Dua Pemain Timnas Indonesia Ini Belum Bersinar, Strategi John Herdman Perlu Penyesuaian

2 Pemain Ini Under Performa Bukan karena Kualitas, tapi John Herdman Salah Bikin Taktik Saat Lawan Saint Kitts and Nevis

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 29 Maret 2026, 07:45 WIB
Timnas Indonesia versus Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Debut John Herdman bersama Timnas Indonesia belum berjalan sempurna. Meskipun akhirnya Jay Idzes dkk. sukses mencukur Timnas Saint Kitts and Nevis 4-0 pada laga perdana FIFA Series 2026 di SUGBK Jakarta, Jumat (27/3/2026) malam WIB.

Secara keseluruhan taktik yang diterapkan mantan pelatih Timnas Kanada ini bisa dijalankan semua pemain. Namun di sepuluh menit pertama permainan Timnas Indonesia kurang menggigit.

Advertisement

"John Herdman hanya punya waktu tiga hari menyiapkan dan mematangkan taktik. Saya kira itu sangat tak ideal. Apalagi dia pelatih baru dimana tiap pemain harus memahami taktik sang pelatih. Jadi wajar di awal permainan tampak kurang bagus," kata Gusnul Yakin.

Pengamat sepak bola senior asal Malang ini menyoroti kinerja Jordi Amat sebagai gelandang bertahan dan Kevin Diks di posisi wing back kanan.

"Keduanya under perform bukan karena kualitas. Tapi kesalahan John Herdman menaruh mereka di posisi tanpa dukungan kuat pemain lainnya," ulas Gusnul Yakin.


Sosok Gelandang Bertahan

Pemain Timnas Indonesia, Jordi Amat, berduel udara dengan striker St. Kitts and Nevis pada FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Jordi Amat yang punya naluri bertahan kuat agak kewalahan menghadapi tekanan tiga sampai empat pemain Saint Kitts and Nevis, sehingga permainannya cenderung negatif karena bola jarang mengalir ke depan.

"Sulit bagi Jordi Amat jadi gelandang bertahan tunggal. Dia jarang main progresif, karena dia dapat tekanan lawan dan jarak dengan pemain depan cukup jauh. Tapi, setelah John Herdman menarik Calvin Verdonk ke tengah, lini ini makin solid dan cair," jelasnya.

Berikutnya dalam beberapa momen, Jordi Amat mampu mengalirkan bola ke depan. Bahkan pemain senior eks Espanyol di La Liga ini ikut membantu serangan. "Karena ada Calvin Verdonk di tengah, Jordi Amat berani ke depan. Dia punya satu peluang bagus dari sundulan kepala," ucapnya.


Kevin Diks

Dony Tri Pamungkas dan Kevin Diks saat Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts and Navis di FIFA Series 2026 di SUGBK, Jakarta, Jumat (27-3-2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Satu pemain yang dinilai Gusnul Yakin kurang greget adalah Kevin Diks. Faktor kelelahan karena jetlag dan aklimatisasi cuaca minim membuat pemain Borussia Monchengladbach ini juga tak maksimal sebagai bek sayap kanan.

"Kevin Diks bukan tipe pemain yang punya kecepatan dan agresivitas. Kebugaran fisik penyebab dia tak mampu untuk terus bergerak naik turun dengan intensitas tinggi. Dia punya satu peluang saat tendangannya menyamping gawang," ujarnya.

Kevin Diks mulai tertolong setelah Ole Romeny turun ke tengah. Perubahan posisi ini juga berkat kejelian John Herdman melihat kekurangan tim asuhannya.

"Setelah Ole Romeny turun, Kevin Diks jarang naik hingga sepertiga pertahanan lawan. Karena Ole Romeny mampu bergerak di segala arah. Termasuk mengisi sayap kanan ketika alur serangan melalui sektor itu," tuturnya.

Berita Terkait