Bola.com, Jakarta - Timnas Italia kembali gagal ke putaran final Piala Dunia. Skor 1-1 yang berlanjut ke adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di final play-off Eropa, Rabu (1-4-2026) dini hari WIB, berujung kekalahan 1-4 dalam adu tos-tosan tersebut.
Itu menjadi kegagalan ketiga beruntun Italia menembus Piala Dunia. Sebelum edisi 2026, Gli Azzurri gagal tampil di Piala Dunia 2022 dan 201.
Kekalahan dari Bosnia itu seperti menjadi kekhawatiran yang menjadi kenyataan. Sebelum laga di Zenica tersebut, Italia sudah dibayangi mimpi buruk seiring penunjukkan wasit Clement Turpin, yang ditugasi memimpin duel kontra Bosnia.
Penunjukkan sang wasit seolah menjadi sebuah pertanda buruk.
Yap, Italia punya sejarah tidak menyenangkan dengan wasit kenamaan asal Prancis tersebut.
Hubungan Buruk
Mengapa begitu? Clement Turpin merupakan wasit yang memimpin duel Italia melawan Makedonia Utara di semifinal play-off Eropa jelang Piala Dunia 2022.
Dalam pertandingan krusial itu, Italia yang kala itu dilatih Roberto Mancini, kalah 0-1 dan gagal ke final play-off.
Harapan ke Piala Dunia 2022 pun praktis pupus.
Kendati tak diinginkan, nyatanya hubungan buruk Italia dengan Turpin berlanjut.
Mengusir Bastoni
Di Zenica, Turpin mengusir Alessandro Batoni dengan kartu merah langsung setelah pemain Inter Milan itu melakukan pelanggaran pada menit ke-41. Saat itu Italia dalam posisi unggul 1-0 lewat gol Moise Kean (15').
Kartu merah tersebut mengubah jalannya pertandingan dan menjadi titik balik kekalahan Italia, yang akhirnya kandas melalui adu penalti setelah Haris Tabakovic menyamakan skor menjadi 1-1 menit ke-79 dan gagal mencetak gol pada fase perpanjangan waktu.
Pada pertandingan Bosnia versus Italia dini hari tadi, Clement Turpin dibantu Nicolas Danos dan Benjamin Pages sebagai asisten wasit, serta wasit keempat Jose Maria Sanchez dari Spanyol.
Sementara itu, Jerome Brisard dan Willy Delajod bertugas sebagai asisten wasit video.
Sumber: Football Italia