensi penurunan performa Salah musim ini. Dengan melihat situasi sekarang, berpisah sejak musim panas lalu mungkin akan menjadi opsi yang lebih ideal.

Namun, keputusan tersebut tidak mudah diambil, mengingat Salah saat itu masih menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris sekaligus pemimpin assist.

Jika dilepas saat masih berada di puncak performa, risiko kritik besar dari publik akan sangat tinggi.


Masa Depan Salah

Pemain Liverpool, Mohamed Salah merayakan kemenangan timnya dengan para pendukung dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Tottenham Hotspur di Anfiled, Liverpool, Inggris, Minggu (27/04/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jon Super)

Kendati akan pergi, hubungan Salah dengan staf dan rekan setim di Liverpool tetap baik. Namun, dalam video perpisahannya, ia tidak menyebut nama manajemen maupun pelatih, semua pesan ditujukan langsung kepada para suporter.

Kini, masa depan Salah masih terbuka. Agen sang pemain menegaskan belum ada keputusan final.

Arab Saudi menjadi tujuan paling memungkinkan, dengan klub seperti Al-Hilal disebut berada di posisi terdepan. Selain itu, ada kemungkinan bermain di Amerika Serikat, meski peluangnya lebih kecil.

Opsi bertahan di Eropa juga masih ada, termasuk kemungkinan kembali ke Italia, tempat di mana Salah pernah bermain dan berpeluang menambah koleksi golnya di kompetisi antarklub Eropa.

Dengan segala dinamika yang terjadi, kepergian Salah menjadi penutup yang kompleks bagi satu di antara karier paling gemilang dalam sejarah Liverpool, sebuah perpisahan yang mungkin baru akan sepenuhnya dipahami seiring berjalannya waktu.

 

Sumber: Telegraph

Berita Terkait