Luciano Leandro Bongkar Taktik John Herdman: Timnas Indonesia Siap Tampil Lebih Modern dengan 3 Bek

Sentuhan pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, diprediksi bakal langsung terlihat sejak laga perdana melawan St. Kitts and Nevis.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 27 Maret 2026, 16:45 WIB
Masa persiapan Timnas Indonesia bisa dibilang singkat. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, hanya punya waktu 3 hari bersama anak asuhnya sebelum menjalani laga melawan St Kitts and Nevis. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Aroma perubahan mulai terasa di Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026. Sentuhan pelatih anyar, John Herdman, diprediksi bakal langsung terlihat sejak laga perdana melawan St. Kitts and Nevis.

Opini tersebut disampaikan legenda PSM Makassar, Luciano Leandro. Ia menilai Herdman bakal membawa pendekatan taktik modern dengan sistem hybrid yang fleksibel.

Advertisement

Dalam pandangannya, penggunaan tiga bek menjadi opsi paling rasional untuk mengawali era baru di skuad yang dijuluki Garuda tersebut.

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi St. Kitts and Nevis pada FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

 


Andalkan Skema Tiga Bek

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memimpin sesi latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (24/3/2026). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Luciano memprediksi John Herdman akan mengandalkan formasi tiga bek, baik dalam pola 3-4-3 maupun 3-5-2. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi menghadapi dinamika sepak bola modern.

"John Herdman menyukai sistem hybrid. Pemilihan tiga bek (mungkin 3-4-3 atau 3-5-2) bersifat strategis karena dua alasan utama dalam sepak bola modern," ujar Luciano kepada Bola.com, Jumat (27/3/2026).

Satu di antara keunggulan utama dari skema ini adalah kemampuan membangun serangan dari lini belakang atau yang dikenal dengan konsep ball out dalam struktur '3+2'.

"Dengan tiga pemain bertahan, dia menjamin bola bersih keluar melawan garis tekanan pertama Saint Kitts and Nevis," sambung pelatih asal Brasil tersebut.

 


Ruang Lebar dan Dominasi Permainan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memimpin sesi latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (24/3/2026). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Lebih lanjut, Luciano menilai formasi tersebut memberikan kebebasan bagi pemain sayap untuk memaksimalkan lebar lapangan. Hal ini penting untuk membongkar pertahanan lawan yang cenderung rapat di tengah.

"Hal ini memberikan kebebasan bagi pemain sayap untuk menyebar ke seluruh lapangan dan memberikan ruang maksimal, memaksa lawan untuk memperlebar dan membuka ruang tengah," ulas Luciano.

"Memiliki tiga pemain tetap di belakang memungkinkan tim menjadi lebih agresif dalam menyerang. Jika mereka kehilangan bola, ketiga bek memberikan perlindungan yang lebih baik untuk menghindari serangan balik yang mematikan," katanya.

Mantan pemain Persija Jakarta itu menambahkan, skenario tersebut sangat relevan saat menghadapi tim seperti St. Kitts and Nevis yang berpotensi mengandalkan bola panjang.

 


Ujian Awal Mentalitas Tim Besar

Legenda PSM Makassar, Luciano Leandro. (dok pribadi)

Pada akhirnya, Luciano melihat laga itu bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum penting untuk membangun identitas permainan Timnas Indonesia di bawah Herdman.

"Kesimpulan saya Herdman akan menggunakan permainan ini untuk menanamkan mentalitas 'tim besar': penguasaan bola yang agresif dan dominasi teritorial," tegasnya.

"Laga melawan St. Kitts and Nevis menjadi panggung ideal untuk menguji kesiapan taktik sekaligus memperkuat fondasi sebelum menghadapi lawan dengan level yang lebih tinggi," pungkas Luciano.

Berita Terkait